GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Tak Menerima Bantahan


__ADS_3

Rama menatap teduh manik mata milik Kaila,tatapan lembut dan menyejukkan itu sudah begitu lama ia rindukan.Sejenak,tatapan mereka saling beradu dan terkunci,menyiratkan kerinduan di netra masing-masing.Bahkan,Rama bisa melihat mata sampai Kaila berembun dengan sikapnya hari ini.Ah,sungguh Rama sangat menyesal telah mengabaikan Kaila beberapa hari terakhir ini.


Ingin rasanya menghapus embun di pipi Kaila,namun kedua tangannnya ia gunakan untuk membopong tubuh Kaila.


"Kenapa?Kamu malu ya aku gendong seperti ini?",tanya Rama dengan lembut.Bibirnya tertarik membentuk lengkungan,ia tersenyum tipis ke arah Kaila.


"Jangan menangis Kay!Hapus air matamu itu!",perintah Rama cepat yang segera mendapat respon dari Kaila.


"Maaf Kak!Tapi aku malu dilihat teman-teman!Lagi pula aku juga berat kan?Ayo Kak turunkan aku!Kakiku tak apa sekarang!Biarkan aku berjalan sendiri",cicit Kaila beruntun agar Rama mau menurunkan bobot tubuhnya yang berat dari kedua tangannya.


"Shhhhssst diamlah!Aku tak suka penolakan",bantah Rama dengan tegas yang membuat bibir Kaila terkatup.Kini Kaila tak bisa membantah ucapan Rama lagi.


Seusai meletakkan tubuh Kaila di mobil,Rama segera berlari ke arah supir kemudi untuk menjalankan mesin mobilnya.


Dalam diam,Kaila merasa aneh dengan tingkah Rama.Kelihatannya ada yang berbeda dengan Rama saat ini.Bahkan pandangan Kaila tak berpindah sedikitpun dari wajah Rama.Ia menatap lekat wajah tampan yang sudah lama mengisi relung hatinya tersebut.


"Kenapa menatapku begitu?Kau baru sadar Kay?Aku memang sangat tampan",kata Rama sok cool dengan menaikkan bahunya dihadapan Kaila.

__ADS_1


Kaila merasa salah tingkah,ia takut Rama marah karena telah lancang memandangi wajahnya.Kemudian,ia beringsut membenahi posisi duduknya dan memindai pandangannya ke jalanan yang ada disekitarnya.


Rama terkikik geli melihat tingkah Kaila.Wanita itu terlihat lucu saat salah tingkah seperti ini.


'Ah kenapa aku baru menyadarinya sekarang?Wajahnya terlihat menggemaskan saat salah tingkah seperti ini?',batin Rama yang sesekali mencuri pandang ke arah Kaila.


Bahkan perhatian Rama tak luput dari bibir Kaila yang berwarna merah seperti buah chery.Ia merasa yakin bibir itu masih polos dan belum ada yang mencicipinya.


Ia beruntung karena Kaila menyukainya.Itu artinya kelak ia yang akan pertama kali mencobanya.Rama menggelengkan kepala karena otaknya mulai berpikir liar.


"Kita ke rumah sakit ya Kay!Kakimu sakit bukan?",ajak Rama pada Kaila beberapa saat kemudian.


"Tidak Kak!Kita ke rumah saja!Kakiku hanya sedikit terkilir nanti aku minta tolong sama Bi Sarah saja untuk memijat kakiku",tolak Kaila halus,ia merasa tidak perlu ke rumah sakit karena kakinya hanya sedikit terkilir.Ia sudah sering mengalaminya saat di rumah bibinya dulu.Saat Rania sering iseng kepadanya.


"Sudah Kay!Jangan membantah!Pokoknya kita ke rumah sakit sekarang!Aku tidak ingin mengambil resiko bila kakimu kenapa-kenapa!",ucap Rama tegas yang membuat Kaila hanya mampu mendengus dalam hati dan menggelengkan kepalanya perlahan.


Sesampainya di rumah sakit,Rama masih tetap menggendong Kaila dari mobil menuju ruang tunggu yang ada di rumah sakit tersebut.Kaila hanya mampu bergeming,tak membantah sedikitpun sikap posesif yang mulai di tunjukkan Rama padanya saat ini.

__ADS_1


Bahkan,dalam hati Kaila bertanya-tanya kenapa kakak angkatnya tersebut bisa berubah secepat ini.Mood Rama yang berubah-ubah terkadang membuat Kaila bingung sendiri.Alhasil,ia hanya bisa diam dan menuruti apapun yang Rama perintahkan padanya.


Hampir setengah jam menunggu,akhirnya Kaila diperiksa oleh dokter Naina.


"Apa Anda suaminya?",tanya Dokter Naina karena sedari tadi hanya Rama yang menjawab beberapa pertanyaan dari Dokter Naina sebelum memeriksa kaki Kaila.


"Dia calon istri saya Dok!",jawab Rama seraya tersenyum jahil ke arah Kaila.Rama hanya ingin tahu bagaimana reaksi Kaila saat mendengar perkataannya.


Glek


Kaila tak sanggup menelan salivanya begitu mendengar ucapan Rama.Namun kemudian,ia segera mengoreksi perkataan Rama.


"Bukan Dok,dia kakak saya",bantah Kaila dengan cepat hingga membuat Dokter Naina tersenyum geli.Menurut Dokter Naina,pasangan yang ada didepannya ini terlihat lucu saat beradu mulut didepannya saat itu.


Setelah diperiksa dan diberi resep,Kaila segera beranjak dari ruangan tersebut.Kini lengan tangan Rama dijadikan tumpuan tangannya agar ia bisa berjalan karena ia tidak ingin di gendong lagi.


Kali ini Rama menuruti keinginan Kaila,dalam dekapannya dan menjadikan lengannya sebagai sandaran,Rama membantu Kaila berjalan.Meskipun agak tertatih,namun Rama tetap sabar menemaninya.

__ADS_1


__ADS_2