
Kaila dan keluarganya melakukan beberapa sesi foto usai wisuda dilaksanakan.Kebahagiaan Kaila terasa lengkap karena saat ini ada suami,sahabat dan juga keluarganya di sisinya.Ini adalah harapan terbesarnya.Tanpa ia sadari,Tuhan rupanya telah menyiapkan kebahagiaan ini kepadanya.Sungguh,ia malu pada dirinya sendiri karena dulu sempat berputus asa dan sempat memikirkan bunuh diri.
"Kenapa melamun Sayang?",tanya Rama saat melihat pandangan Kaila sedikit kosong.Rama menggenggam tangan istrinya dengan lembut dan merapikan anak rambut Kaila yang sedikit berantakan karena tertiup angin.
"Ehm...Tidak Kak aku hanya merasa bahagia saja",jawab Kaila gugup.Pasalnya ia tidak pernah bisa membohongi perasaannya dihadapan Rama.
"Ini hari bahagiamu Sayang...Kamu harus bahagia jangan sedih terus",tutur Rama dengan lembut seraya menjawil hidung mancung milik Kaila.
Hery dan Agatha hanya terkekeh melihat putranya yang sekarang sudah mulai bucin pada Kaila.
"Hai Kai...",seru Sely yang berlari-lari kecil ke arah Kaila.Sely kali ini ditemani oleh kedua orang tuanya.
"Yuk kita foto bareng Kay",ajak Sely yang kemudian segera diangguki oleh Kaila.
"Ma,Pa ini temen aku!Sely namanya",ucap Kaila memperkenalkan Sely pada kedua orang tuanya.Sely tersenyum ramah kemudian menyalami Agatha,Hery dan Rama secara bergantian.Keluarga Sely juga berkenalan dengan keluarga Rama.
"Selamat Kay atas prestasimu",ujar Sely tulus.Ia bangga karena sahabatnya berhasil lulus dengan nilai yang hampir sempurna.
__ADS_1
"Terima kasih Sel...",jawab Kaila dengan diiringi senyuman bahagia.
"Aku pasti akan merindukanmu di desa nanti",kata Sely selanjutnya.Ia mengubah rencananya yang semula ingin mencari pelerjaan di kota,namun kini berubah pikiran ingin kembali ke desa saja.Disana ia akan melamar menjadi pegawai kelurahan atau kecamatan saja karena Sely sempat mendapatkan informasi kalau di desanya sedang di butuhkan perangkat kecamatan ataupun kelurahan.
"Sering-seringlah ke kota Sel...Aku pasti juga akan merindukanmu",jawab Kaila seraya memeluk sahabatnya itu dengan erat.Tentunya ia akan berat berpisah dari Sely.Tapi ia bisa apa kalau sahabatnya telah memutuskan sesuatu.
"Kak Rama aku titip Kaila ya!Jangan sakiti dia apapun yang terjadi",ujar Sely pada suami Kaila yang saat ini sedang fokus menatap mereka dengan lekat.Rama tentunya bisa memahami kedua sahabat tersebut yang akan berjauhan satu sama lain di kemudian hari.
"Tentu!Aku pasti akan menjaganya dengan nyawaku",jawab Rama seraya mengecup punggung tangan milik Kaila.
Selepas mengobrol dengan Kaila dan keluarganya,Sely berniat menemui Dika.Ia ingin pamit pada pemuda tersebut karena entah kapan lagi ia akan bertemu dengan pemuda tampan tersebut.
"Dik",panggil Sely saat Dika sedang asyik bercengkrama dengan keluarga dan juga teman-temannya.
Dika menoleh,dan kemudian ia melangkah ke arah Sely.
"Ada apa Sel?".tanya Dika seraya menatap Sely yang terlihat gugup di depannya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin mengucapkan selamat wisuda dan juga sekalian pamit Dik",tutur Sely dengan gugup dan sedikit malu.Meskipun Dika adalah sahabatnya,tapi rasanya sampai saat ini ia masih sulit sekali untuk mengendalikan perasaannya.
"Mau kemana Sel?",tanya Dika dengan raut wajah serius.
"Mau balik kampung...Aku rencananya mau cari pekerjaan di desa biar bisa dekat dengan keluarga",jawab Sely.
"Owh.....Ya udah hati-hati ya!Semoga sukses disana",ujar Dika yang entah kenapa sebenarnya ia merasa tak rela berjauhan dengan Sely.Selama ini,Sely adalah tempat berkeluh kesahnya.Meskipun belum ada cinta dihatinya,tapi dengan Sely ia merasa lebih nyaman.Apalagi saat patah hati dengan Kaila,Sely lah orang pertama yang selalu menyemangatinya.
"Hem....Kamu sendiri habis ini mau kerja atau lanjut S2 Dik?",tanya Sely sedikit kepo.
"Mau kerja di kantor Papa mungkin sambil lanjut S2",jawab Dika seraya mengamati wajah Sely yang ada dihadapannya.
"Cantik",gumam Dika lirih tapi masih terdengar di telinga Sely.Mungkin selama ini,Dika selalu beranggapan Kaila adalah pusat dunianya,sehingga ia tidak pernah bisa memandang gadis lain selain Kaila.
"Apa???",tanya Sely Ge er.
"Ehm...Enggak",jawab Dika gugup.
__ADS_1