
Mata Kaila mulai mengerjap kala senja mulai menyingsing menyapa penduduk bumi di pagi itu.Tubuh Kaila terasa berat saat ia membuka matanya.Rupanya ia masih berada di kungkungan Rama,suaminya.Mereka saat ini masih membalut selimut untuk menutupi tubuh mereka yang sama-sama polos.
Kaila tersipu malu saat mengingat bagaimana ganasnya suaminya saat menyerangnya tadi malam.Bahkan,Kaila hanya istirahat sekitar dua jam saja.Itupun karena ia protes keras ingin istirahat karena keinginan Rama yang seakan tiada henti meminta haknya berulang kali semalam.Kalau tidak,bisa-bisa ia tidak akan istirahat sama sekali.
Lamat-lamat,Kaila menatap wajah terlelap Rama dalam diam.Entah kenapa,semakin hari semakin bertambah rasa cintanya pada Rama.Dengan perlahan,tangan Kaila menyentuh dan mengusap pipi Rama dengan sangat pelan dan lembut,lalu mengecupnya singkat.
"Aku mencintaimu Kak",gumam Kaila dengan lirih seraya memandangi wajah tampan milik suaminya.
Rama tersenyum saat mendengar penuturan dari istrinya tersebut.Dari tadi sebenarnya Rama sudah terbangun,ia hanya pura-pura masih tidur saja.Ia ingin melihat bagaimana ekspresi sang istri saat bangun tidur.Karena ini adalah pengalaman pertama mereka tidur bersama.
"Aku juga cinta sama kamu istriku,calon ibu dari anak-anakku!Semoga kamu cepat isi ya Sayang....",jawab Rama seraya merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.Ia mengelus surai panjang milik Kaila dan mencium pucuk kening Kaila dengan lembut.
"Kak Rama udah bangun?",tanya Kaila dengan kaget karena tiba-tiba suaminya itu menjawab pernyataan cintanya.Padahal,sebenarnya tadi Kaila hanya ingin bermonolog saja.
__ADS_1
"Udah dong Sayang...",jawab Rama sembari tersenyum pada sang istri tercinta.
"Sejak kapan?",tanya Kaila penasaran.
"Sejak kamu cium aku tadi",jujur Rama yang membuat Kaila merasa sangat malu karena tindakannnya yang agresif barusan.Kaila merutuki kebodohannya karena bisa bertindak ceroboh seperti itu dihadapan Rama.
"Kenapa diam Sayang?Kamu pasti malu ya?",todong Rama yang sebenarnya tepat sasaran.Sengaja,Rama menanyakan itu untuk menggoda sang istri.
"Kak aku ke kamar mandi ya!",ijin Kaila untuk mengalihkan pembicaraan.Ia tidak ingin suaminya itu menggodanya terus-terusan.Lagi pula saat ini,tubuhnya terasa sangat lengket.
Kaila menggeleng.
"Tidak usah Kak!Aku bisa sendiri",tolak Kaila seraya hendak berdiri.Tapi yang dikatakan Rama benar,ia tidak bisa berjalan pagi itu.Rasa perih mendominasi Kaila saat itu.
__ADS_1
Rama tersenyum menghadapi sikap keras kepala yang barusan di tunjukkan oleh istrinya.Tanpa aba-aba,Rama segera menggendong Kaila ke kamar mandi.Rama juga menyiapkan air hangat agar bisa digunakan oleh istrinya untuk berendam sebentar sebelum mandi.
"Berendamlah sebentar Sayang!Ini akan mengurangi rasa sakit pada milikmu",titah
Rama dengan lembut.Kaila bersyukur dalam hati karena Rama begitu perhatian padanya,baik sebelum mereka menikah maupun saat ini.
"Terima kasih ya Kak!",sahut Kaila dengan senyum yang terukir di bibirnya.
Usai berendam,mandipun Kaila juga dibantu oleh Rama,meskipun setelah melalui sedikit perdebatan di antara mereka.Kaila yang awalnya menolak,kini terlihat pasrah setelah membiarkan apa yang ingin dilakukan oleh suaminya pagi itu.
'
Tok tok tok
__ADS_1
Terdengar pintu kamar mereka di ketuk dari luar.Rama terpaksa mematikan hair dryer yang ia gunakan,sedikit merapikan rambut sang istri dan sekarang beranjak untuk membuka pintu kamarnya.