
"Kelihatannya anak Mama bersemangat sekali hari ini",ujar Agatha saat Rama menyisir rambutnya di depan cermin.
"Iya dong Ma!Harus semangatlah sebentar lagi anak mama ini akan menikah dengan Kaila.Dua minggu lagi Kaila lulus Ma!Setelah wisuda aku akan segera menikahinya",ujar Rama berapi-api.Wajahnya tampak sumringah hingga pesona tampannya semakin terlihat.
"Hmmm...Dasar bucin!Tapi Mama merasa lega kalau kamu yang menjaga Kaila nak!Mama sangat menyayanginya seperti mama menyayangi kamu!",ujar Agatha dengan mata berkaca-kaca.Ia tidak menyangka putranya akan segera melepas masa lajangnya dan menikah dengan seorang Kaila,putri kesayangannya selama ini.
"Kok mama nangis sih?",tanya Rama yang merasa heran saat melihat air mata yang meluncur dari pipi Agatha.Rama memeluk wanita pertama yang sangat disayanginya tersebut dan menepuk-nepuk punggung mamanya dengan lembut.
"Jangan sakiti Kaila Nak!Dia anak yang baik.Setelah menikah nanti,bicarakan dengan kepala dingin semua masalah yang ada pada kalian berdua.Jangan sampai menyakiti hatinya.Karena wanita sangat rapuh hatinya,biarpun ia terlihat kuat dari luar",nasehat Agatha yang segera di iyakan oleh putra kesayangannya tersebut.
"Rama janji akan selalu menyayangi dan menjaga Kaila semampu Rama!Mama jangan khawatir!Kaila pasti akan bahagia usai kita menikah nanti.Karena kita berdua saling mencintai Ma",jawab Rama seraya melonggarkan pelukannya dengan Agatha.Kini,ibu jarinya ia gunakan untuk menghapus sisa-sisa air mata yang ada di pipi Agatha.
"Mama percaya sama kamu Nak!Ya udah ayo kita sarapan di bawah.Papa dan Kaila pasti udah nungguin kita disana!",ajak Agatha begitu ingat tujuan awalnya ke kamar Rama yakni untuk mengajak putranya itu sarapan.
"Iya Ma",Rama mengiyakan ajakan mamanya.Mereka berdua lekas turun dari tangga menuju meja makan.
"Ma hari ini Kaila agak pulang telat ya karena mau ke kosan Sely dulu",ijin Kaila saat Agatha dan Rama tiba di meja makan.
__ADS_1
"Iy...",perkataan Agatha terhenti karena Rama menyela lebih dulu.
"Ngapain ke kosan Sely lagi sih Kay...Bukannya kemarin udah?",Rama tak terima Kaila terus-terusan sibuk dengan sahabatnya tersebut,sementara waktu dengannya makin berkurang semenjak kuliah.
"Ckckck...Calon suamimu posesif sekali Kay!Sampe main ke kosan sahabat saja ga dibolehin",goda Hery sembari meletakkan ponselnya di sakunya.
"Ada hal penting Kak yang harus diselesaikan di kosan Sely!",jawab Kaila dengan suara bergetar.Ia tidak ingin Rama tahu kalau ia sedang membantu mendekatkan Sely dengan Dika.Karena setahunya,Rama sangat anti dengan nama Dika.Kaila tak boleh memanggil nama Dika dihadapan Rama.Untuk itulah,ia tidak ingin bercerita tentang masalah Sely.
"Hal penting apa?",tanya Rama curiga.Ia sudah hapal dengan suara Kaila saat gugup seperti itu pasti sedang menyembunyikan sesuatu.
"Pokoknya ada Kak",jawab Kaila yang kekeuh menyembunyikan masalah Sely.
"Iya sayang ga papa kok",sahut Agatha.Ia melirik pada putranya yang berubah masam usai ia mengijinkan Kaila ke kosan Sely.
Usai sarapan,Kaila diantar Rama ke kampus.Tak ada pembicaraan diantara mereka berdua.Kaila tahu Rama sedang marah terhadapnya gara-gara ia sibuk mengurusi Sely akhir-akhir ini.
"Kak Rama marah ya sama aku?",tanya Kaila memberanikan diri.Rasanya tak enak bila didiamkan oleh kekasih hati padahal mereka hanya sedang berdua.
__ADS_1
Rama tak menyahut.Pandangannya masih fokus pada jalanan yang dilaluinya.
"Maafin Kaila Kak!Kaila janji setelah masalah Sely selesai,Kaila akan kembali fokus sama Kak Rama saja!Maafin aku Kak!Aku mohon",rengek Kaila yang membuat Rama memiliki ide konyol dalam otaknya.
"Mau aku maafkan?",tanya Rama pada akhirnya
"Mau Kak",
"Tapi ada syaratnya",ujar Rama cepat yang membuat Kaila mendongak,menatap wajah Rama lekat-lekat.
"Apa syaratnya Kak?",tanya Kaila dengan was-was.
"Aku ingin pernikahan kita diajukan dua hari lagi",kata Rama yang sebenarnya sudah tak tahan segera mengikat Kaila.
"Apa???",Kaget Kaila usai mendengar syarat dari Rama.
Bersamaan itu mobil mereka telah berhenti di depan kampus.
__ADS_1
"Kenapa kaget Kay....Apa kamu ga ingin segera menjadi nyonya Rama hem?",pertanyaan konyol keluar dari bibir Rama.
"Aku mencintaimu Kay...Sudah lama aku menunggumu!Aku sudah tak mampu lagi bila harus menunggu lama-lama.Semakin cepat kita menikah akan semakin baik untuk kita",ujar Rama yang hendak mengecup bibir Kaila yang telah membuatnya candu.