
Bila biasanya di hari sebelumnya,Rama selalu dibangunkan oleh Kaila,pagi ini malah sebaliknya.Rama mengendap-endap ke kamar Kaila dan mulai membangunkan gadis tersebut untuk memulai aktifitas paginya saat pagi mulai menyingsing.
Entah kenapa,sejak semalaman Rama tak bisa tidur hanya karena memikirkan Kaila.
'Jadi begini wajahnya ketika tertidur?Menggemaskan sekali....',seru Rama didalam hati.Laki-laki itu segera berjalan kearah ranjang Kaila dan mulai menepuk bahu Kaila dengan lembut.
"Kay bangunlah Sayang",ujar Rama dengan suara yang sangat lembut.
"Eummhh...",Kaila melenguh dan mulai mengerjapkan matanya.
"Kak Rama....",Kaila berdecak kaget saat melihat Rama sudah berada di sisi ranjangnya.Wajah laki-laki itu terlihat samar menatapnya dengan lekat dengan senyuman smirk yang ia tunjukkan kepadanya.
Rama terkekeh melihat tingkah Kaila.Jujur,baru kali ini ia melihat wajah Kaila saat bangun tidur untuk pertama kalinya.Rambut panjang Kaila yang berantakan menambah kesan manis pada gadis yang baru bangun tersebut.Ia makin gemas menatap Kaila.
"Cepetan bangun Kay!Hari ini ada kuliah kan?",tanya Rama sejenak kemudian.
"Ehmmm...Iya Kak",sahut Kaila singkat.Ia ingin bangun dan melangkah ke arah kamar mandi.Namun,tangannya tiba-tiba dicekal oleh Rama.
"Kakimu gimana Kay?Udah baikan atau masih sakit?",tanya Rama penuh perhatian.
Sungguh,Kaila begitu tersentuh dengan perhatian Rama saat hubungan mereka baru dimulai.Rama yang dilihatnya sekarang tidak seperti Tuan es yang beberapa bulan lalu ia kenal.
"Udah baikan Kak",sahut Kaila jujur.
__ADS_1
"Beneran?Sini aku lihat!",ucap Rama yang hampir menyentuh kaki Kaila.
Dengan gerakan cepat,Kaila menjauhkan kaki jenjangnya dari jangkauan Rama.Ia sama sekalu tidak PD dengan kakinya yang lumayan besar saat itu.Sekali lagi,ia merasa tidak sempurna untuk Rama.
Entah dari mana pemikiran Kaila,tapi pemikiran seperti itu yang terus menghantui Kaila semalaman hingga kantung matanya juga terlihat panda di pagi itu.Rupanya mereka berdua terjebak dengan pemikiran masing-masing semenjak semalam.l
Kaila menutup kakinya dengan selimut lagi hingga gerakan tangan Rama terpaksa berhenti.
"Kenapa aku tidak boleh menyentuhnya?",tanya Rama dengan raut kecewa.
Padahal Kaila hanya merasa malu dan tidak percaya diri saja.
"Sudah baik kok Kak....Percaya deh sama aku",ucap Kaila lembut yang membuat kekecewaan Rama sedikit mengangsur.
Kaila hanya mengangguk sembari memberikan senyum termanisnya hingga membuat hati Rama menghangat dibuatnya.
"Nanti berangkat sama aku ya Sayang!Pulangnya nanti juga aku jemput!Dan juga di kampus nanti jangan bicara dengan cowok-cowok disana,terutama sama laki-laki yang menabrakmu kemarin",titah Rama sebelum keluar dari kamar Kaila.
Kaila hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah Rama.Namun ia juga tidak bisa menolaknya.
Tingkah Rama kembali menjadi sorotan kedua orang tuanya.Bagaimana tidak?
Di meja makan,Rama yang biasanya dilayani oleh Kaila dan terkadang Agatha juga membuat drama.
__ADS_1
Piring Kaila diambilkan nasi dan beberapa lauk yang tersaji di meja makan.Setelah itu,ia mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri.
"Ayo dimakan Sayang!Jangan cuman dilihat",seru Rama saat Kaila tercengang sekaligus malu melihat tingkah Rama.
"Iya Kak...",Kaila kembali patuh dengan titah Rama.Yang makin membuat Rama tersenyum lebar kepadanya.
"Kayaknya anak kita sudah bucin banget tuh Pa sama Kaila",sindir Agatha saat melihat tingkah putranya yang dirasa aneh pagi itu.
"Iya,kayak anak ABG yang baru kasmaran Ma ha ha ha",tambah Hery yang membuat pipi Kaila makin merona.Sementara Rama,ia cuek saja mendengar kata-kata orang tuanya.Toh mereka sebenarnya pasti juga senang karena perubahannya saat ini.
Seusai sarapan,Rama dan Kaila berpamitan pada Mama Agatha dan juga Papa Hery.
"Ingat pesanku Kay!Jangan bicara sama laki-laki lain.Aku bisa memantau aktifitasmu dari kantorku",ucap Rama sekali lagi saat keduanya sudah sampai di gerbang masuk kampus.
Kaila paham maksud Rama karena kampusnya saat ini sudah menjadi milik CEO yang ada disampingnya tersebut.
'Oh ya Ampun...Tuan muda ini begitu posesif sama aku semenjak kami pacaran!Meskipun senang tapi rasanya ga enak juga karena aku merasa di kekang!',batin Kaila yang sedikit dongkol.CCTV yang ada di kampus tentunya akan membuat ia terpantau terus oleh Rama.
Sekali lagi,Kaila hanya mengangguk patuh pada Rama.
"Aku masuk ke kelas dulu ya Kak!Kak Rama juga hati-hati dijalan",ujar Kaila sembari berlalu dari mobil Rama.
"Iya Sayang",sahut Rama dengan antusias sembari mengacak rambut Kaila.
__ADS_1