
Setelah menjalani diet dalam rentang waktu dua belas bulan,usaha Kaila mulai menampakkan hasil.Dengan dibantu Sely dan juga Mama Agatha,Kaila mulai dikenalkan dengan berbagai olah raga seperti fitness,senam dan aerobik guna mempermudah penurunan berat badannya.Dokter gizi juga menyarankan agar Kaila mengurangi konsumsi nasi dan memperbanyak buah dan sayuran.Dan kini setelah melewati ujian yang panjang,perjuangan Kaila akhirnya benar-benar berhasil.Kini berat badannya sudah mendekati normal.
Awalnya Rama memang tak setuju dengan niat Kaila.Namun,seiring dengan berjalannya waktu dan atas bujukan dari Kaila dan juga Agatha,rupanya membuat Rama luluh juga.Ia mengijinkan Kaila menjalani diet asalkan Kaila tetap sehat dan nyaman.
"Kay....Kamu cantik sekali Sayang",puji Agatha saat melihat penampilan Kaila yang baru.Saat itu Kaila mengenakan tunik blouse berwarna cream dengan celana jeans yang pas ditubuhnya,membuat Rama serta keluarganya terpana saat melihatnya.
"Ah Mama bisa aja",jawab Kaila dengan tersipu malu.
"Rama,kamu harus segera meminang Kaila!Kalau tidak bisa-bisa Kaila dilamar duluan oleh cowok lain",ujar Agatha yang sengaja memanasi putranya.Ia begitu paham kalau sebenarnya Rama sudah ingin memperistri Kaila,namun karena keinginan Kaila untuk menikah setelah lulus kuliah,hingga membuat Rama menunda harapannya.
Rama yang sedari tadi memperhatikan wajah Kaila,kini beralih ke arah Mamanya.
"Masih kurang tiga tahun lagi Ma",jawab Rama kurang semangat yang membuat Agatha dan Hery terkikik geli dalam hati mereka.
"Kenapa sih kamu ini?Pacar sudah berubah bukannya seneng malah sewot kayak gitu?",protes Agatha pada putranya saat menyadari mimik wajah Rama yang kurang suka melihat perubahan Kaila.Padahal,Agatha tahu betul bagaimana usaha Kaila yang besar selama ini untuk menyenangkan Rama.
"Sudah belum Kay sarapannya?Ayo kita berangkat",Sekali lagi Rama menghindari pertanyaan dari mamanya.
Rama malu mengatakan kalau ia takut Kaila dilirik oleh laki-laki di kampusnya.Oleh karena itulah selama ini Rama sengaja bersikap sedikit cuek dan kurang mendukung diet Kaila.
__ADS_1
"Ehm udah Kak",Kaila segera meletakkan gelas yang berisi jus sebagai sarapan paginya.
"Ayo",Rama menggandeng tangan Kaila dan mulai berpamitan pada orang tuanya.
"Maaf Ma!Aku ada meeting pagi",ucap Rama agar Agatha tak kecewa padanya karena tidak menjawab pertanyaan beliau tadi.
"Hati-hati dijalan Sayang",pesan Agatha pada kedua anaknya.
"Iya Ma",jawab Kaila dan Rama hampir bersamaan.
Keduanya lantas berjalan beriringan hingga teras halaman rumah.Disana Pak Beni sudah menunggu keduanya dan siap mengantarkan mereka berdua.
"Iya Kak",
"Bagaimana penampilanku hari ini Kak?Kak Rama suka kan?",tanya Kaila karena belum mendengar pendapat Rama.
"Biasa saja",bohong Rama padahal dalam hatinya ia begitu mengagumi kecantikan Kaila.Perasaan takut dan khawatir bila Kaila berpaling darinya begitu besar.Apalagi dalam beberapa minggu ini,Dika selalu mencari alasan untuk mendekati Kaila.
"Owh.. Aku kira Kak Rama suka",kata Kaila seraya membuang napas beratnya.Ia sedikit kecewa dengan pendapat Rama yang selalu berbeda dengan penilaian orang tuanya,Sely dan juga Rania.
__ADS_1
"Nanti sore pulang seperti biasa kan?",
"Iya Kak",
"Tunggu disini!Aku akan menjemputmu!Ingat Kay...Jangan pernah bicara yang ga penting sama cowok di kampusmu",pesan Rama yang selalu posesif.
"Iya Kak!Kak Rama juga jangan jelalatan sama sekretarismu yang sok seksi itu",ujar Kaila karena berulang kali Rama terus mengingatkannya.
Cup,
Rama mengecup singkat pipi Kaila.
"Aku tidak akan berpikir tentang wanita lain bila di hatiku hanya ada dirimu seorang",jawab Rama serius.
"Dasar gombal",
"Aku serius Kay",tegas Rama
"Iya Kak!",jawab Kaila patuh.
__ADS_1