
"Kita mau kemana Kaķ?",tanya Kaila saat mobil yang di kemudikan Rama tak menuju ke rumah mereka,melainkan malah berbelok arah ke arah yang tak diketahui oleh Kaila.
"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan sebentar Kay",sahut Rama singkat seraya memandang ke arah Kaila sejenak sebelum kemudian pandangannya ia alihkan ke arah jalanan yang ada di depannya.
"Hah???",Kaila kembali mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban Rama.Tidak biasanya laki-laki di depannya ini bersikap aneh seperti ini.
"Kenapa Kay?Apa kakimu terasa sangat sakit?Atau kita pulang aja?",tanya Rama yang merasa khawatir dengan keadaan Kaila.Tak masalah baginya bila harus membatalkan rencananya yakni jalan-jalan bersama Kaila.Selain untuk mengurangi rasa suntuk karena masalah Andara,Rama juga begitu ingin kembali dekat dengan Kaila.
"Ehm...Tidak Kaķ!Kakiku baik-baik saja",jawab Kaila gugup.Nada bicaranya tersendat-sendat karena rasa gugup yang dimilikinya.
"Kenapa gugup begitu Kay?Aku tidak akan memakanmu?Ayolah Kay santai aja ya saat bersamaku!",celetuk Rama seraya tertawa lebar saat melihat wajah merah mirip tomat milik gadis yang disukainya.Apalagi wajah Kaila juga mengeluarkan keringat padahal ia telah menghidupkan AC mobilnya.
__ADS_1
Rama tersenyum melihat tingkah Kaila saat malu-malu didepannya seperti ini.Rasanya hatinya begitu menghangat hanya dengan melihat wajah Kaila seperti ini.
"Siapa juga yang gugup!Aku ga gugup sama sekali kok",bantah Kaila tak terima seperti yang dituduhkan oleh Rama padanya.Kaila memutar wajahnya dari Rama ke arah samping yakni jendela mobil milik Rama.Degup jantung Kaila bergetar hebat saat ini.Rasanya ia berada dalam mimpi,karena posisinya yang demikian dekat dengan Rama.
"Ga gugup tapi grogi kan?Ha ha ha ayo Kay ngaku",sahut Rama seraya tertawa lepas.
Deretan gigi putih milik Rama tercetak jelas di mata Kaila.Rasanya ia begitu beruntung karena bisa melihat lagi senyum Rama yang telah lama menghilang dari pandangannya.
Setelah keluar dari mobil,Rama memapah Kaila berjalan disisinya menuju hamparan pasir di tepi pantai.Rama ingin menghabiskan sore itu dengan melihat matahari terbenam di tepi pantai bersama Kaila.
Ada banyak hal yang ingin ia bicarakan bersana Kaila.Termasuk juga dengan perasaannya yang selama ini ia ketahui sering mengambang.Hingga ia akhirnya sadar bahwa Kailalah cintanya,sedangkan Andara hanyalah obsesinya.Dulu ia melihat Andara sebagai wanita yang paling sempurna,hingga ia memiliki keberanian untuk mendekati gadis tersebut dan begitu terobsesi untuk memiliki wanita sempurna di matanya tersebut untuk bersanding dengannya di pelaminan,menyempurnakan hidupnya yang telah terbiasa hidup sempurna dan bisa bahagia bersama Andara selamanya.
__ADS_1
Namun,nyatanya semuanya itu terpatahkan semenjak kedatangan Kaila.Sebuah perasaan berbeda masuk ke dalam sanubarinya,mengobrak-abrik hatinya hingga ia begitu merindukan sosok wanita gendut itu saat ia mulai berjauhan dengannya.
Dengan berjalan pelan,keduanya beriringan berjalan disekitar pantai.Rama tak henti-hentinya menautkan kelima jarinya pada lima jari milik Kaila.
"Oh jadi karena dia kamu memutuskan hubungan kita By!Kenapa kamu setega ini padaku?Apa salahku?",tiba-tiba saja sebuah teriakan menggema di sekitar pantai tertuju ke arah Rama dan Kaila.
Kaila terkesiap,ia ingin melepaskan lilitan tangan Rama,namun tertahan oleh tindakan laki-laki itu.
"Tidak apa-apa Kay!Tetaplah disini disampingku",bisik Rama di telinga Kaila.Ia sama sekali tak menyangka kalau Andara akan datang menemuinya saat ini dan mengganggu momen romantis yang baru tercipta.
"Pergilah Andara!Aku sama sekali tak ingin membahas masalah ini!Kita sudah selesai dan aku tak punya hubungan apapun denganmu",ucap Rama dengan tenang.Ia tidak ingin kembali ribut dengan Andara.
__ADS_1