
Andara berupaya mendekati Kaila untuk menyakiti gadis tersebut meskipun Rama selalu ada didekat Kaila.Tangannya mengepal kuat,emosinya meluap-luap karena menurutnya semua ini adalah salah Kaila dan siap melayangkan tamparan pada Kaila,tapi tentu saja di berhasil ditangkis oleh Rama.
"Andara!Apa yang kamu lakukan?",bentak Rama saat Andara berupaya menyerang Kaila.
Sementara Kaila hanya mundur teratur dari tempat berdirinya semula.Menjadikan tubuh Rama sebagai tameng saat Andara hendak menyerangnya,karena kakinya sedang sakit.Dan ia tidak mungkin bisa melawan Andara saat kondisinya seperti ini.Alhasil,ia hanya mampu mencengkram bahu Rama kuat-kuat dan berada di belakang Rama saat menghadapi kemarahan Andara.
Andara tersenyum mengejek ke arah Kaila.Gadis itu makin yakin kalau keputusan Rama ini pasti karena Kaila.Kebencian Andara makin terlihat sekarang.
Sungguh,Kaila sama sekali tak habis pikir akan ada pertengkaran hebat di sini.Ia juga syok saat ia mendengar kalau hubungan Rama dan Andara telah berakhir.Bukankah pesta pertunangan mereka berdua tengah sedang dipersiapkan?Tapi kenapa tiba-tiba mereka bertengkar?Dan mengatakan putus?
'Ada apa ini?',batin Kaila saat ia berada di situasi semacam ini.Banyak pertanyaan yang berputar di kepalanya.Tapi belum mampu ia tanyakan pada Rama.
"Kenapa?Kamu masih saja membela gadis ingusan ini dari pada aku kekasihmu?Apa kamu tidak tahu Rama bagaimana hancurnya hatiku saat ini?Dan kamu malah enak-enakan berdua dengan ****** ini setelah memutuskan hubungan denganku?Aku tak menyangka kamu bisa setega itu!",teriak Andara meluapkan emosinya yang sudah tak dapat ia tahan pada Rama.
__ADS_1
"Jangan melempar kesalahan pada orang lain bila tak mau menyesal di kemudian hari!Aku memutuskanmu bukan karena Kaila,tapi karena sikap burukmu sendiri yang telah kamu pertontonkan padaku sebelum kita menikah.Jadi ini sama sekali bukan salah Kaila",balas Rama yang membuat Andara kalah telak.Saat ini,Rama sedang menunjukkan Aura mematikan yang ia miliki pada Andara hingga nyali gadis itu menciut.
"Kamu benar-benar tega Rama!Aku menyesal telah jatuh cinta sama kamu!",pekik Andara sebelum ia berlalu dari hadapan Rama.
Rama yang sudah muak dengan Andara tak membalas perkataan Andara.Ia cukup puas karena wanita itu telah meninggalkan mereka berdua di tempat ini.
Sepeninggal Andara,Rama segera menoleh kebelakang.Ia menatap Kaila yang masih menunjukkan ekspresi bingung dengan kejadian barusan.Rama kemudian memegang tangan Kaila,dan mengajaknya mengelilingi pantai itu kembali dan mencari tempat duduk ternyaman untuk melihat terbenamnya matahari di pantai tersebut.
"Apa Kak Rama dan Kak Andara putus?Sejak kapan?",Kaila mulai mengeluarkan pertanyaannya yang bersarang di otaknya semenjak kedatangan Andara tadi.
"Iya",jawab Rama santai.
"Kenapa?",tanya Kaila penasaran.
__ADS_1
"Karena aku tak benar-benar mencintainya!Aku baru sadar beberapa hari ini",jawab Rama seraya menatap tajam manik mata milik Kaila.
"Benarkah?",
"Iya!Aku juga telah mengatakan pada orang tua kita kalau pertunangan ini batal!",Jawab Rama serius.
"Tapi kenapa Kak?Apa Kak Rama tidak kasihan pada Kak Andara tadi yang begitu kecewa pada keputusan Kak Rama yang mendadak?",tanya Kaila lagi dengan mimik wajah yang mulai berembun.Walau bagaimanapun,Kaila tetap merasa kasihan melihat Andara yang begitu kecewa seperti tadi.Ditambah lagi,Andara juga beranggapan kalau karena dirinyalah Rama memutuskan pertunangan mereka.
"Kamu masih memikirkan orang yang telah jahat padamu Kay?",protes Rama pada Kaila karena menurutnya Kaila terlalu baik pada semua orang.
"Kaila ada hal serius yang ingin aku bicarakan padamu",tambah Rama saat Kaila masih saja terdiam di tempat duduknya.
"Hem...Apa?",tanya Kaila.
__ADS_1