
Dengan satu tarikan nafas,Rama mengucapkan ikrar ijab kabul dengan lancar dan fasih.Setelah dinyatakan sah,Rama segera mengecup kening Kaila cukup lama.Hingga deheman dari orang tuanya,membuat kesadaran Rama kembali.
"Udah dilanjutin nanti malam aja dikamar Nak!Malu dilihat tamu!",ujar Agatha memperingati putranya.Sementara Kaila sudah sangat malu dengan tingkah suami bucinnya tersebut.Meskipun demikian,Kaila tetap mencium punggung tangan Rama sebagai tanda bahwa ia ingin menjadi istri yang patuh pada suaminya sampai akhir hidupnya.
"Ish....Mama ganggu aja nih",komentar Rama untuk menutupi rasa malunya.Saking terpesonanya dengan penampilan Kaila,ia tak menyangka mencium kening Kaila hingga selama itu.Para tamu undangan tampak cekikikan melihat tingkah Rama.Mereka tak menyangka bos besar mereka akan sebucin itu pada istrinya,sangat berbeda dengan aura dingin dan kerasnya saat di kantor.
Usai menyalami para tamu undangan,Rama menyapa para koleganya untuk sekedar berbincang-bincang sebentar.Tak lupa,Rama juga mengucapkan terima kasih karena kedatangan mereka.
Sementara Kaila mengobrol dengan Sely dan Rania.Seiring berjalannya waktu,kini Sely dan Rania juga mulai akrab.
"Kay selamat ya!Semoga kamu bahagia bersama dengan Kak Rama!",ucap Rania tulus dengan mata yang berkaca-kaca.Sungguh,ia sangat malu dengan semua perbuatannya di masa lalu yang selalu buruk terhadap Kaila.
__ADS_1
"Terima kasih Ran!Semoga kamu juga cepat ya mendapatkan jodoh",balas Kaila dengan senyum merekah.
Ketiga perempuan itu asyik mengobrol.Tak berapa lama kemudian,Dika ikut di tengah-tengah mereka dan ikut mengucapkan selamat untuk Kaila dan Rama.
Saat Dika hendak menyalami Kaila,justru Ramalah yang menerima uluran tangan Dika.Rama sama sekali tak rela bila Dika menyentuh tangan halus milik istrinya.
"Sayang kamu capek kan?Kamu ke kamar dulu ga papa!Mandi air hangat trus pakai baju yang aku beliin di atas kasur ya!",saran Rama sàat melihat raut wajah Kaila yang nampak kelelahan.Rama berkata seperti itu juga dengan maksud agar Kaila berhenti berinteraksi dengan Dika.Rama sangat tidak menyukai semua yang berurusan dengan Dika.Untuk itulah,Rama akan terus membujuk istrinya agar segera pergi dari sana.
"Aku ga papa kok Kak!Aku masih kuat disini",jawab Kaila yang sebenarnya enggan beranjak dari pesta mereka karena para tamu undangan masih cukup banyak yang berdatangan.Belum lagi ia sedang di kelilingi oleh sahabat dan keluarga besar Rama yang terus berdatangan.
"Ayolah Sayang!Aku tahu kamu lelah!Ke atas dulu ya",bujuk Rama sekali lagi yang membuat Kaila mengalah.Ia memutuskan ke kamarnya terlebih dahulu dan berendam air hangat sesuai saran dari suaminya.Kaila tahu,Rama melakukan ini agar ia berjauhan dari Dika.Kaila hanya tidak ingin merusak mood suaminya dihari bahagia mereka ini.
__ADS_1
Setelah dibantu oleh asisten rumah tangga melepaskan kain panjang yang terjuntai memanjang tersebut,Kaila mulai membersihkan make up yang ada di wajahnya.Namun sebelumnya,ia menelisik kamar suaminya yang mulai saat ini akan menjadi kamarnya juga.Ada banyak bunga mawar merah diatas ranjang mereka yang telah dihias sedemikian rupa.Dan di setiap sudut ruangan ada balon yang bertuliskan Rama💓 Kaila.Di tengah-tengah kasur ada sebuah kotak hadiah yang bertuliskan:Hadiah dari Suamimu Tercinta.
Kaila terkekeh dengan kejutan dari suaminya ini.Selama ini,Rama tak pernah seromantis ini.Dapat ide darimana ini?Pikir Kaila dalam hati.
Sebelum melihat hadiahnya,Kaila memutuskan untuk berendam terlebih dahulu.Ia membawa kado tersebut ke kamar mandi karena Kaila pikir ini adalah baju yang dimaksud oleh Rama.
Tiga puluh menit berendam,Kaila memutuskan untuk segera mengambil handuk dan memakainya.
Kaila mulai membuka kado tersebut.Dan matanya terbelalak kala melihat kain tipis yang tak beraturan bentuknya.Bahkan,dalam mimpi pun ia tak pernah membayangkannya.
"Oh my God Kak Rama!Pakaian apa ini?",jerit Kaila seraya membolak-balikan baju tersebut.
__ADS_1
"Lingerie",jawab seseorang yang rupanya adalah Rama.