GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN

GADIS GENDUT VS CEO TAMPAN
Dika Kecewa


__ADS_3

Baru saja Kaila,Sely dan Dika duduk di restoran cepat saji,tiba-tiba ponsel Kaila berdering.Kaila lekas mengangkat panggilan yang tertera nama kakak angkat sekaligus kekasihnya.


"Halo Kak",kata Kaila memulai percakapan.


"Kamu dimana Kay?",tanya Rama dengan lembut.


"Ini Kak baru makan sama Sely dan juga Dika di restoran",jujur Kaila yang tak ingin berbohong pada kekasihnya.


"Sama siapa?Dika???",suara Rama terdengar melengking yang membuat telinga Kaila panas mendengarnya.Reflek,Kaila menjauhkan ponselnya dari telinganya.Namun,sejenak kemudian ia lekas mendekatkan kembali.


"Cepat beri alamatnya Kay...Aku akan menyusul kesana",sambung Rama yang tak bisa dibantah oleh Kaila.


"Baik Kak nanti aku kirim alamatnya",jawab Kaila terbata-bata.Meskipun Rama sering marah dan mengumpat kepadanya,namun kemarahan Rama kali ini terasa berbeda.Kaila merasa takut meski hanya mendengar kemarahan Rama dari ponselnya.


"Sekarang Kay...Aku minta alamatnya sekarang",ucap Rama yang tak ingin dibantah.

__ADS_1


"Baik Kak!Kak Rama matiin dulu teleponnya nanti aku share lokasinya",jawab Kaila berupaya tenang menghadapi kemarahan Rama.


Sesaat setelah itu,Rama segera mematikan sambungan telfon mereka berdua.


Dika dan Sely yang sedari tadi menatap Kaila hanya geleng-geleng kepala.


"Posesif sekali Kay Kak Ramamu itu",tutur Sely menahan tawanya.


"Aku sendiri juga ga tahu Sel...Sejak kapan Kak Rama jadi posesif kayak gini ke aku",ucap Kaila yang mirip dengan sebuah gumaman.


"Itu artinya Kak Rama beneran sayang sama kamu Kay",ujar Sely seraya menyikut lengan sahabatnya.


Tanpa mereka sadari,ada sepasang netra yang sedang terluka saat mendengar dua sahabat itu bercerita tentang Rama.Siapa lagi kalau bukan Dika.


"Ehm...Kalian pesan apa?",tanya Dika mencoba melupakan luka dihatinya.Mungkin setelah ini,ia akan berupaya untuk benar-benar melepaskan Kaila.Ia tidak akan mengganggunya lagi karena sadar kalau kebahagiaan Kaila bukanlah dengan bersamanya.

__ADS_1


"Sel tulislah menu yang kalian inginkan disini",tambah Dika lagi seraya menyerahkan buku menu dan pulpen pada Sely.


Sely yang sadar akan perasaan Dika,segera terdiam.Ia tahu kalau Dika sedang terluka.Ia juga tahu kalau selama ini Dika sangat menyukai sahabatnya.Tapi apa daya,bukankah cinta tak bisa dipaksakan.


"Kamu mau makan apa Kay?",tanya Sely seraya menyodorkan buku menu agar bisa dibaca oleh sahabatnya.


"Aku mie ramen aja Sel sama Ice tea",jawab Kaila singkat.


"Ya udah aku samain kamu aja Kay",segera Sely menuliskan dua mie ramen dan dua ice tea ke dalam buku menu yang di pegangnya.


"Lha kamu juga belum pesan Dik?Kamu mau makan apa?",tanya Sely yang mengarah pada Dika yang memandangi Kaila dengan tatapan sendu.


"Aku juga samain kalian aja Sel",seru Dika dengan tak berselera.


Sebenarnya Kaila tak enak pada Dika.Ia tak sepolos itu hingga ia tak menangkap gurat kekecewaan pada wajah Dika usai ia telfonan dengan Rama.Hanya saja,ia tidak ingin memberikan harapan pada Dika.Sejak pertama kali,hatinya sudah jatuh pada sosok Rama,dan mungkin akan selamanya begitu mengingat sosok Rama kini tidak sedingin dulu.

__ADS_1


Lagi pula,selama ini hubungannya dengan Dika tidak bisa dekat karena ia selalu di intai oleh kekasihnya.Jadi mungkin inilah yang memang harus di terima Dika.Menyukai seseorang yang telah memiliki kekasih itu memanglah berat,dan Kaila berharap Dika segera menyerah.Karena bila Dika menyerah,akan ada hati yang bahagia,yakni sahabatnya.


Tak lama kemudian,pesanan mereka datang.Ketiganya mulai makan pesanan mereka dengan tenang.


__ADS_2