GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Gagal Diet


__ADS_3

Sesuai janjinya,Kaila segera menemui Rania usai urusannya dengan Rama selesai.


"Ran,kesini sebentar",panggil Kaila saat melihat Rania sedang sibuk di pantry.Rania tampak cukup terkejut saat Kaila sedang berjalan bersisian dengan Rama,petinggi perusahaan dimana ia sedang bekerja.Ditambah lagi genggaman tangan Rama pada Kaila yang membuatnya makin merasa tercengang.


Dengan langkah ragu sekaligus gemetar,Rania segera mendekat ke arah Kaila dan Rama.


Banyak pasang mata yang mengucapkan salam pada Rama,dan laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban dari sapaan mereka.


"Kenalin Ran ini Kak Rama",ucap Kaila pada Rania.


"Kak Rama,ini Kaila",Kaila mengenalkan dua orang penting dalam hidupnya tersebut.


Rania menatap manik mata Rama,takut bila laki-laki itu menolak bersentuhan tangan dengannya.Namun hal yang tak terduga kembali muncul,tangan Rama tiba-tiba terulur kepadanya.Hal itu tentunya semakin membuat otaknya kembali bertanya-tanya.Ada hubungan apa Kaila dengan orang-orang penting di perusahaan ini.


"Rama",ujar Rama mengenalkan dirinya sendiri seraya tersenyum simpul ke arah Rania.


"Rania Kak,saya saudaranya Kaila",jawab Rania terbata-bata.Bibirnya serasa kelu untuk mengenalkan dirinya sendiri karena ini pertama kali baginya bertemu dengan pria setampan dan sekaya Rama.


Rama hanya mengangguk singkat.Ia tak suka banyak bicara pada orang yang baru ia kenal.


"Setelah ini kamu mau kemana Sayang!Aku akan mengantarmu",ujar Rama kembali menatap sang kekasih tercinta.


Penuturan Rama tentu membuat Rania ataupun para karyawan lain yang mendengarnya begitu terkejut sekaligus bertanya-tanya.Setahu mereka,Rama adalah kekasih dan tunangan Andara,namun kini bos mereka malah terlihat mesra bersama Kaila.


"Tidak perlu Kak!Di luar juga masih ada Pak Beni!Sebaiknya Kak Rama kembali bekerja aja",jawab Kaila yang tak ingin merepotkan Rama.


"Edo apa hari ini ada meeting penting?",tanya Rama pada Edo.


"Tidak Bos.Hari ini kebetulan jadwal meeting sedang kosong",jawab Edo yang membuat hati Rama merasa lega.


"Tuh kan kamu dengar sendiri kan!Hari ini aku bisa mengantarmu kemanapun yang kamu mau",putus Rama yang segera mendapat anggukan dari Kaila.Dengan antusias,Kaila kembali berjalan bersisian dengan Rama tapi kali ini tangan kirinya dengan menggandeng Rania hingga posisinya ada di tengah-tengah.

__ADS_1


Dari tatapan dan juga panggilan Rama saja,kini Rania paham kalau antara Kaila dan bosnya ada hubungan khusus.


'Ternyata mereka sepasang kekasih!!!Bagaimana caranya Kaila bisa menjerat cinta bos dinginnya itu?',batin Rania yang kembali berdecak kagum pada Kaila.Wajah polos Kaila rupanya mampu membuat bosnya jatuh cinta padanya.Ia begitu menyesal sedalam-dalamnya karena sering berulah pada Kaila di masa lalu.


"Ran,kita ke kosanmu sebentar ya",ujar Kaila yang membuat lamunan Rania terbuyar.


"Iya Kay",sahut Rania.


Sesampainya di kosan,Kaila kembali merasa iba dengan tempat tinggal saudaranya tersebut.Sebuah kosan sempit yang tidak layak huni menjadi tempat berteduh Rania selama ini.


"Selama ini kamu tinggal di sini Ran?",tanya Kaila dengan iba.


"Iya!Rumah yang biasa kita tempati dulu terpaksa aku jual untuk pengobatan ibu",jawab Rania dengan pandangan menunduk.Air mata mencelos keluar dari pipi Rania dan juga Kaila.


Rama yang bisa membaca ekspresi dan raut wajah Kaila segera memerintahkan Edo untuk mencarikan rumah yang sederhana untuk Rania agar nyaman ditempati.Kaila merasa terharu pada Rama karena memikirkan nasib saudaranya.


"Edo segera carikan rumah yang bagus untuk Rania disekitar sini",perintah Rama pada Edo.


"Baik Bos",ujar Edo yang kemudian segera keluar dari kosan Rania untuk menghubungi anak buahnya.


"Terima kasih Kak",ucap Kaila usai Rama memerintahkan Edo mencari rumah untuk Rania.


"Iya tapi ada imbalannya lho",jawab Rama terkekeh.Ia kembali mendekap Kaila dalam pelukannya.


"Hah imbalannya apa?",


"Besok kita menikah",


Jantung Edo kembali berdenyut saat itu.Ada rasa tak rela untuk melepaskan Kaila,meskipun itu adalah hal yang tak mungkin.


"Apa????",Kaila begitu terkejut dengan permintaan Rama.

__ADS_1


"Ga mau.Aku ingin menyelesaikan kuliah ku dulu",sahut Kaila kemudian.


Rama mengacak rambut Kaila,


"Aku hanya bercanda",ucapnya kemudian.Rama suka melihat pipi Kaila yang memerah.


"Ayo kita pulang",ajaknya sembari menarik tangan kekasihnya.


"Sebentar aku pamit Rania dulu",sahut Kaila.


"Ran aku pulang dulu ya!Bersiap-siaplah kamu akan segera pindah dari sini",ujar Kaila sembari memeluk saudara perempuannya tersebut.


"Makasih banyak ya Kay!Aku tak akan melupakan jasamu ini",ujar Rania dengan mata memerah.


Kaila menghapus air mata Rania.


"Tak usah dipikirkan Ran!Tak ada ucapan terima kasih di antara saudara bukan?",ujar Kaila yang mengingat kata-kata yang pernah di ucapkan Rania saat mereka berdua masih kecil.


"Terima kasih karena telah mengingatnya",ujar Rania.


"Hu um",jawab Kaila yang mengakhiri perjumpaan Kaila hari itu.


Setelah itu,Rama mengajak Kaila ke restoran mewah langganannya.Ia memesankan beberapa menu makanan yang ia ketahui diam-diam adalah menu kesukaan Kaila.


"Banyak sekali Kak makanannya",ujar Kaila begitu makanannya datang.


"Aku memesankan untuk kekasih tercintaku",ujar Kaila lembut.


Kaila tertegun dengan kalimat gombal yang di ucapkan Rama.Meskipun ia menyukainya.


"Ayo dimakan Kay",instruksi Rama saat melihat kekasihnya tak berselera makan.

__ADS_1


"Aku sedang diet Kak",ujar Kaila takut-takut.


"Ha! Diet untuk apa???",tanya Rama yang heran dengan Kaila.


__ADS_2