
"Ayo Kay kita ke kantin!Udah lapar banget aku!Tadi pagi aku ga sempet sarapan Kay",ajak Sely dengan muka memelas saat Kaila sedang memasukkan bukunya ke dalam tas ransel miliknya ketika waktu istirahat telah tiba.Para mahasiswa mulai berhamburan dari ruang kelas ke kantin kampus untuk makan siang.
"Ayo Sel",ucap Kaila setelah tasnya rapi.Merekapun bersiap-siap keluar dari kelas.Sely tak henti-hentinya bersiul seraya menggenggam jemari Kaila erat seolah-olah Kaila itu pacarnya.Kaila hanya membiarkan sahabatnya itu bertindak semaunya,toh ia juga tidak dirugikan atas tindakan Sely terhadapnya.Meskipun agak aneh sih bagi sebagian orang.
Hal itu makin membuat teman-teman mereka membuli keduanya.Namun,sayangnya ocehan teman-temannya tak di tanggapi oleh Kaila maupun Sely.
Baru beberapa langkah mereka berjalan,ada sesosok laki-laki tampan yang mencegat langkah kedua sahabat tersebut.
"Kaila aku ingin kita bicara",ajak Rama yang tiba-tiba muncul dihadapan Kaila.Ia terlihat posesif menarik tangan Kaila hingga tangan tersebut terlepas dari tangan sahabatnya.
"Kak Rama",Kaila begitu kaget dengan kedatangan Rama yang tiba-tiba di kampusnya,begitu pula dengan Sely.Sely mencoba bertanya pada Kaila.
"Siapa dia Kay?",bisik Sely di telinga sahabatnya.Kaila yang menyadari bahwa sahabatnya dan juga Kakaknya belum berkenalan segera mengenalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Kak tunggu!Kenalin ini Sely sahabat Kaila",tutur Kaila mengenalkan keduanya.
"Sely",tangan Sely terulur dihadapan Rama dan segera mendapat balasan dari pemuda tampan tersebut.
"Rama",jawab Rama singkat,sekilas Rama melihat Sely kemudian pandangannya teralih ke arah wajah Kaila.
"Dia sangat tampan Kai",bisik Sely sumringah di hadapan Kaila.
Sudah terlalu lama waktunya terbuang untuk menunggu Kaila semenjak pagi tadi.Ia juga begitu heran kenapa bisa sejauh ini tindakannya hanya gara-gara di cuekin Kaila.Rama sungguh tak mengerti akan jalan pikirannya sendiri.
"Kemana Kak?",tanya Kaila bingung.Pasalnya setelah istirahat dia juga masih ada kuliah.Dan satu lagi,Kaila juga tak enak hati terhadap Sely karena harus membiarkan sahabatnya makan sendiri di kantin.
"Udah ga papa Kai!Aku ke kantin sendiri ga papa",ujar Sely saat melihat sahabatnya bingung.Ia seolah tahu apa yang dipikirkan oleh sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih Sel",ucap Kaila dengan tersenyum.Ia lalu mengikuti dimana Rama akan membawanya.
Rama menggandeng tangan Kaila dan mengajaknya ke taman kampus.Disana keduanya duduk di bangku panjang yang ada di taman tersebut.
Sejenak,keduanya hanya saling berdiam diri.Rama yang tadinya menggebu ingin berbicara dengan Kaila,malah tak mengatakan apa-apa.Rama malah menatap wajah Kaila dalam-dalam.Seolah telah lama sekali tak bertemu dengan gadis di depannya tersebut.
"Kak Rama ingin bicara apa?",tanya Kaila membuka pembicaraan diantara mereka berdua.
"Apa aku punya salah Kay?",tanya Rama sembari menatap fokus ke arah wajah Kaila.
"Maksudnya?",tanya Kaila tak mengerti dengan arah pembicaraan kakaknya.Mana mungkin Rama datang ke kampusnya hanya untuk bertanya tentang hal sepele yang tak pernah dilakukannya.
"Kenapa akhir-akhir ini menghindariku Kay?Apa ada masalah di kampus?Ayo ceritalah",tanya Rama yang langsung ke intinya.
__ADS_1
"Maaf Kak!Aku tidak menghindar dari Kak Rama!Aku hanya sedikit sibuk saja dengan tugas-tugas kampus",jawab Kaila,ia memalingkan wajahnya dari hadapan Rama.
'Seandainya Kak Rama tahu alasanku pasti Kak Rama akan sangat marah dan benci sama aku',batin Kaila yang tak mampu ia ucapkan.