GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Permintaan Rama Sebelum Bertunangan


__ADS_3

Selama hampir lima menit lamanya keduanya hanya berdiam diri,tak mengatakan sepatah kata apapun.Hanya beradu pandang dan menikmati kedekatan yang telah lama menghilang selama ini.Namun pada akhirnya,Kailalah yang lebih dahulu memutus kontak mata mereka berdua terlebih dahulu dan bertanya pada Rama.


"Kak Rama ingin bicara apa?Kenapa malah diam begini?Hem?",tanya Kaila dengan gugup.Bibirnya bergetar hebat saat mengatakan itu.Sementara lawan bicaranya masih menatap Kaila dengan tajam dan menyapu wajah Kaila secara keseluruhan.Wajah Kaila terlihat lebih tirus sekarang dan itu terlihat jelas di mata Rama.Tapi meskipun demikian,wajah Kaila terlihat pucat pasi seperti sedang menahan sakit.


Ia ingin bertanya pada Kaila tapi tak ingin juga gadis itu salah paham terhadapnya.Ia tidak ingin perhatian yang ia tunjukkan di salah artikan oleh Kaila.


Rama merasa bersalah pada wanita yang ada dihadapannya ini.Sedikit banyak ia pastinya tahu bahwa saat ini hati Kaila sedang hancur.Ia mengamati perubahan bentuk badan Kaila yang berkurang drastis selama beberapa minggu ini yang mungkin disebabkan olehnya.Sebelum menikah,ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Kaila.


"Kenapa kamu menangis Kay?",tanya Rama saat melihat mata Kaila yang memerah dihadapannya.


"Aku tidak menangis Kak!Aku justru bahagia karena sebentar lagi Kak Rama akan menikah",jawab Kaila berupaya menahan tangisnya agar tidak keluar.Sekali lagi,ia tak ingin terlihat lemah dihadapan Rama.


"Owh...Benarkah?",tanya Rama tak percaya dengan jawaban Kaila.Ia tahu pasti bahwa gadis itu hanya sedang berbohong dan menutupi perasaannya.

__ADS_1


"He em!Lagi pula tak ada alasan kenapa aku harus sedih",lirih Kaila dengan perasaan ngilu didadanya.


"Kay....Lihat aku!Tatap mataku dalam-dalam!


Aku tahu kamu sedang sedih!Setelah beberapa hari ini kita berjauhan aku bisa berpikir bahwa memang seharusnya aku mempercepat pernikahan ini!Aku hanya ingin semuanya berjalan sebagaimana mestinya karena bila tidak, Andaralah yang akan tersakiti!Aku telah berjanji akan menikah dengannya!",kata Rama sembari memegang pundak Kaila.


"Tidak selamanya cinta harus dibalas dengan cinta!Ingat Kay kita sekarang bersaudara!Jangan tunjukkan kesedihanmu itu dihadapan orang lain Kay dan berusahalah tegar dengan semua ini",imbuh Rama yang berupaya mencoba menghibur Kaila.


"Aku akan kuat Kak!Mungkin aku hanya butuh sedikit waktu untuk menerima keadaan ini dan melupakan Kak Rama sepenuhnya.Yah seperti yang Kak Rama bilang bahwa tidak semuanya harapan kita sesuai dengan yang kita inginkan!Kakak jangan khawatir aku pasti bisa melewati semua ini",balas Kaila diselingi isak tangis.Sekuat apapun Kaila menahan,toh akhirnya cairan bening itu tetap lolos juga tanpa mau berkompromi dengannya saat ini.


Dalam hati Rama merasa tak terima dengan keputusan Kaila yang ingin menghapus namanya dari hatinya.


"Kau yakin bisa melupakan aku?",tanya Rama seakan ragu dengan perkataan Kaila.Karena yang ia tahu sampai sekarang dari sorot mata Kaila,ia masih memujanya.Menganggapnya sebagai orang yang spesial di hatinya.

__ADS_1


"Entahlah!Tapi aku janji akan berusaha",jawab Kaila yakin.


"Bagus Kay",tutur Rama,menahan nafas sejenak dan melanjutkan perkataannya.


"Masa depanmu masih panjang Kay!Kamu juga baru mulai kuliah!Aku yakin kamu akan mendapat laki-laki yang lebih baik dari aku nantinya",ucap Rama meskipun ia tidak yakin dengan perasaannya sendiri saat ini.


"Semoga saja Kak",jawab Kaila dengan pandangan menunduk.Kaila tak berani menatap Rama.Setelah mendengar perkataan Rama barusan,ia makin yakin bahwa melupakan Rama adalah jalan terbaik untuknya saat ini.


Yang Kaila lihat Rama begitu memuja Andara,menghormati dan mencintai wanita itu dan pastinya ia merasa risih dengan pernyataan cintanya yang pernah ia sampaikan sebelumnya.Rama tidak mungkin berpaling dari Andara hanya untuknya.Itulah pikiran Kaila.


"Maaf Kak Rama aku ingin istirahat!Bisakah Kak Rama meninggalkanku sendirian?",Kaila akhirnya mencari alasan agar ia bisa menghindar dari Rama.Ia merasa tak sanggup lagi berhadapan langsung dengan laki-laki yang dicintainya tersebut untuk saat ini.


"Baiklah Kay!Aku keluar",kata Rama seraya membuka knop pintu kamar Kaila.Entah kenapa,ia merasa tak rela meninggalkan Kaila seorang diri.

__ADS_1


'Maafin aku Kay',batinnya.


__ADS_2