
Melihat mobil Rama,sudah terparkir di depannya,Kaila berupaya mendekatinya.
Edo keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Kaila.
"Silahkan Nona",kata Edo seraya membukakan pintu mobil dibagian belakang.Kaila tersentak dengan panggilan baru yang disematkan Edo untuknya lagi.
"Nona lagi????Panggil namaku saja Edo",sahut Kaila.
Edo bergeming,memandang nanar ke arah Kaila.Mata Edo memerah dan Kaila bisa melihatnya.
'Kenapa dengan Kak Edo?',batin Kaila yang urung ia ucapkan karena mendengar deheman seseorang.
"Ehem....Cepetan masuk Kay atau kalian mau berpandangan terus",deheman Rama membuat Kaila memutus kontak mata dengan Edo.Wanita itu segera duduk bersisian dengan Rama.
Sekuat tenaga Rama meredam amarahnya kala melihat Kaila dan Edo saling bersitatap.Rama begitu tahu perasaan Edo kepada Kaila meskipun Edo sama sekali tak menjelaskan kepadanya.
Sedangkan Edo,segera berlari kearah kursi kemudi untuk menjalankan mobil yang mereka tumpangi tersebut.
"Udah lama nunggunya Kak?",tanya Kaila usai memasang seatbealtnya pada tubuhnya.
"Udah",jawaban singkat Rama yang memberengut membuat Kaila berpikir ada apa dengan laki-laki kutub es yang ada disampingnya ini lagi.
__ADS_1
Perasaan,pagi tadi Rama masih bersikap hangat kepadanya.
Bibir Rama membentuk lengkungan mengerucut yang menandakan moodnya sedang tidak baik.Hal itu tentu membuat Kaila mengangkat alisnya,memperhatikan sejenak kekasihnya yang moodnya memang sering berubah-ubah tak tentu arah ini.
Meskipun sering didiamkan,namun saat sudah menjadi pacar tentu rasanya beda sekarang.Rasa peka lebih mendominasi pada diri Kaila saat ini.
Rama berkacak pinggang.Fokusnya hanya tertuju pada ponselnya saja tanpa berniat melihat ke arah Kaila.
"Kenapa sih Kak?Ada masalah di kantor?",tanya Kaila dengan suara yang serak.Wanita itu hampir terkoyak batinnya dengan perubahan drastis Rama saat itu.
"Tidak",jawab Rama tanpa menoleh sedikitpun pada Kaila.
"Lalu kenapa Kak Rama diemin aku?",tanya Kaila dengan suara samar.Kini suara isakannya hampir terdengar di telinga Rama.
Reflek Rama segera menoleh ke arah Kaila.
Cup,
Rama mengecup singkat pipi Kaila yang telah basah.Amarahnya tiba-tiba mereda.Emosi yang menggumpal di ubun-ubun Rama musnah sudah hanya karena melihat tangis Kaila.Justru semua itu malah berganti dengan perasaan bersalah.
"Maafin aku Sayang....Aku telah membuatmu menangis",ujar Rama penuh penyesalan.Kini suaranya melembut,meraih tubuh Kaila kedalam dekapannya.
__ADS_1
Serrr....
Jantung Rama berdesir hanya karena memeluk Kaila.Kini ia benar-benar yakin kalau rasa cinta itu telah tumbuh lama dihatinya.Syukurlah ia segera sadar dan ia masih bisa meraih hati jantung hatinya tersebut.
Sementara Kaila hanya tergugu di dekapan Rama.Kaila sendiri juga merasa bersalah karena setelah berdekatan dengan Rama kenapa ia malah menjadi cengeng.Padahal dia itu dulu sangat kuat dan mandiri.Banyak beban berat yang telah ia lampaui seorang diri tanpa orang yang benar-benar mengasihinya.Tapi bersama Rama,ia malah merasa lemah.
"Kenapa Kak Rama diemin aku?",pertanyaan terulang dari bibir Kaila untuk Rama.
"Karena kamu melanggar janjimu",sahut Rama jujur.
"Melanggar janji???Janji apa Kak?",tanya Kaila yang tak paham akan maksud kekasihnya.
"Bukankah aku telah mengatakan jangan pernah berdekatan dengan laki-laki dikampusmu?Lalu kenapa kamu malah ngobrol lama dengannya?",kini pertanyaan itu dibalik ke arah Kaila.Hal itulah yang membuat Rama dongkol semenjak di kantornya tadi usai melihat CCTV yang terhubung di perangkat komputernya.
"Jadi Kak Rama marah karena itu?",ujar Kaila takut-takut.Ia sadar ia bersalah.
"Iya",jawab Rama setenang mungkin.Ia tidak mau membuat Kaila menangis lagi bila ia bersuara keras.
"Aku hanya tak ingin dicap sombong Kak!Bukankah dia memanggilku duluan?Masak aku langsung lari Kak?Bukannya akan tidak sopan bila aku langsung meninggalkannya!Lagi pula aku juga hanya menjawab dengan jawaban singkat-singkat saja",jelas Kaila yang berharap Rama mau menerima alasannya.
"Baiklah tapi besok jangan diulangi lagi ya, berjanjilah Sayang!",putus Rama pada akhirnya yang membuat Kaila lebih lega sekarang.
__ADS_1
"Janji",jawab Kaila.