GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Pertolongan Sely


__ADS_3

Sely terpaksa mengantar Dika ke rumah orang tuanya karena Dika benar-benar sudah tak sadar sepenuhnya karena mabuk berat.Selama perjalanan,Dika tak henti-hentinya merancu dengan menyebut nama Kaila.


"Kay....Kamu sekarang bahagia kan?Tapi kenapa,aku sangat kehilangan kamu Kay....Aku sayang sama kamu...Bahkan semenjak kita bertemu...Perasaanku ga main-main Kay....Sampai sekarang rasanya dadaku masih sesak karena penuh dengan nama kamu",kata Dika dalam tidak kesadarannya.Sementara Sely yang kini berada di sampingnya hanya bisa menghela nafas panjangnya saja dengan rasa prihatin yang cukup tinggi.Karena tak bisa menyetir,terpaksa Sely meninggalkan mobil Dika di Club malam tersebut,sedangkan ia lebih memilih mengantar Dika dengan naik taksi.


Seandainya Dika mau melihatnya sedikit saja,mungkin ia akan berupaya lebih keras lagi agar Dika bisa sedikit melupakan Kaila.


"Dik kamu harus bisa melupakan Kaila....Itu hanya akan membuatmu sakit hati Dik...Aku mohon",lirih Sely dengan isak tangisnya yang tertahan diudara.Jujur,rasanya begitu sakit saat melihat orang yang kita cintai menderita seperti ini.Dan mengharapkan wanita lain,yang notabenenya adalah sahabatnya sendiri.Seandainya saja Kaila masih sendiri,tentu ia akan meminta Kaila,bahkan bersujud agar sahabatnya itu menyerahkan hatinya pada Dika.Namun sayangnya,ia tidak bisa melakukannya karena Kaila pun juga telah memiliki pasangan sejatinya,yakni Rama.


Sesampainya ditempat tujuan,Kaila meminta pada Pak Supir taksi yang mereka tumpangi agar memapah Dika ke rumahnya,tentunya dengan dirinya.

__ADS_1


Tok tok tok,Sely mengetuk pintu saat mereka telah tiba di gagang pintu utama milik Dika.


Kreek,seorang wanita paruh baya tampak membuka pintu tersebut.


"Ya Allah Dika....Kamu kenapa Nak?",tanya Mirna,ibu dari Dika.Mirna sangat panik begitu melihat putranya yang terlihat acak-acakan dan mabuk berat seperti ini,bahkan bisa dikatakan kalau Dika sedang berada dalam fase setengah sadar.


"Oh....Makasih Nak mau mengantar anak saya pulang...Tolong papah Dika hingga ke sofa sana ya",pinta Mirna dengan intonasi lembut.Netra Mirna memindai sosok perempuan yang terlihat kalem didepannya ini.Jadi tidak mungkin bila wanita ini yang mengajak Dika ke tempat yang dilarang agama tersebut.


Sely mengangguk.Dengan masih dibantu Pak Supir,Sely membawa masuk Dika menuju ke sofa yang telah di tunjuk oleh Mirna.Ia juga melepaskan alas kaki pada Dika agar lebih nyaman saat tertidur.

__ADS_1


Usai membawa Dika ke sofa,buru-buru Sely menyerahkan selembar uang berwarna merah dan mengucapkan terima kasih banyak karena telah membantunya memapah Dika.


"Kamu siapanya anak saya Nak?",tanya Mirna saat melihat Sely yang begitu perhatian pada putranya.Selama ini,belum pernah ia melihat Dika membawa perempuan ke rumah.


"Perkenalkan saya Sely Tante...Saya adalah teman Dika di kampus.Tadi saya tidak sengaja melihat Dika seperti ini di Club tadi",ujar Sely seraya mengulurkan tangannya pada wanita paruh baya dihadapannya ini.


" Mirna",jawab Mirna dengan menyunggingkan senyum terbaiknya pada gadis itu.


Sambil mengobrol,keduanya pun merawat Dika yang masih tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2