
Seorang laki-laki yang nyaris sempurna terlihat berjalan terburu-buru memasuki restoran yang telah dikirimkan oleh Kaila melalui pesan Whatapp yang diterimanya.Ia berjalan tergesa-gesa karena tak suka kekasihnya bersama Dika.
Ya hanya karena Kaila sedang makan bersama Dika,mampu membuat emosi Rama meletup-letup.Ia ingin segera menarik tangan kekasihnya dan segera pergi meninggalkan tempat ini.
"Kaila",panggilnya dengan keras hingga kini ia menjadi pusat perhatian pengunjung yang ada disana.
"Kak Rama",decak Kaila saat melihat langkah kaki Rama yang kian mendekat ke arahnya.Tatapan matanya menyorot tajam kearahnya.
Rama berhenti tepat di samping tempat duduk Kaila.Sekilas,Kaila dan Sely bisa melihat sorot tajam yang di tunjukkan oleh Rama dan juga Dika.Seperti ada aura permusuhan padahal sejatinya mereka berdua tak saling mengenal satu sama lain.
"Ayo kita pulang",tanpa ba bi bu Rama segera mencengkram tangan Kaila dan mengajaknya pergi dari sana.
"Baik Kak",jawab Kaila patuh seraya mengambil tas selempang yang berada di kursi sebelahnya.
"Aku pulang dulu ya Sel,Dik",pamit Kaila pada sahabat dan teman kampusnya tersebut dengan gugup.
"Maaf Sel aku ga jadi menginap hari ini!Mungkin lain kali ya",sambung Kaila dengan rasa bersalah.
__ADS_1
"Ga papa Kay!Hati-hati di jalan ya Kay!Kak Rama",ucap Sely pada sahabat dan juga kekasih sahabatnya tersebut secara bergantian.
"Hem",seru Rama singkat seraya meninggalkan mereka berdua.
Rama terus menggenggam tangan Kaila.Tanpa suara dan juga dengan wajah yang datar,namun cukup menyeramkan untuk Kaila.Ia seperti sedang tertangkap basah saat sedang selingkuh padahal ia hanya sedang makan bersama Dika,bahkan itu juga karena desakan dari Sely.
Rama segera membuka pintu mobil miliknya saat sudah berada di depan restoran.
"Masuk Kay",ucap Rama dingin
"Baik Kak",
Selama hampir tiga puluh menit,Rama hanya berputar-putar di area ibu kota meskipun jalanan sangat macet.Hening,tanpa suara di antara mereka.
Kaila bisa melihat gurat kekecewaan di mata Rama.
"Kak!Maaf....",ucap Kaila yang berupaya memulai pembicaraannya.
__ADS_1
'
"Untuk???",tanya Rama dingin.Ia fokus mengarah ke jalanan tanpa sedikitpun menoleh ke arah Kaila.
Kaila tersenyum miris,memikirkan cara agar kemarahan Rama mereda.
"Maaf karena aku makan bersama laki-laki lain selain Kak Rama!",ujar Kaila hati-hati.Ia tidak ingin Rama bertambah marah kepadanya.
"Sudah aku bilang berulang kali kan Kay....Aku tidak suka kamu makan satu meja dengan laki-laki lain bila tanpa aku...Aku tidak suka Kay!",ucap Rama penuh penekanan.Matanya memerah menatap Kaila penuh emosi.
"Maaf Kak...",lirih Kaila diselingi isak tangisnya.Entah kenapa mendengar kekasihnya menangis,emosi Rama tiba-tiba lenyap seketika.Air mata Kaila sekejap meluruhkan emosinya yang meletup-letup di ubun-ubun.
"Ssttt jangan menangis Kay....Aku minta maaf karena telah membentakmu",ucap Rama seraya mengusap pucuk rambut Kaila dengan lembut.
"Aku janji Kak tidak akan mengulanginya lagi!Aku juga janji ga akan membuat Kak Rama emosi lagi",tutur Kaila yang membuat Rama merasa bersalah.
"Sudah Sayang....Maafin aku selama ini aku yang emosian....Aku hanya tidak ingin kamu berpaling dariku Kay...",ujar Rama yang membuat Kaila kembali luluh.Kecewanya terhadap Rama benar-benar hilang.
__ADS_1
"Tidak apa Kak....Aku senang Kak Rama cemburu.Itu berarti Kak Rama emang cinta sama aku",ucap Kaila yang mulai tersenyum.
"Ya benar Kay...Aku sangat mencintaimu...Kapan kamu siap menjadi istriku???",