
Meskipun bukan lagi tugasnya,Kaila diam-diam memasuki kamar kakak angkatnya.Menyiapkan baju Rama diam-diam,menyedikan air hangat dan mengamati wajah tampan Rama yang masih terlelap.Kaila mengagumi setiap lekukan wajah yang terlihat dimatanya itu.Sulit baginya berhenti memikirkan Rama.
'Kau tampan sekali Kak saat tertidur!Beruntung sekali wanita yang akan menjadi pendampingmu kelak',batin Kaila seraya memandangi wajah Rama yang masih tertidur pulas.
Kaila melihat jam di dinding,dan rupanya sudah pukul enam pagi.Ia harus membangunkannya sebelum pemuda itu terlambat.
"Kak bangun",cicit Kaila seraya menepuk punggung Rama secara pelan-pelan.
Rama masih menggeliat.Matanya masih terpejam.Kaila terpaksa memanggil kakaknya berulang-ulang hingga pemuda itu terbangun dari tidurnya.
Rama mengucek matanya,samar-samar ia melihat Kaila sudah duduk di ranjangnya.
"Kamu disini Kai?",tanya Rama dengan wajah berbinar.Rama heran sekaligus terkejut karena Kaila masih mau mengurusnya seperti ini meskipun ini bukan lagi tugasnya.
"Iya",jawab Kaila.Gadis itu menatap Rama dengan bingung,pasalnya Rama tampak sumringah tak seperti biasanya.
"Bangunlah Kak sudah jam 6!Nanti Kakak terlambat",ucap Kaila sebelum beranjak dari kamar tidur Rama.
"Terima kasih Kai",teriak Rama dengan tersenyum saat Kaila sudah berada di daun pintu.
Kaila hanya mengangguk sambil melenggang pergi meninggalkan Rama sendirian.
*********
__ADS_1
"Kaila duduklah!Kita sarapan bersama",titah Agatha saat melihat Kaila sudah berada di dekat meja makan.
"Baik Ma",patuh Kaila.Kali ini ia tidak menolak permintaan Agatha lagi.
"Kaila ada yang ingin papa bicarakan",kata Heri memulai pembicaraan.
"Ada apa Pa?",tanya Kaila seraya memandang wajah ayah angkatnya tersebut dengan serius.
"Papa dan Mama sudah mendaftarkan kuliah kamu!Kami telah mengurus semuanya dan hari ini kamu sudah bisa masuk!Kamu harus semangat Kai!Gunakan kesempatan ini dengan baik",nasehat Heri pada Kaila.
"Terima kasih Pa!Kaila janji akan belajar dengan giat dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan belajar yang diberikan Mama sama Papa",sahut Kaila dengan mata berkaca-kaca.
Agatha menyentuh tangan Kaila.
"Terima kasih Ma",jawab Kaila.
"Rama tolong antar Kaila ke kampus ya!Arah kampusnya searah dengan kantormu",pinta Heri pada putranya yang sedang asyik menikmati sarapannya tersebut.
"Baik Pa",sahut Rama tanpa menghentikan aktifitasnya.
Seusai sarapan,Kaila buru-buru ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.Setelah selesai,ia mengajak Rama berangkat.
Rama duduk di sebelah Kaila karena keduanya diantar oleh sopir pribadi Rama.
__ADS_1
Rama tertegun dengan semangat Kaila yang menyala-nyala di hari pertama kuliahnya tersebut.
"Kamu bahagia Kai?",tanya Rama
"Iya Kak!Bahagia banget malahan!Terima kasih Kak karena telah membawaku ke sini!",cicit Kaila seraya menyentuh tangan Rama.
Rama kaget dengan tindakan Kaila,namun ia membiarkan tangan gadis itu menggenggamnya.Entah kenapa ada kehangatan saat tangannya bersentuhan dengan Kaila.Namun,Rama berupaya untuk tak memperdulikannya.
"Belajarlah yang rajin Kai!Agar cepat lulus",saran Rama seraya menatap gadis di sampingnya itu.
"Tentu Kak",jawab singkat Kaila.
"Oh ya bagaimana penampilanku Kak?Apa lebih baik dari biasaya?Ini kan hari pertamaku masuk kuliah?",tanya Kaila yang tak merasa percaya diri dengan penampilannya.
"Biasa saja Kai!Besok mintalah bimbingan Mama agar lemak di tubuhmu ini sedikit berkurang!Dengan begitu kamu tidak akan minder lagi",saran Rama yang membuat Kaila kembali menelan ludah.
Tapi Kaila tak memasukkan kata-kata Rama ke dalam hatinya.Saran Rama memang bagus untuknya.Mungkin besok,Kaila harus mulai diet agar ia merasa lebih percaya diri.
"Apa Kak Rama suka wanita langsing?",pertanyaan Kaila membuat Rama sedikit tertegun.
"Tentu saja!Setiap laki-laki pasti menginginkan perempuan langsing dan percaya diri",jawab Rama,membuang muka dari arah Kaila.Laki-laki itu menatap ke arah luar jendela.Sementara Kaila masih lekat memandangi Rama tanpa bosan.
Pernyataan itu sebenarnya ragu untuk ia sampaikan.Karena kenyataannya tidak semua laki-laki memiliki pemikiran yang sama dengannya.Tapi Rama ingin Kaila berubah,semua itu demi kesehatan tubuhnya.
__ADS_1