GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Dika Patah Hati


__ADS_3

Rama membuka pintu dan rupanya Sang Mama telah berdiri disana seraya menenteng dua nampan yang berisi makanan yang dibawa langsung oleh dua orang ART mereka.


"Sudah jam berapa Nak ini?Kamu ga kasihan sama istrimu!Sebaiknya kalian sarapan dulu gih di kamar",perintah Agatha seraya menyuruh kedua ART nya untuk membawa dua nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Rama dan Kaila ke dalam kamar putranya.


Rama hanya nyengir kuda saat mamanya protes akan kelakuannya pagi ini.


"Mama ini kayak ga pernah muda aja!Lagian Rama dan Kaila kan masih libur Ma!Jadi pengennya di kamar terus!",jujur Rama yang membuat Agatha makin gemas dengan jawaban putranya tersebut.


"Lagi pula Mama juga ingin segera punya cucu bukan?Ini Rama juga lagi usaha buat cucu untuk Mama",lanjut Rama hingga senyum Agatha kembali terbit.Memang itulah keinginannya,berharap dari pernikahan ini akan ada cucu yang lucu-lucu yang hadir di tengah-tengah keluarga mereka nanti.


"Maaf Ma pagi ini Kaila terlambat bangun jadi ga bisa sarapan bersama Mama dan Papa kayak biasanya",ujar Kaila yang tiba-tiba menyembul dari dalam kamar Rama.Kaila mendengar obrolan antara Mama dan suaminya dari dalam kamar hingga ia keluar untuk minta maaf pada mamanya karena bangun terlambat.

__ADS_1


Agatha memeluk Kaila dengan lembut.Dan ia memperhatikan beberapa tanda yang ada di leher Kaila dengan senyuman yang tak biasa.


"Ga papa Sayang!Karena kamu sudah menikah yang terpenting sekarang adalah bisa mengurus dan melayani suamimu dengan baik!Mama dulu juga pernah muda dan pas malam pertama Papa dan Mama dulu juga pasti akan bangun kesiangan seperti kalian saat ini!Sekarang kamu dan Rama sarapan dulu ya untuk ngisi tenaga nanti bisa di lanjutin lagi aktifitas kalian di kamar seperti tadi malam ",goda Agatha yang kembali membuat wajah Kaila makin memerah.


Usai mengobrol sebentar dengan Rama dan Kaila,Agatha memutuskan pergi ke ruang tengah untuk menemani suaminya yang masih bersantai.Karena baru kemarin Rama menikah,untuk itulah Rama dan Papanya akan libur selama tujuh hari.


"Kenapa Mama senyum-senyum sendiri?",tanya Hery saat Agatha duduk di sebelahnya.


"Dari mana Mama tahu?",tanya Hery dengan kening mengernyit keheranan karena perkataan istrinya yang belum ia mengerti.


Agatha pun menceritakan apa yang dilihatnya barusan.Dan dengan bangganya,Hery mengatakan kalau Putranya memang selalu mewarisi segala sifatnya,termasuk bucin pada perempuan bila telah jatuh cinta kepadanya.

__ADS_1


"Mama berharap Kaila cepetan hamil Pa agar rumah kita ini makin rame",kata Agatha yang selalu didengarkan oleh Sang Suami tercinta.


"Iya Papa juga berharap seperti itu Ma",jawab Hery seraya mendekat kearah istrinya dan sedikit mengacak surainya yang halus.


*******


Di Kampus,


Sely tak kuasa menahan kesedihannya usai mengamati keadaan Dika yang tak memiliki semangat hidup lagi.Bahkan,Dika juga mulai menyentuh minuman keras untuk sekedar mengusir kegelisahannya saat malam hari.


Sely selalu mengamati Dika dari jauh karena tak ingin sahabatnya itu salah jalan akibat frustasinya karena Kaila telah dinikahi Rama.

__ADS_1


"Sampai kapan kamu akan seperti ini Dik?",monolog Kaila saat mendapati Dika telah pingsan di sebuah club malam.Gadis itu meminta pada beberapa bartender untuk membawa Dika keluar dari tempat bising ini menuju ke taksi yang sudah di pesannya.


__ADS_2