
Agatha dan Heri benar-benar bahagia karena menyaksikan sendiri bagaimana telatennya Kaila merawat putranya selama kurang lebih dua hari ini.Mereka semakin mantap bahwa Kaila adalah jodoh terbaik yang dikirimkan Tuhan untuk Rama.Namun,sayangnya Rama yang bodoh itu tak segera menyadari semua itu.Mereka takut bila Rama akan kesulitan mendapatkan hati Kaila nantinya setelah pintu hatinya terbuka.
"Kaila,saya sangat berterima kasih atas perhatianmu pada putra kami Kai!Perhatianmu pada Rama melebihi perhatian kami pada putra Kami ",ujar Agatha dengan mata berkaca-kaca saat menatap manik mata Kaila yang tampak lelah saat Rama sedang terlelap dalam mimpinya di waktu menjelang sore.
"Sama-sama Nyonya!Sudah kewajiban saya merawat Tuan Rama Nyonya",jawab Kaila dengan penuh hormat pada wanita yang telah melahirkan Rama tersebut.
"Ingatlah satu hal Nak!Apapun hubungan antara kamu dan Rama nantinya!Jangan pernah sekali-kali berpikiran untuk meninggalkan keluarga ini!Kamu sudah kami anggap sebagai putri kami sendiri Kai!Jadi anggaplah kami sebagai keluargamu selamanya!",pinta Agatha dengan tulus.Agatha tak ingin Kaila berpisah darinya karena kasih sayang itu telah tumbuh dihatinya untuk Kaila.
"Iya Nyo...",jawab Kaila
Agatha meletakkan satu jarinya dibibir Kaila.
"Panggil saya Mama Kai!Sama seperti Rama memanggil kami",pinta Agatha dengan suara yang lembut.Seperti seorang ibu bersikap pada putri kandungnya.Kaila bisa merasakan kasih sayang tulus dari Agatha kepadanya.Heri juga menyetujui permintaan istrinya.Heri bahkan siap menambahkan nama Kaila sebagai anggota keluarga barunya.
__ADS_1
Kaila lagi-lagi tak menolak permintaan Agatha.
Dengan pelan ia memanggil Mama dan Papa pada Agatha dan Heri dan berpelukan pada mereka berdua.
Rama yang samar-samar mendengar perkacapan mereka bertiga tersenyum penuh arti didalam hatinya.Kini ia tahu kenapa orang tuanya bisa menyayangi Kaila seperti saat ini.Hal itu karena ketulusan Kaila.Gadis pendiam yang selalu baik pada semua orang.
********
Kaila benar-benar full menemani Rama saat sedang sakit.Bahkan aktifitasnya di dapur terpaksa digantikan oleh asisten lainnya karena sering kali Rama membutuhkan bantuan Kaila saat ia terbaring lemah diranjangnya tersebut.
"Kai tolong ambilkan ponselku",pinta Rama pada gadis gemuk yang hampir ketiduran di kursi yang bersebelahan dengan ranjang Rama karena menungguinya yang terlelap tidur tadi.
Mendengar perintah Rama,Kaila seketika mengerjapkan matanya.Ia segera berdiri dan menyerahkan ponsel yang diminta Tuannya tersebut kepada pemiliknya.
__ADS_1
"Ini Tuan ponselnya",
"Kamu istirahat sana!Kalau lelah tidurlah karena aku sudah baikan",perintah Rama saat melihat kelelahan di wajah Kaila.
"Saya tidak lelah Tuan",kilah Kaila.Padahal yang ia rasa sebaliknya.
"Jangan berbohong!Cepat ke kamarmu dan beristirahatlah!Jangan melakukan pekerjaan di dapur lagi",perintah Rama dengan suara yang lebih keras.
Mendengar hal itu,tanpa aba-aba Kaila malah menangis.
"Kenapa menangis Kai?Aku kan hanya menyuruhmu untuk istirahat",kata Rama dengan lembut.
"Tidak apa!-apa Tuan!Maafkan saya",jawab Kaila.
__ADS_1
Rama menyentuh tangan Kaila yang gemetar.
"Ada apa?Katakan?",bujuk Rama dengan lembut.Sedangkan Kaila hanya menggeleng lemah dihadapan Rama.Jujur saat itu Rama merasa bersalah pada Kaila.Kaila pun jujur,ia selalu menangis saat Rama bentak.Kaila fobia terhadap bentakan dan suara keras.