
"Hai Nona....",sapa seorang lelaki yang tiba-tiba mendekat ke arah Kaila saat gadis itu hampir tiba di pintu masuk kelasnya.Kaila segera menoleh ke arah sumber suara tersebut.
'Ya Ampun!Dia laki-laki yang menabrakku kemarin?Bagaimana ini?Kalau Kak Rama lihat pasti dia marah sama aku ckck....Tapi kan dia baru di perjalanan,mungkin aman',batin Kaila sembari menatap laki-laki itu yang sedang tersenyum dan berjalan menghampirinya.
Kaila tak mungkin bisa mengabaikan orang yang memanggilnya,meskipun itu diperintah langsung oleh Rama.Bukannya apa-apa Kaila tak ingin terlihat sombong dimata orang lain.
"Iya",sahut Kaila singkat.Kaila berkata seminim mungkin agar nantinya bila Rama memarahinya,ia punya alasan untuk menjelaskan.
"Masih ingat aku?",tanya laki-laki yang sedang memegang buku di tangannya tersebut.
"Anda yang kemarin menabrakku kemarin bukan?,
"Benar",jawab laki-laki itu singkat.Sejenak,ia menjeda kalimatnya.
"Aku hanya ingin minta maaf atas kejadian kemarin.Aku benar-benar tidak sengaja", tambah Dika penuh penyesalan.Pandangannya kini menatap fokus ke arah kaki Kaila yang kemarin dikeluhkan sakit oleh Kaila.
"Tidak usah terlalu dipikirkan Kak!Aku sudah baik-baik saja sekarang",kata Kaila lembut pada Dika agar laki-laki itu tak menyalahkan dirinya sendiri.Kaila hendak berlalu karena ingin menuruti perintah Rama tapi Dika malah menahannya.
__ADS_1
"Oh ya kenalkan namaku Dika,mahasiswa disini di fakultas kedokteran",Dika mengulurkan tangannya ke arah Kaila seraya tersenyum simpul.Siapapun wanita yang melihatnya pasti bakal meleleh dibuatnya.
"Kaila Kak",ucap Kaila singkat mengenalkan diri.
"Kelasmu disini?",tanya Dika yang segera mendapat respon anggukan dari Kaila.
"Baiklah sebagai permintaan maafku kemarin bagaimana kalau nanti siang aku traktir makan siang di kantin kampus saat istirahat?",tawar Dika dengan penuh percaya diri.
"Ehm...Tidak perlu Kak Dika nanti siang aku mau ke perpustakaan",jawab Kaila berupaya menolak halus permintaan Dika yang ada dihadapannya ini.
Sorot kekecewaan ditampakkan oleh Dika,namun sejenak kemudian laki-laki itu berkata kembali pada Kaila.
Alhasil,Kaila membali memberikan jawaban iya pada laki-laki yang baru berjumpa pertama kali dengannya tersebut.
Wajah Dika kembali berbinar,seolah ia puas dengan jawaban Kaila.Ia pun undur diri dari hadapan Kaila menuju ke kelasnya.
"Hay Kay?Gimana kakimu?Masih terasa sakit engga?",suara cempreng Sely membuat langkah Kaila kembali terhenti.Rupanya gadis berambut panjang dan berkepang dua itu sudah berada didekatnya.
__ADS_1
"Udah kok Sel....Aku udah baikan sekarang",jawab Kaila pada sahabatnya.
"Oh syukurlah...Aku senang mendengarnya....Oh ya Kay gimana rasanya digendong sama gebetan kamu kemarin?",tanya Sely yang kembali membuat wajah Kayla merona.
"Apaan sih Sel...",jawab Kaila malu sembari menepuk pelan punggung Sely dengan bukunya hingga membuat sahabatnya meringis.
"Nanti siang kita curhat tentang itu ya Kay!Aku jadi kepo!",ujar Sely yang segera diangguki oleh Kaila.
Keduanya lantas segera masuk ke kelas mereka beriringan seperti biasanya.
******
Di kantor Harsa Group,
Rama berdecak kesal usai memperhatikan tampilan dilayar CCTV yang terhubung di komputer miliknya.Disana,ia bisa melihat dengan jelas obrolan Kaila dengan laki-laki yang bernama Dika.
Rama merasa kesal bukan main.Rasanya ia ingin memarahi Kaila habis-habisan karena tak mengindahkan nasehatnya.
__ADS_1
"Uh Kaila,rupanya sekarang kamu mulai ngelunjak ya!Awas saja nanti sore aku akan membuat perhitungan denganmu",gumam Rama dengan sangat kesal.
Edo yang ada didepan Rama hanya terdiam.Hatinya sudah cukup hancur saat mengetahui hubungan baru antara Kaila dan juga bosnya.Namun,ia berupaya agar tak menampakkan semuanya dihadapan Rama.