
Setelah menjadi istri Rama,Kaila tidak di perkenankan bekerja.Rama hanya memberi tugas yakni mengurusnya saja,baik itu untuk keperluan lahir maupun batin.Meski pada awalnya menolak,namun karena bujukan Agatha,akhirnya Kaila mau menerima saran dari suaminya.
"Sayang,nanti makan siang di kirim ke kantor seperti biasa ya",pinta Rama saat Kaila tengah sibuk mengikat dasinya.
"Mau dimasakin apa Kak?",tanya Kaila mendongak ke arah suaminya.
"Apapun yang kamu masak pasti terasa istimewa di lidahku",kata Rama dengan senyum menggoda.
"Ya udah nanti aku antar ya",jawab Kaila yang membuat Rama mengangguk puas.
Cup,
Kembali Rama mengecup kening istrinya lama.Ini telah menjadi kebiasaan baru Rama usai menikah dengan Kaila.
"Yuk kita turun!Mama dan Papa pasti udah nungguin kita!",ajak Kaila pada suaminya.Ia merasa tidak enak bila kedua orang tua mereka menunggu mereka terlalu lama.
Rama meraih tangan Kaila dan menggenggamnya,mereka turun ke bawah di iringi dengan candaan.
"Selamat pagi Ma,Pa",ujar Kaila saat mereka tiba di meja makan.Ucapan Kaila tentu hampir serentak dengan Rama.
"Selamat pagi Kay,Rama!",jawab Agatha dengan tersenyum riang.
"Rama setelah sarapan ada yang ingin Papa sampaikan",ujar Hery dengan raut wajah serius.Agatha memang melarang suami dan anaknya membicarakan masalah kantor dan pekerjaan selagi mereka makan.
__ADS_1
"Iya Pa",sahut Rama santai.Rama menoleh ke arah istrinya yang sedang mengambilkan nasi dan lauk untuknya.
"Ini Kak",Kaila menyodorkan sepiring nasi beserta ayam goreng kesukaan Rama.
"Terima kasih Sayang",ucap Rama lembut.Sekilas,Rama memperhatikan raut wajah Kaila yang sedikit pucat dari biasanya.
"Kay...Mama perhatikan wajahmu sedikit pucat Nak",celetuk Agatha yang membuat Rama memegang dahi Kaila.Apa yang dikhawatirkannya rupanya benar.
"Kamu sakit Sayang?",tanya Rama serius.
"Enggak Kak...Cuman sedikit pusing",jawab Kaila.
Saat Kaila hendak menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya,ia merasakan perutnya terasa diaduk-aduk.
Hoek....Hoek.....
Kaila memuntahkan semua isi perutnya di wastafel kamar mandi.Rama yang tadi sengaja mengikutinya,segera memijak tengkuk istrinya dengan lembut.Rama juga menyiram wastafel itu hingga bersih.
"Sayang,kita ke dokter aja ya!",ajak Rama yang khawatir dengan keadaan istrinya.
"Iya Nak,sebaiknya ikuti saja permintaan suamimu!Mama rasa kamu sedang hamil Sayang...",ujar Agatha yang rupanya juga mengikuti Rama.
"Hamil???",pekik Rama dan Kaila kaget.
__ADS_1
"Dugaan Mama sih kamu sedang hamil Sayang...Tapi untuk memastikan kamu bisa langsung periksa ke dokter",jawab Agatha dengan mengelus surai atas milik Kaila dengan lembut.
Rama pun dengan antusias,segera memeluk istrinya dengan erat,tangannya mulai mengelus perut istrinya dengan lembut.Perasaannya begitu membuncah.Mungkinkah,ia akan segera menjadi ayah?Pertanyaan-pertanyaan itu mulai muncul di benak Rama.
"Ayo Sayang kita ke dokter...Aku tidak sabar menunggu hasilnya",ujar Rama tak sabar.
*********
Hampir dua bulan di desa,membuat Sely sedikit merindukan kota.Tidak hanya itu,ia juga rindu dengan Kaila dan juga Dika.Meskipun,ia dan Kaila berjauhan,namun hampir tiap hari ia dan Kaila terus berkomunikasi menggunakan telfon.
"Kenapa melamun Sel?Kamu mulai ga betah ya tinggal disini?",tanya Bu Tari,ibu dari Sely.
"Mungkin dia lagi kangen pacarnya Bune",celetuk Pak Karim,Bapak Sely dengan nada guyonan.
"Ih apaan sih Bapak sama Ibu ini...Sely betah kok disini.Bukankah dulu Sely juga lahir dan di besarkan di desa ini",jawab Sely dengan serius.Jujur ia bahagia dengan kehidupannya saat ini.Namun,bayang-bayang Dika selalu menghantuinya.Selama ia tinggal disini,ia belum pernah berkomunikasi dengan Dika.Sely memang sengaja melakukannya,karena ia merasa sulit melupakan Dika.
"Kalau Mbak Sely suntuk,kapan-kapan ajak main aku ke pasar to Mbak biar ada sedikit hiburan",kali ini suara cempreng Sherly mulai menggema hingga orang tuanya sedikit tertawa melihat tingkah kedua putrinya.
Sely memang sudah bekerja sebagai pegawai kecamatan.Karena dulu pernah magang didesanya,hingga dengan mudah ia diterima di tempat kerjanya yang sekarang.
"Kamu itu Sher...Pinter banget ngerayu Mbakmu ini....Mau beli apa di pasar?",tanya Sely pada adiknya itu.Meskipun kadang sedikit menjengkelkan,namun Sely sangat menyayangi adiknya yang saat ini sudah kelas 3 SMA itu.
"Baju aja Mbak....Kalau Mbak ada uang he he",jawab Sherly cengengesan.
__ADS_1
"Ya udah besok minggu pas Mbak libur kita ke pasar",jawab Sely yang membuat adiknya tersenyum bahagia.