
Hari-hari yang dilalui Kaila selanjutnya makin terasa berat,karena rupanya acara pertunangan Rama sudah semakin dekat.Dengan berat hati,Kaila dan Agatha mengurus semuanya dengan dibantu oleh pihak WO yang sudah dipesan oleh Agatha sebelumnya.
"Sebenci apapun Mama terhadap Andara,Mama harus menyiapkan semua ini Kai agar Kakakmu bahagia.Mama harap Rama tak menyesal karena telah memilih Andara sebagai pendamping hidupnya",gerutu Agatha saat ia dan Kaila tengah ikut mempersiapkan acara tersebut.Agatha dapat memahami suasana hati Kaila saat ini.Ia tahu kalau Kaila sebenarnya menyukai putranya dari sorot mata Kaila yang selama ini ia lihat.
Sebagai seorang ibu,ia bisa membaca dengan jelas bagaimana hancurnya Kaila saat ini.Bahkan,nafsu makan Kaila sangat berkurang hingga lemak di tubuhnya berangsur-angsur berkurang dalam beberapa minggu terakhir ini.Itu artinya lemak dalam tubuh Kaila berkurang drastis.Namun,hal itu tak dirasakan oleh Kaila.Rupanya pengaruh Rama begitu besar terhadap hidup Kaila.Bahkan hanya didiamkan selama beberapa minggu saja,nafsu makan Kaila benar-benar berkurang.Ia lebih banyak menangis dan mengurung diri di kamar.
"Semoga Kak Rama bahagia Ma setelah nikah dengan Kak Andara",balas Kaila dengan menahan tangis.Perkataannya kali ini terasa ngilu baginya,dan tentunya sangat bertolak belakang dengan harapannya.Karena sesungguhnya,dia tidak akan pernah kuat melihat orang yang ia cintai bertunangan bahkan menikah dengan wanita lain,meskipun bersama wanita yang dicintainya.Sekuat tenaga,ia harus bisa kuat dengan semua kenyataan ini.
Dari kejauhan,Kaila melihat Andara bergelayut manja pada Rama di ruang santai yang tak jauh dari posisinya berdiri.Mereka berdua berbincang-bincang hangat dan kadang diselingi dengan tawa,yang sedikit banyak ikut meremas batin Kaila.
__ADS_1
Tak terasa air bening itu kembali meluncur dari pelupuk mata Kaila.Ia benar-benar merasakan kepedihan yang amat luar biasa.Dengan cepat,Kaila segera menyapu pipinya,agar Agatha tak menaruh curiga padanya.Namun,semuanya terlambat.Agatha bisa melihat dengan jelas hancurnya Kaila saat itu.
Tangan Agatha meremas tangan Kaila dengan lembut,kemudian menyuruhnya beristirahat di kamarnya untuk menenangkan pikirannya.
"Kaila!Mama tahu kamu sedang sedih Sayang!Mama hanya berharap kamu belajar menerima semua ini Nak!Dan jangan berlarut-larut dalam kesedihan",ujar Agatha sembari memeluk putri angkatnya tersebut.
"Ya udah sebaiknya kamu ke kamar Kai!Tenangkan perasaanmu disana!",titah Agatha yang segera mendapat jawaban ya dari Kaila.
Sementara Rama dari kejauhan sebenarnya pandangannya hanya fokus ke arah Kaila.
__ADS_1
Saat Kaila berjalan menuju kamarnya,Rama meminta ijin pada Andara pergi ke toilet sebentar.
Ketika Kaila hendak menutup pintu kamarnya,Rama mencekal lengan Kaila.Laki-laki itu menyerobot masuk ke kamar Kaila dan menguncinya dari dalam.
"Kak Rama apa yang kamu lakukan?",pekik Kaila karena begitu kaget dengan kehadiran Rama yang tiba-tiba dikamarnya.
"Ssssstttt diam Kai!Aku ingin kita bicara empat mata sebentar",cicit Rama dengan sorot mata tajam menatap ke arah Kaila.
Jantung Kaila berdebar hebat,saat posisinya berdekatan dengan Rama seperti ini.Rasanya sangat gugup,rindu dan ingin memeluk laki-laki tampan yang ada dihadapannya saat itu juga.Namun,apa daya ia tak kuasa melakukannya.
__ADS_1