
"Kenapa Dik?Kamu sedih ya?",pertanyaan ambigu,Sely lontarkan saat melihat Dika hanya terdiam dan mengaduk-aduk makanannya,tanpa berniat memakannya sama sekali sepeninggal kepergian Kaila bersama Rama tadi.
Sely yang semula hanya diam memperhatikan Dika,kini mulai bersuara,sekedar menyapa temannya yang sedang patah hati tersebut.Pandangan Dika terasa kabur dan kosong.Bahkan laki-laki itu mungkin lupa kalau ada dia didekatnya.
Sakit memang,disaat dalam hati Sely tumbuh perasaan nyaman,saat bersama Dika.Namun,hati laki-laki itu masih milik sahabatnya sepenuhnya.
"Iya Sel...Kamu tahu kan seperti apa perasaanku pada Kaila?Bahkan,aku tidak pernah bisa melupakannya sedetikpun"sahut Dika frustasi.
"Kenapa tidak melupakannya Dik?Bukankah kamu tahu sejak awal kalau Kaila memang menyukai Kak Rama sejak dulu?",tanya Sely selanjutnya.
"Entahlah....Aku sendiri juga tidak tahu.Hatiku yang tiba-tiba memilihnya",jawab Dika jujur.
"Lupakan dia Dik!Buka hatimu untuk orang yang baru!",pinta Sely dengan tatapan iba.Entah kenapa,kesedihan yang dirasakan Dika juga membuatnya ikut bersedih.Hatinya ikut terluka melihat Dika serapuh ini.
"Siapa?Kamu????",todong Dika yang membuat Sely melongo.
"Hish...Apaan sih Dik!",sangkal Sely meskipun dalam hati ia ingin mengatakan 'Ya'.
__ADS_1
"Aku tahu kamu suka sama aku Sel...",kata Dika yang kembali membuat gadis itu terkejut bukan main.Bagaimana bisa laki-laki itu tahu padahal dia sama sekali belum mengatakan apapun,bahkan bercerita terhadap sahabatnya saja ia belum berani.
"Kamu tahu????",
"Dari sorot mata kamu!Aku bisa membacanya dari dulu",sahut Dika.
"Tapi aku minta kamu jangan nerusin perasaan itu Sel.Karena hatiku tak akan mungkin bisa untuk kamu",balas Dika yang membuat hati Sely remuk redam.
Bahkan,sebelum berjuang pun Sely sudah kalah telak.Karena Dika telah menolaknya mentah-mentah.Menjatuhkan angannya yang semula membumbung tinggi hingga ke yang paling dasar.
Sangat sakit,itulah yang dirasakan Sely sekarang.Perasaannya memang bertepuk sebelah tangan dan ia tidak memiliki kesempatan untuk memperjuangkannya sama sekali.
Tapi di tengah kesakitan yang melandanya,Sely mencoba untuk tetap tersenyum.Melupakan sakit hatinya karena perkataan Dika yang bagai silet di ulu hatinya tersebut.
"Aku tahu Dik...Aku akan mencobanya",ujar Sely yang mencoba untuk tersenyum kecut di hadapan laki-laki yang diam-diam di sukainya tersebut.
"Bagus Sel....Jadilah teman yang baik untukku!Aku tidak ingin melukai perasaanmu",ujar Dika seraya mengusap tangan Sely dengan lembut.
__ADS_1
"Maaf Dik!Boleh aku ke toilet sebentar?",tanya Sely seraya menahan tangis.Matanya tampak berkaca-kaca dan ia ingin meluapkan kesedihannya di tempan yang menurutnya aman.
Dika segera menarik tangannya dan mempersilahkan Sely ke kamar mandi.
Sely segera beranjak dari tempat duduknya dan segera mencari toilet di restoran tersebut.
"Maaf Sel....aku harus melakukannya...Aku tidak ingin memberikan harapan untukmu",gumam Dika seraya memandangi punggung Sely yang sedang menjauh darinya.
Sekitar lima belas menit,Sely segera kembali ke tempatnya.Ia hanya duduk sebentar dan berniat ingin pulang.
"Dik!Aku pulang dulu ya!Takut kemaleman",pamit Sely dengan ekspresi sebiasa mungkin agar Dika tak merasa bersalah padanya.
"Mau aku antar?",tawar Dika
"Tidak usah Dik!Lagi pula tempat kos aku udah deket banget dari sini",jawab Sely dengan sopan.
Dika pun membiarkan Sely pulang tanpanya.Ia dapat melihat kekecewaan yang teramat sangat di wajah Sely.
__ADS_1