
Keesokan harinya,saat berada di kampus,Kaila begitu kaget saat melihat kantung hitam di bawah mata sahabatnya.Dan juga,Sely pun tiba-tiba menjadi murung dan pendiam,tak seperti biasanya.Terlebih lagi,Sely juga tak menyapanya saat mereka berjumpa pagi ini.
Hal itu tentu membuat Kayla menjadi bingung dan heran pada sahabatnya tersebut.
Kaila takut Sely marah kepadanya karena ia tak jadi menginap kemarin.Untuk itulah,sebelum pelajaran dimulai Kaila akan menanyakan ini pada sahabatnya.Kaila mengajak Sely ke bangku taman kampus,untunglah Sely mau menuruti permintaannya.
"Sel,kamu kenapa?Kamu menangis?Apa ini karena kemarin aku tak jadi menginap Sel?Maafin aku Sel..Aku...",
"Tidak Kay....Ini bukan karena salahmu!Aku sedang sedih karena sesuatu",ujar Sely menyela perkataan Kaila.Ada rasa menyesal di hatinya karena telah mengabaikan Kaila tadi.Ini adalah kesalahannya,terlalu larut dalam masalahnya hingga ia mengabaikan Kaila,sahabatnya.Ia juga sadar karena telah membuat Kaila bingung dengan sikapnya hari ini.
"Ada apa Sel?Cerita dong sama aku",pinta Kaila dengan tutur kata yang sangat lembut.
Tanpa menjawab,Sely malah menubruk tubuh Kaila.Wanita itu mulai terisak di pelukan Kaila.Beberapa bulir mengalir dari pelupuk matanya hingga membuat baju yang dikenakan Kaila sedikit basah karena air mata Sely.
__ADS_1
Kaila membiarkan sahabatnya memeluk dirinya.Ia berharap Sely akan lebih tenang bila menjadikan tubuhnya sebagai sandaran,dan akan bercerita tentang masalahnya kepadanya setelah ini.
Sekitar tiga menit,Kaila membiarkan Sely menangis di pundaknya.Setelah lebih tenang,Sely mulai menceritakan permasalahannya pada sahabatnya.Ia mengatakan pada Kaila kalau selama ini ia menyembunyikan perasaan yang hanya tertuju pada Dika.Sely juga menceritakan bagaimana Dika langsung menolaknya kemarin dan tak akan memberinya satu kesempatan pun.
"Jadi kamu menyukai Dika Sel?",tanya Kaila pura-pura tak tahu menahu padahal ia juga telah tahu sejak dulu.Sorot mata dan kekaguman Sely telah menjelaskan semuanya pada Kaila.Kaila hanya menunggu sahabatnya tersebut siap menceritakan segalanya padanya.
Sely hanya mengangguk menanggapi pertanyaan sahabatnya.
"Tapi aku sama sekali tak punya peluang untuk mengejarnya Kay",ujar Sely dengan suara lemah.
"Jangan sedih Sel...Peluang itu pasti ada bila kita mau berusaha",ujar Kaila menyemangati sahabatnya.
Sely mendongak ke arah Kaila,menatap wajah sahabatnya yang saat ini sedang menghibur dirinya.
__ADS_1
"Maksudnya?",tanya Sely dengan suara yang berat.
"Kita masih punya waktu dua minggu di kampus sebelum acara wisuda,aku pikir waktu ini tidak sedikit untuk menunjukkan rasa cintamu pada Dika di detik-detik pertemuan kalian",kata Kaila selanjutnya.
"Aku yakin dia akan luluh sama kamu Sel",tambah Kaila agar Sely tidak pantang menyerah.Ia tahu Dika pada dasarnya adalah laki-laki baik.Dika dan juga Sely adalah teman baik.Sementara dengannya,Dika terpaksa menjaga jarak karena Kaila selalu di intai Rama setiap saat.
"Tidak mungkin Kay...Perasaannya hanya utuh untuk kamu",ujar Sely dengan tidak percaya diri.Selama ini hanya Sely lah yang menjadi tempat curhat bagi Dika.Dan darisanalah Sely bisa menyimpulkan kalau dirinya tak berarti apa-apa untuk Dika.
"Setelah aku menikah,pasti dia akan menyerah Sel...Dan aku yakin kamu adalah orang yang akan menjadi pelabuhan cintanya yang terakhir bila kamu berusaha Sel",ucap Kaila tak henti-henti mensupport sahabatnya.
"Atau mungkin saat ini Dika juga sudah menyukaimu tapi di belum sadar saja dengan perasaannya Sel....Bersabarlah Sel...Bila kalian berjodoh,Tuhan pasti akan mendekatkan kalian" ,sambung Kaila yang membuat Sely sedikit tersenyum.
"Terima kasih Kay atas sarannya!You are thebest friend for me",ucap Sely dengan bangga seraya memeluk sahabatnya.
__ADS_1
"Sudah jangan sedih lagi!Ayo kita kembali ke kelas",ajak Kaila pada akhirnya.
Sely mengangguk dan mereka berdua melangkahkan kakinya meninggalkan taman tersebut.