
"Kai kenapa kamu menangis?",tanya Sely saat melihat sahabatnya meringkuk sendirian di bangku taman kampus dengan air mata berlinang.Seusai dari kantin,Sely memang berniat mencari Kaila untuk diajak ke kelas bersama.
"Aku baik-baik saja Sel",jawab Kaila seraya menghapus air matanya.
"Siapa laki-laki itu Kai?Berani sekali dia membuat sahabatku menangis seperti ini!",geram Sely.Ia tak terima sahabatnya disakiti oleh laki-laki manapun,meskipun ia adalah laki-laki tampan sekalipun.
"Dia kakakku",jawab Kaila dengan pandangan menunduk.Kaila memang berniat menceritakan segalanya pada Sely,tapi bukan sekarang.Kaila hanya ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu.
"Ya Ampun Kai!Dia beneran Kakakmu?Tampan sekali dia!Tapi tunggu dulu Kay!Karena dia telah membuat sahabatku menangis!Penilaianku padanya berkurang sekarang",ujar Sely yang mencoba menghibur Kaila.Tapi sayang,wajah Kaila masih saja terlihat suram.Akhirnya Sely hanya nyengir kuda dan mendesah pelan.Ia membiarkan bahunya di jadikan tempat bersandar Kaila.Disana Kaila menangis sepuasnya.
Setelah sedikit tenang,Sely segera mengajak Kaila ke kelas bersamanya.
*******
"Jalan Do!",titah Rama usai ia sampai di dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari kampus Kaila.
__ADS_1
Edo nampak mengernyit melihat wajah bosnya yang tampak gusar dan kusut.Edo berharap Kaila tidak menjadi sasaran kemarahan bosnya yang mudah pemarah tersebut.
"Kaila kenapa Bos?Tidak terjadi sesuatu kan dengannya?",tanya Edo penasaran.
"Jangan bicara tentang Kaila lagi!Aku tak ingin mendengar namanya lagi di telingaku",jawab Rama berapi-api.Ia menggaruk rambutnya yang tidak gatal berulang-ulang hingga benar-benar membuat Edo makin penasaran dibuatnya.Rama tak bisa menceritakan masalahnya pada Edo karena ia tahu persis bagaimana perasaan Edo pada Kaila.
'Aneh benar Pak Bosku yang satu ini tadi saja ia penasaran dengan sikap Kaila yang dingin padanya dan sekarang hanya dalam hitungan menit,tiba-tiba penilaiannnya telah berubah',batin Edo yang belum begitu paham akan mood bosnya yang sering berubah sewaktu-waktu tersebut.
Sepanjang perjalanan,mereka berdua hanya saling terdiam.Rama mengalihkan pandangannya pada keramaian jalan yang ia lewati sepanjang perjalanan.
"Aku mencintaimu Kak",
"Aku cinta Kak Rama semenjak kita bertemu",
Semua kata-kata yang terlontar dari mulut Kaila seolah menari-nari dalam benaknya.
__ADS_1
'Dasar gadis bodoh!Siapa yang mengijinkannya menyukaiku?',batin Rama gusar.Ia berdiri.Tangannya terkepal di udara,hendak meninju dinding yang terbuat dari kaca didepannya.Namun,ia urungkan karena tak ingin membuat kehebohan di kantornya sendiri.
Seketika,Rama terkejut karena ada dua buah tangan yang melingkar di perutnya.
"Kaila",ucap Rama tanpa menoleh kebelakang.
"Kaila????Kau menyebut namaku Kaila sayang?",cebik Andara tak terima.
Rama membalikkan tubuhnya dan terkejut saat didepannya ada Andara.
"Maaf Andara!Aku pikir kamu....",ucap Rama tertahan.
"Apa gadis jelek itu sering menggodamu saat di rumah Sayang?Aku tak terima!Aku akan membuat perhitungan dengannya",geram Andara seraya meraih tasnya yang ia letakkan di meja kerja Rama.
"Jangan macam-macam Andara!Cemburumu tak beralasan!Aku tak mungkin menyukainya!Lagi pula aku akan mempercepat pernikahan kita!Dan kita akan pindah ke apartemen baruku",hibur Rama agar Andara tak menyakiti Kaila.Entah kenapa,saat berdekatan dengan Andara sekarang terasa hambar.Tak senyaman saat bersama Kaila.
__ADS_1