
Tiga Setengah Tahun Kemudian,
Tak terasa waktu perkuliahan Kaila hampir berakhir.Dalam waktu tiga setengah tahun ini,Kaila berupaya fokus dengan studynya agar ia segera lulus dari kuliahnya.
Agatha,Hery dan Rama sangat bangga pada Kaila.Karena nilai akademiknya selalu memuaskan di mata mereka.Pun,dengan kecantikan Kaila yang tiap hari semakin bertambah,karena Kaila juga mengikuti perawatan wajah bersama Agatha.
"Hay Kay",sapa Dika yang entah keberapa ratus kali pada Kaila.Namun,selalu di hindari oleh Kaila.
"Hai Dika,maaf aku harus ke kelas",jawab Kaila yang berupaya selalu menghindar.Ia tidak ingin Rama marah ataupun kecewa padanya lagi.Tiap hari ultimatum Rama selalu sama setiap harinya,bahwa ia tidak boleh berbicara dengan lawan jenis kecuali karena mendesak sekali.
Kaila buru-buru ke kelas,meninggalkan Sely yang masih mematung di hadapan Dika.
"Kenapa sih dengan dia?Hanya ingin dekat saja susahnya minta ampun",gumam Dika dengan raut wajah kecewa.Guratan kesedihan tampak di wajahnya yang tampan.
"Kaila tuh takut sama pacarnya Dik....Lebih baik kamu jauhin dia!",nasehat Sely pada laki-laki yang masih termenung dihadapannya.
Selama ini hanya kepada Sely,Dika menyampaikan keluh kesahnya.Juga mengungkapkan kekagumannya pada Kaila semenjak pandangan pertama mereka dulu.
__ADS_1
"Selama janur kuning belum melengkung,aku akan tetap mengejarnya",ujar Dika menyemangati dirinya sendiri.Selama tiga tahun terakhir ini,memang Dika memiliki perasaan berlebih pada Kaila.
"Kenapa sih Dik ga menyerah saja?Kaila itu udah ada yang punya!",bujuk Sely pada Dika yang kekeuh dengan pendapatnya.Sudah sering kali Sely mengingatkan Dika,namun laki-laki itu masih berkeras hati untuk mendapatkan Kaila.
"Kamu pikir ngelupain orang yang diinta itu mudah Sel?Aku tidak akan menyerah sampai dia benar-benar menikah",
"Ya Ampun Dik....Kamu itu ya susah sekali di bilangin!Ya udah aku masuk dulu!Makan tuh cinta buta",gerutu Sely seraya berjalan melewati Dika.Ia berjalan ke kelasnya menyusul Kaila yang terlebih dahulu mendahuluinya.
"Eh Sel aku belum selesai bicara!Aku mau titip ini untuk Kaila",Dika berbalik dan berlari menghampiri Sely yang sudah menjauh darinya.Dika menyerahkan sebatang coklat yang hendak ia serahkan pada Kaila.
"Ah tidak apa!Kalau dia nolak,kamu aja yang makan coklatnya",tawar Dika.
Sely menghentikan langkahnya.Ia terpaksa menerima coklat dari Dika.
"Janji ya",
"Iya Sel!",jawab Dika seraya mengangguk.Ia tersenyum manis pada Sely hingga batin gadis itu menghangat.
__ADS_1
Setelah mengucapkan terima kasih,keduanya berjalan ke ruang kelas masing-masing.
"Nih ada titipan coklat lagi untukmu",ujar Sely pada sahabatnya saat sudah tiba di kelas.
Sudah sering Kaila mendapatkan titapan coklat seperti itu,dan tak pernah sekalipun diterima Kaila.
"Maaf Sel....Tapi....",
"Ya udah untukku saja!Tak usah diterima Kay",ujar Sely seraya memasukkan coklat itu kedalam tasnya.Ia merasa senang karena Kaila menolaknya.Karena itu berarti,coklat itu adalah rezekinya.
"Kamu suka ya Sel sama Dika?",pertanyaan Kaila membuat sahabatnya melongo.
"Ga mungkinlah Say....Aku tuh cuman...",
Kaila nyengir kuda kearah Sely.
"He he he suka juga ga papa kali Sel",tebak Kaila yang membuat wajah Sely memerah.
__ADS_1