GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Pertengkaran Rama dan Andara


__ADS_3

Di kantor Harsa Group,


Rama sedang termenung di ruangannya karena memikirkan hal yang terjadi di rumahnya kemarin.Pertengkaran antara Kaila dan Andara sungguh membuatnya pusing.Namun,ia sama sekali tak menyalahkan Kaila dalam masalah ini.


Karena ia begitu tahu sikap Andara terlalu bar-bar dan juga kekanak-kanakan sedari dulu.


Edo yang melihat bosnya sedang melamun segera menghampiri Rama dan bertanya pada bosnya tersebut.


"Apa ada masalah Bos?Kelihatannya ada yang mengganggu pikiran Anda saat ini?",tanya Edo hati-hati.


"Menurutmu apa yang harus aku lakukan pada Kaila Edo?Bukankah secara tidak langsung aku telah menyakiti Kaila karena sikap Andara semalam?",tanya Rama seraya menggaruk rambutnya yang tak gatal sama sekali.Semalaman bahkan ia tak bisa tidur karena masalah ini.Seharusnya ia tak membiarkan Andara bertemu dengan Kaila karena Kaila sedang sakit.Kini ia merasa menyesal karena telah bertindak ceroboh.Ia yakin sakit Kaila bertambah karena kecerobohannya.Di tambah lagi,Kaila sepertinya sedang menghindar dan mendiamkannya.Semua itu benar-benar membuat Rama merasa frustasi.Konsentrasi kerjanya pun semakin menurun karena Kaila.Entah sejak kapan sesuatu yang berkaitan dengan Kaila punya pengaruh yang sangat besar untuknya.

__ADS_1


"Saya yakin Kaila bisa mengerti keadaan ini Bos!Dia sudah melewati banyak hal sedari kecil!Saya yakin ini bukan masalah besar lagi untuk Kaila Bos!",jawab Edo berupaya berbicara sesuai fakta yang pernah ia selidiki.Semenjak kecil,Kaila sudah kehilangan kedua orang tuanya.Dan ia diperlakukan tidak adil oleh bibi yang merawatnya dan juga Rania,keponakannya.


"Tapi meskipun begitu seharusnya aku tak membiarkan Andara bertemu dengan Kaila!Kini aku menyesal Edo!",ucap Rama dengan suara lemah.


"Ckckck....Beib!Rupanya kamu lebih khawatir pada gadis gendut itu daripada aku kekasihmu?Memangnya sudah berapa lama kamu mengenal dia?Hem?",suara lantang Andara yang datang tiba-tiba mengagetkan Rama dan Edo yang sedang berbincang di ruangan tersebut.Suaranya menguar hingga terdengar oleh beberapa staf tertinggi di kantor tersebut.


"Andara!Jaga ucapanmu!",bentak Rama yang membuat nyali Andara menciut.Tatapan Rama begitu tajam ke arahnya yang menandakan laki-laki itu sedang menahan marah.


"Owh.....Atau jangan-jangan kamu mulai menyukainya di belakangku?",tanya Andara yang makin membuat Rama merasa geram.


"Andara!Sudah berapa kali aku bilang dia itu saudaraku!Kenapa kamu tidak pernah mau mengerti dan harus mencari masalah dengannya?",jawab Rama yang berupaya mengontrol emosinya kala melihat Andara yang mulai menangis dihadapannya.

__ADS_1


Sementara,Edo lebih memilih meninggalkan ruangan tersebut agar pasangan tersebut bisa menyelesaikan masalah mereka terlebih dahulu.


"Hiks hiks hiks kamu berubah Beib semenjak ada Kaila!Dan aku tidak bisa melihat Ramaku yang dulu lagi",pekik Andara yang membuat Rama terdiam.


"Jadi apa maumu sekarang?Apa kau ingin aku membatalkan pertunangan kita?",tanya Rama yang sudah tak berminat menghibur Andara lagi.Hal inilah yang ingin di ungkapkan Rama semenjak kemarin malam,semenjak Andara menyakiti Kaila.


Lagi pula ia juga sudah lelah dengan sikap kekanakan yang dimiliki oleh kekasihnya tersebut.Dan dengan kejadian kemarin,ia semakin yakin kalau pilihannya adalah salah seperti penilaian orang tuanya selama ini.


"Beib kenapa kamu bicara seperti itu?Kamu ingin memutuskan pertunangan kita hanya gara-gara gadis sialan itu?Arggh....Aku tak terima",teriak Andara makin menjadi-jadi.Hancur sudah hati Andara saat itu.Bagaimana tidak,kekasihnya malah membela orang asing yang baru di kenalnya dari pada dirinya yang sudah jauh lebih dulu mengenalnya.


"Ya Andara!Jangan salahkan aku!Ini tidak lain karena kesalahanmu sendiri",ucap Rama seraya meninggalkan Andara seorang diri.

__ADS_1


Andara begitu shock dengan ucapan kekasihnya.Dan tentu saja kebenciannya terhadap Kaila semakin bertambah.


__ADS_2