
"Kenapa dengan jantungku ini?Kenapa aku tak suka saat melihat Kaila menangis?Bahkan,aku sangat ingin memeluknya di saat dia sedang terpuruk seperti ini?",ucap Rama lirih seraya menekan dadanya kuat-kuat.Rupanya dadanya bergemuruh saat ini.Jantungnya melompat-lompat saking bahagianya bisa sedekat tadi dengan Kaila setelah beberapa waktu ini mereka saling menghindar.
Entah kenapa,nama Kaila sudah bersemayam dalam salah satu relung sudut hatinya.Hanya dengan melihat wajahnya saja,perasaannya sudah setenang oase di gurun pasir.
Bahkan sejujurnya,Rama sudah tak mempermasalahkan lagi fisik Kaila bila memang dia benar-benar mencintainya.Rama akan menerima Kaila dengan sepenuh hati karena rasa nyaman ini hanya ia rasakan saat bersama dengan Kaila.
Lalu bagaimana dengan Andara?
'Ah mana mungkin kamu mencintainya?Wanitamu hanya Andara Rama!Hanya Andara!Wanita nyaris sempurna yang selama ini kamu puja',sanggah Rama dalam hati.Saat ini memang batin Rama sedang bergejolak dengan dirinya sendiri.
'Tapi kenapa perasaannya terhadap Andara tidak sama seperti saat bersama Kaila?Apakah selama ini perasaan terhadap Andara hanya karena ingin memiliki saja?Bukan karena cinta?'
'Argghhhh....Sial',Rama mengutuk dirinya sendiri karena tak mampu menyelami perasaannya dengan baik.
"Baby kamu disini?",Rama terlonjak kaget begitu melihat Andara sudah disampingnya.Wanita yang kini memakai dress mewah ini sedang menepuk bahunya.
"Ehm...I ya",jawab Rama gugup.
__ADS_1
"Ada masalah?",tanya Andara lagi.Gadis itu menatap Rama dengan penuh curiga karena saat ini kekasihnya ada di depan pintu Kaila.
"Tidak",jawab Rama singkat
"Lalu kenapa kamu ada di sini Beib?Di depan kamar Kaila?",tanya Andara cemberut.Sungguh Andara merasakan perubahan sikap Rama dalam beberapa hari terakhir ini.Dimana Rama juga sering melamun dan berbicara sendiri seperti saat ini.
Rama terkejut dengan pertanyaan Andara.Ia bahkan memijit pelipis di keningnya yang sudah terasa berdenyut.Ia harus mencari alasan yang tepat karena ia tidak ingin Andara merajuk.
"Aku hanya khawatir pada Kaila karena tadi wajahnya pucat",jawab Rama yang hanya mendapat jawaban 'Owh' dari Andara.
Namun,kali ini Andara menolak.Ia ingin berbicara dengan Kaila.Untuk itulah ia memberi alasan ingin meminjam minyak wangi pada Kaila.
Awalnya Rama tak mengijinkan Andara berbicara empat mata dengan Kaila,karena ia tahu kekasihnya tersebut sama sekali tak menyukai Kaila.Namun,karena Andara lihai dalam mencari alasan,akhirnya Rama mengalah dan membiarkan Andara bertemu dengan Kaila.
Tok...tok...Tok
Kaila yang sebelumnya ingin beristirahat,terpaksa beranjak dari ranjangnya untuk membukakan pintu.Dalam benaknya,Ramalah yang ingin menemuinya.Karena selama ini Rama tak suka diperintah.
__ADS_1
"Kak Ram....",kedua mata Kaila membola saat melihat Andara sudah berada di depannya.
"Kau....",Kata Kaila selanjutnya.
"Iya aku!Kau pikir siapa?Hem?",jawab Andara dengan nada mengejek.Raut kebencian tercetak jelas di wajah Andara.
"Aku ingin bicara berdua denganmu",dengan tidak sopan Andara menyerobot masuk ke kamar Kaila dan mengunci kamar Kaila hingga hanya ada dirinya dan gadis yang dibencinya itu di ruangan tersebut.
Kaila terpaksa mengikuti kemauan Andara.Ia tidak ingin memancing keributan dengan calon kakak iparnya tersebut
"Kau ingin bicara apa denganku?",tanya Kaila seraya menatap tajam pada wanita yang ada didepannya.
"Jauhi Rama!Aku sama sekali tidak suka kamu menggoda calon suamiku",tegas Andara dengan menekankan kata calon suami agar Kaila tahu posisinya sekarang.
"Lagi pula apa kamu tak punya rasa malu sedikitpun,kamu ini sudah diangkat dari lumpur,tapi masih juga belum puas kan?Dasar wanita serakah?",umpat Andara pada Kaila dengan emosi.
Kaila berupaya tenang,agar tak terpancing kata-kata Andara yang menusuknya.
__ADS_1