
Sabtu siang,mendekati week end tiba di manfaatkan oleh Kaila untuk memasak makanan kesukaan Rama.Kaila berniat ingin menebus kesalahannya kemarin dengan membuatkan makan siang untuk Rama karena kebetulan kuliahnya juga sedang libur.
"Anak Mama sedang buat apa?Baunya harum sekali di hidung Mama",puji Agatha saat mendekati Kaila.Wanita paruh baya itu tersenyum simpul ke arah Kaila.Kini kebahagiaannya berkali-kali lipat ia rasakan karena Kaila lah yang akhirnya dipilih oleh putra tunggalnya sebagai calon menantunya.
"Kaila sedang buat rendang Ma untuk makan siang kita nanti dan juga untuk....",Kaila terhenti karena di potong oleh Agatha.
"Rama???",tebak Agatha seraya tersenyum penuh arti pada Kaila.
Wajah Kaila kembali memerah.Ia mengangguk sebagai jawaban pada wanita paruh baya tersebut.
Agatha tertawa renyah begitu melihat tingkah malu-malu yang diperlihatkan putrinya.
"Kamu tahu ga Kay Mama tuh seneng banget lo Kay akhirnya Kakakmu yang bodoh itu memilih kamu sebagai calon menantu Mama!Untung Rama cepat menyadari perasaannya hingga bisa mendapatkan calon istri yang sangat sempurna seperti kamu Kay",ucap Agatha dengan mata berkaca-kaca.Agatha begitu bahagia karena selama ini doanya di kabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.Keinginannya untuk menjadikan sebagai menantu sekaligus putrinya benar-benar akan di turuti oleh Rama.
"Kaila juga bahagia banget Ma karena bisa bertemu dengan kalian semua yang begitu baik pada Kaila tanpa memandang status dan asal-usul Kaila",sahut Kaila yang merasa terharu dengah penuturan Mamanya.
Keduanya pun mulai bercengkrama mengenai masa kecil Rama yang belum banyak di ketahui oleh Kaila.Gadis itupun begitu antusias mendengar cerita Agatha di sela-sela aktifitasnya.
__ADS_1
Pukul sebelas siang,Kaila meminta ijin pada Agatha dan Hery untuk pergi ke kantor Rama.Kaila diantar oleh Pak Beni yang merupakan Sopir baru,karena supir lama baru saja mengundurkan diri karena istrinya sakit.
"Kaila pergi dulu ya Ma,Pa!",pamit Kaia penuh takzim pada kedua orang tuanya.
"Hati-hati ya Sayang!Kamu disana cukup lama juga boleh kok Sayang biar Rama ga godain cewek-cewek bening dikantornya!Iya kan Pa?",goda Agatha pada Kaila.Entah kenapa,Agatha begitu suka melihat pipi Kaila yang memerah.
"Sekalian kamu juga bisa belajar di perusahaan bersama Rama Kay!",tambah Hery menimpali.
"Iya Pa,Ma",jawab Kaila dengan wajah cerahnya.
Kaila cukup terperanjat dengan kemegahan kantor Rama.Ini baru pertama kalinya ia menginjakkan kaki di kantor kekasihnya tersebut.Sebuah bangunan yang cukup luas serta menjulang tinggi,yang benar-benar dan memiliki hampur 30 lantai membuat Kaila takjub saat melihatnya.
"Semoga Kak Rama suka dengan masakanku ini",ujar Kaila usai ia turun dari mobil yang mengantarnya.
Kaila mulai menghadap resepsionis di kantor tersebut.Namun,pandangan meremehkan kembali di dapatkan Kaila dari sorot mata ketiga wanita cantik yang menjabat sebagai resepsionis di kantortersebut saat ia mengatakan ingin bertemu dengan Rama karena belum membuat janji.
"Anda tidak bisa menemui Tuan Rama Nona bila belum membuat janji sebelumnya",ujar salah satu resepsionisl yang paling tercantik diantara mereka bertiga.
__ADS_1
"Tolong katakan pada Kak Rama sekali saja kalau adiknya menemuinya",pinta Kaila dengan tatapan memelas.
Namun,ia kembali ditolak oleh para resepsionis tersebut,pasalnya mereka tak percaya kalau wanita tambun itu adalah adik angkat bos mereka.
Kaila sedikit kecewa saat mendengarnya.Namun,Kaila berupaya tenang.Ia pun segera menghubungi Edo untuk menitipkan bekal yang dibawanya untuk Rama.
Tidak sampai dua menit Edo datang.Ketiga resepsionis tersebut dimarahi habis-habisan oleh Edo karena telah berani menolak Kaila dan berbicara kasar padanya.Kaila begitu ngeri ketika melihat kilat kemarahan dimata Edo karena biasanya tak pernah seperti itu.
Kaila pun segera dibawa Edo ke ruangan Rama.Namun sebelum sampai di ruangan bosnya,Kaila menghentikan langkahnya karena melihat OB yang amat mirip dengan saudaranya sedang menyapu di kantor Rama dengan sangat terkejut.
" Kak Rania",panggil Kaila pada kakak sepupunya tersebut.
"Kaila",jawab Rania tak kalah terkejutnya.
Keduanya berpelukan sejenak.Melepas rindu karena sudah lama tak bertemu.
Melihat pertemuan itu,Edo mundur sejenak.Memberikan ruang pada dua saudara yang telah terpisah lama itu.Kilatan kebencian sudah tak ada lagi dimata Rania.Justru gadis itu tetgugu dan minta maaf pada Kaila.
__ADS_1