
"Kay!Terima kasih karena telah mau menerimaku menjadi kekasihmu!Aku janji tidak akan pernah mengecewakanmu",ujar Rama sungguh-sungguh.Tangannya masih posesif memeluk pinggang Kaila.Kepala gadis itu ia letakkan di atas dada bidangnya.Rasanya tak ada hari yang lebih terasa bahagia kecuali hari ini.Saat itu mereka berdua sedang menunggu matahari tenggelam di tepi pantai.
"He em",Kaila hanya mengiyakan ucapan Rama.Tapi pikirannya masih berkeliaran kemana-mana.
Sebenarnya Kaila masih merasa canggung dengan perubahan Rama.Apalagi pernyataan cintanya,Kaila juga belum percaya 100%.
Ia masih ingat betul bagaimana Rama pernah menghardiknya dan terus menerus protes mengenai bentuk tubuhnya di awal perjumpaan mereka.Untuk itulah Kaila tak ingin berharap lebih.Meskipun Rama telah menyatakan cinta padanya.Ia hanya merasa Rama menjadikannya pelarian usai putus dari Andara.Selain itu,kedatangan Andara yang tiba-tiba marah kepadanya juga membuatnya merasa bersalah.Walaubagaimanapun,ia juga tidak tega bila harus menyakiti wanita lain demi kebahagiaannya sendiri.
Untuk itulah,Kaila masih merasa ragu untuk menerima Rama.
Rama menggenggam hangat jemari Kaila,memindai wajah gadis yang ada di sampingnya yang rupanya tak sedang fokus dengan dirinya.
Dulu,ketika bersama Andara Rama akan mendapat perhatian full dari gadis yang dipacarinya beberapa tahun tersebut.Namun,kali ini Kaila malah mendiamkannya.
"Ada apa Kay?Kamu sedang memikirkan sesuatu?",tanya Rama pada Kaila yang tampak sedang melamun.
"Tidak Kak!Aku hanya gugup saja karena belum terbiasa sedekat ini dengan Kak Rama",bohong Kaila.Ia tidak mungkin mengeluarkan ketakutan dan juga keraguannya pada perasaan Rama.
"Kamu meragukan perkataanku Kay?",tanya Rama yang seolah tahu apa yang dipikirkan Kaila.
__ADS_1
Deg,
Kaila sama sekali tak menyangka kalau Rama bisa membaca pikirannya.
Cup,
Rama mengambil ciuman pertama dipipi Kaila untuk membuktikan perasaannya.
Blush....
Kaila merasa tersipu,karena tindakan spontanitas Rama.Jujur,itu adalah ciuman pertama Kaila.
Kaila lekas menggeleng danlangsung menutup bibirnya dengan kedua tangannya.Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian karena disana juga masih banyak pengunjung lain disekitar mereka.
"Ha ha ha kamu lucu Kay!Aku hanya bercanda!Dan kamu menganggapnya serius",tawa renyah Rama membuat Kaila merasa tertegun.Rupanya pesona ketampanan Rama sangat luar biasa di matanya.Bahkan tanpa Rama sadari,banyak pasang mata yang iri dengan hubungan mereka berdua.Kaila tetap merasa rendah diri dan merasa tidak pantas untuk Rama.Ia merasa Rama yang sempurna takkan pernah bisa sejajar saat bersamanya.
"Lucu kenapa?Aku sedang tidak melawak",gumam Kaila yang masih mampu didengar oleh Rama.
Menyadari gadisnya terdiam,Rama pun segera menghentikan tawanya.Ia tidak ingin Kaila salah paham dengannya.
__ADS_1
"Kay berjanjilah jangan pernah pergi dariku seberat apapun permasalahan kita nanti",pinta Rama sungguh-sungguh.Ia menatap bola mata milik Kaila.
"Aku tidak tahu Kak",jawab Kaila tanpa ekspresi.
"Kenapa?",
"Karena aku merasa tak pantas untukmu Kak!Kamu terlalu sempurna untukku",jujur Kaila dihadapan Rama.
"Oh ya Ampun Kay!Kenapa kamu masih berpikir seperti itu!Bukankah aku telah mengatakan kalau aku mencintaimu dengan tulus!Tak masalah bila kamu gendut atau apalah itu!Yang terpenting bagiku adalah aku merasa nyaman denganmu",ujar Rama menjelaskan pada Kaila dengan lembut.
Kaila segera menghambur ke pelukan Rama.Ia meminta maaf pada Rama karena keraguannya ini.
"Maafin aku Kak!Tapi aku masih belum percaya kalau Kak Rama menyukaiku",kata Kaila diselingi dengan isak tangisnya.
Rama membelai rambut Kaila dengan lembut,berupaya menenangkan gadis tersebut.
"Tak apa Kay!Aku akan membuktikannya agar kamu bisa percaya penuh kepadaku",jawab Rama seraya menghapus air mata itu dari pipi Kaila dengan ibu jarinya.
"Sungguh?",Kaila mendongak ke arah Rama.
__ADS_1
Rama mengangguk pasti ke arah Kaila.