
Meninggalkan Andara sendirian,Rama lebih memilih pulang lebih awal dari biasanya.Ia melimpahkan semua pekerjaannya pada Edo.Dan Rama pulang sendirian,tanpa di temani oleh supir pribadinya.
Saat melewati kampus Kaila,Rama tiba-tiba menghentikan mesin mobilnya.Kerinduannya terhadap gadis itu sudah memuncak sejak beberapa hari yang lalu.Beberapa masalah terakhir membuatnya harus berjauhan dengan Kaila.Kini,ia merasa lega karena ia telah memilih keputusan yang tepat.
Tangan Rama menyentuh dadanya dan bergumam sendirian.
'Seandainya kamu tahu Kay tentang apa yang aku rasakan saat ini!Kamu pasti akan menertawakanku saat itu juga karena telah menolakmu saat itu",gumam Rama seraya menatap lekat gerbang kampus Kaila.
Bayangan wajah Kaila ketika menangis saat ia tolak dahulu kini malah menjadi bumerang untuknya saat ini.
Dengan berjalan gontai,Rama mencoba keluar dari mobilnya.Namun,saat mengetahui Kaila ada kelas,Rama lebih memilih menunggunya terlebih dahulu di luar kampus,tepatnya di bangku taman kampus.
Lima jam kemudian,
"Kay kamu ga mampir lagi di kosanku!Mampir yuk Kay!Aku traktir nanti",ujar Sely saat keluar kelas bareng Kaila.
"Enggak Sel soalnya aku belum ijin sama Mama!Entar dicariin lagi",jawab Kaila seraya tersenyum.
"Owh ya udah!Tapi besok mampir ya!Sepi tahu ga di kosan sendirian",pinta Sely dengan wajah memelas.
__ADS_1
"He em!Besok aku ijin dulu ya sama Mama Agatha!".balas Kaila santai.
Di saat yang bersamaan ada seorang mahasiswa yang menabrak Kaila dari belakang hingga beberapa buku yang dipegang Kaila jatuh ke lantai.Kaila pun terpelanting ke jubin lantai hingga kakinya terasa perih.
"Auwh....",desis Kaila saat kakinya terkilir karena ulah pemuda tersebut.
"Eh apa-apaan sih lo!Sengaja ya nabrak sahabat gue?",teriak Sely pada pemuda yang menabrak Kaila barusan.Bukannya segera membantu sahabatnya,Sely yang terlanjur emosi malah lebih memilih memarahi pemuda yang menabrak Kaila tersebut.
"Maaf Nona saya tidak sengaja",jawab pemuda itu tulus.
Pemuda tersebut bernama Dika.Ia juga mahasiswa baru seangkatan dengan Kaila dan juga Sely.Seorang pemuda yang sangat tampan,memiliki kulit putih bersih dan memiliki otot-otot yang kuat karena sering berolahraga.
"Nona mari saya bantu!Maafkan atas kecerobohan saya tadi",ucap pemuda itu dengan lembut tanpa memperdulikan omelan Sely yang masih terus berlanjut.
Kaila yang masih terduduk di lantai,hendak menerima uluran tangan dari Dika tapi di cegat oleh seseorang.
"Tunggu Kay",teriak Rama yang menghentikan gerakan Kaila dan pemuda yang tak dikenalnya dari kejauhan.Ketiganya membola ke arah suara yang berteriak memanggil Kaila tersebut.
"Kak Rama",lirih Kaila.Ia terkejut dengan kedatangan Rama yang tiba-tiba.
__ADS_1
Rama berlari cepat dan mencoba mengikis jaraknya dari Kaila.
Dengan sekali gerakan,Rama segera menggendong tubuh Kaila yang lumayan berat ala bridal style dan mengangkatnya menuju ke mobil.
Kaila yang mendapat perlakuan seperti itu begitu terpaku.Bahkan mulutnya tak mampu berucap sepatah katapun,termasuk hanya berpamitan pada Sely,sahabatnya.
"Turunkan aku Kak!Berat pasti",kata Kaila berupaya membujuk Rama.Ia tahu dan sadar diri kalau bobot tubuhnya tidak sedikit.Yah,angka timbangan berat badannya saat terakhir adalah 70 kg dengan tinggi badan 150 cm.
Rama tak menghiraukan Kaila.Ia tetap menggendong Kaila tanpa beban,bahkan mungkin seperti kapas.
Adegan tersebut tentunya menjadi pusat perhatian di kampus Kaila.Beberapa mahasiswa yang pernah mencibir Kaila sungguh tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat itu.
Mereka begitu terpukau dengan hal yang barusan mereka lihat.Bagaimana mungkin pemuda perfect seperti Rama mau menggendong Kaila.
Sedangkan Sely juga begitu kagum dengan Rama.Kini ia merasa kalau perasaan sahabatnya bukanlah perasaan sepihak.Mungkin Rama juga memiliki perasaan yang sama dengannya,tebak Sely.
Wanita itu tersenyum tipis dan mendoakan kebahagiaan Kaila.
'Semoga kamu bahagia Kay setelah ini',doa Sely dalam hati.
__ADS_1