GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Permohonan Maaf


__ADS_3

"Kau ini Kai digertak dikit aja udah mewek!Dasar cengeng!",canda Rama saat melihat embun di pipi Kaila yang basah.Tangannya berupaya untuk menggapainya,namun di urungkan sebab karena dirinyalah Kaila menangis.Rama merasa menyesal karena telah bersikap kasar pada Kaila selama ini.


"Maaf Tuan saya tidak sengaja menangis",ucap Kaila seraya menyapu cairan bening yang masih sedikit menetes di pelupuk matanya tersebut.Kaila malu karena dihadapan Rama ia malah menunjukkan kelemahannya.Padahal selama ini,ia berupaya keras menutupi kekurangannya itu dari hadapan orang lain,termasuk kerabatnya sendiri.


"Permisi Tuan!Kalau tidak ada pekerjaan,saya ijin ke kamar dulu",Kaila hendak beranjak dari hadapan bosnya,namun Rama malah menghentikan langkahnya.


"Tunggu",seru Rama sebelum kaki Kaila terangkat.


"Ada apa Tuan?",tanya Kaila seraya membalikkan tubuhnya hingga kini keduanya dalam posisi berhadap-hadapan dan sejajar.Kaila merasakan detak jantungnya bergetar tak berirama saat wajahnya berhadapan langsung dengan Rama.


Rama menarik jemari Kaila dan menyuruhnya duduk bersisian dengannya.

__ADS_1


"Ayolah Kai jangan terus berbicara formal lagi padaku!Kau lupa bahwa kita telah berteman?Lagi pula bukankan orang tuaku juga telah mengangkatmu sebagai putri mereka",sahut Rama yang mengingatkan ikrar pertemanan mereka berdua beberapa hari yang lalu.


Kaila terdiam beberapa saat.Ia merasa bingung dengan apa yang dikatakan Rama barusan.Otaknya yang dangkal tak mampu menangkap arah pembicaraan Rama padanya.


"Mulai sekarang biasakan panggil aku Kak Rama!Bukankah kamu sudah memanggil orang tuaku dengan sebutan Mama dan Papa?Mulai sekarang kau ku anggap sebagai adikku",titah Rama melanjutkan perkataannya yang tertunda barusan ,sedang wanita itu masih betah berdiam diri di tempat.


Kaila kembali tercengang dengan ucapan Rama barusan.Secepat itukah perangai Rama bisa berubah terhadapnya.Kaila merasa bahagia karena Rama bisa menganggapnya sebagai adik,meskipun dalam hatinya ada perasaan aneh yang menggelitik ketika bersisian dengan Rama.


"Baik Kak...Saya permisi dulu",pamit Kaila dengan tergagap.Lidahnya masih terasa kelu untuk merubah panggilan itu pada Rama.


"Tunggu Kai!Jangan pergi dulu!",Rama kembali menahan tangan Kaila.

__ADS_1


"Ada apa Kak?",tanya Kaila heran karena Rama memanggilnya lagi.


"Duduklah disini!Mumpung libur aku ingin ngobrol denganmu.Bolehkan?",tanya Rama pada adik angkatnya tersebut.


Kaila hanya mengangguk saat mendengar permintaan Rama.


Lama keduanya terdiam dalam lamunan mereka masing-masing.


"Aku minta maaf karena selama ini aku udah jahat sama kamu Kai!Aku juga telah membuatmu sering menangis karena sering menggertakmu!Aku benar-benar minta maaf!",sesal Rama pada Kaila.Dia benar-benar menyesal atas sikapnya selama ini pada Kaila.


"Kak Rama tak perlu minta maaf!Aku telah memaafkan Kakak sebelum Kakak minta maaf padaku",jawab Kaila lembut.

__ADS_1


"Kamu boleh minta apa aja padaku setelah ini Kai!Bagaimana kalau besok kita ke mall?Kamu belum pernah ke mall kan selama tinggal di disini?",ajak Rama antusias.Namun rupanya,Kaila malah bersikeras menolak.


"Tidak perlu Kak!Aku malah ga nyaman kalau ke mall!Aku ga suka keramaian Kak!",tolak Kaila halus.Ia tidak ingin Rama kecewa terhadap penolakannya.


__ADS_2