
Keesokan harinya di sekolah.
Kazumi datang menemui pihak sekolah. Kepala sekolah menyambut dengan ramah. Kazumi duduk dengan dagu yang diangkatnya. Kepala sekolah heran kenapa Kazumi datang menemuinya hari ini. Kepala sekolah kemudian menghidangkan teh untuk Kazumi.
"Silahkan diminum tehnya Nyonya." Kepala sekolah mempersilahkan untuk minum. Pak Charlie adalah nama kepala sekolah tersebut.
Kazumi pun meminum tehnya. Maksud kedatangan dirinya hari ini menemui kepala sekolah adalah hendak melaporkan Keyko, karena dianggapnya telah bertindak kriminal terhadap putrinya tersayang dan satu-satunya.
"Tidak perlu basi basi, aku langsung saja. Ada siswi yang mencari masalah dengan putri ku. Namanya Keyko. Dia membuat putri ku menderita. Bahkan menghajarnya." mata Kazumi begitu tajam dan penuh amarah. Kepala sekolah bisa merasakan kalau Kazumi tersinggung karena putrinya telah diganggu.
"Baiklah. Saya akan mengurusnya Nyonya." Kepala sekolah yang di datangi oleh Kazumi tentu saja begitu segan dan hormat kepada Kazumi.
Kepala sekolah kemudian meminta anak buahnya untuk memanggil siswi yang bernama Keyko Himawari di kelas dua. Akhirnya Keyko pun di panggil ke ruangan kepala sekolah.
Di saat Keyko sedang belajar, seorang suruhan dari kepala sekolah mengetuk pintu dan masuk serta mengatakan kalau Keyko di minta datang ke ruangan kepala sekolah.
Semua siswa dan siswi tentu heran ada apa Keyko di panggil. Hana menatap Keyko tapi Keyko seperti biasanya hanya bersikap santai saja.
Keyko pun berdiri dan kemudian berjalan mengikuti utusan dari kepala sekolah tersebut.
Semua siswa berbisik-bisik menanyakan ada apa tapi tak ada yang tahu. Guru di depan kelas segera memberikan materi pelajaran kembali agar semua siswa kembali fokus belajar. Hanya Hana yang mencemaskan Keyko. Sedangkan Minami nampak tersenyum puas, seakan dia sudah tahu apa yang bakal terjadi.
Setelah sampai di depan pintu ruangan kepala sekolah, Keyko pun masuk dan bertemu dengan kepala sekolah sekaligus bertemu Kazumi, Mamanya Minami.
Keyko duduk dihadapan kepala sekolah. Di samping kepala sekolah ada Kazumi sedang duduk dengan santai. Kepala sekolah mulai bertanya kepada Keyko. Keyko di tanyain masalah perkelahiannya dengan Minami dan para gadis-gadis tempo hari.
"Keyko, bisa kau katakan dengan jujur, benarkah kau menghajar Minami dan gadis-gadis lainnya?" tatap kepala sekolah.
Keyko alias Riyu tersenyum. Dia langsung melirik ke arah Kazumi. Bisa ditebak oleh dirinya, pasti ada hubungannya dengan wanita di dekat kepala sekolah tersebut. Tapi Keyko hanya santai saja. Seakan tak ada apapun yang perlu ditakutkan.
__ADS_1
Karena Keyko hanya diam saja dan bersikap tenang, kembali kepala sekolah bertanya.
"Keyko, kenapa kau diam saja? Ayo katakan dan mengaku saja. Benarkah kau pelakunya? Kalau iya maka kau harus meminta maaf Keyko dan akui kesalahannya mu?" Pak Charlie kembali berkata.
Keyko memiringkan kepalanya. Alis matanya naik sebelah. Dia menyunggingkan sebuah senyuman. Kazumi bisa melihat kalau gadis kecil ini terlihat meremehkan kepala sekolah serta dirinya. Dia semakin tak menyukai Keyko saja.
"Kalau iya kenapa? Kalau bukan juga kenapa Pak?" tatap Keyko dengan tajam.
"Kalau iya, maka harus kau akui dan meminta maaf serta akan di hukum. Skorsing di rumah saja selama seminggu." ujar Pak Charlie.
Keyko nampak berpikir. Dia ditanyai masalah perkelahiannya dengan Minami dan diminta agar meminta maaf serta harus mengakui kesalahannya. Dan kemudian dia akan dihukum skorsing selama seminggu di rumah saja. Keyko tentu saja tak menerimanya.
Mata tajamnya menatap kepala sekolah dan Kazumi bergantian. Entah bagaimana Kepala sekolah bisa merasakan tatapan mata yang menakutkan dari Keyko serta hawa dingin yang menyelimuti di sekitarnya.
Keyko dengan santai dan tenang berkata dihadapan kepala sekolah.
Kepala sekolah dan Kazumi tertegun mendengar ucapan dari Keyko. Dengan lantang dan berani Keyko berucap, bahkan sikapnya masih tenang saat mengatakannya.
Keyko tentu tak menerima semuanya disalahkan kepada dirinya sendiri. Bukannya Minami yang datang hendak menyerangnya secara beramai-ramai. Jadi Keyko dengan tenang dan santai berkata di hadapan kepala sekolah kalau dia sama sekali tak mau minta maaf dan tak mengakui salah. Yang bersalah adalah Minami. Minami lah yang menggangu dan mendatangi dirinya.
"Dasar tak tahu diri!" bentak Kazumi.
"Keyko ... apa maksud dari perkataan mu tadi?" Pak Charlie menatap Keyko.
"Aku tidak mau minta maaf dan tidak mau mengakui semuanya. Yang salah adalah Minami. Minami yang menggangu dan mendatangi aku, Pak." Keyko alias Riyu membela dirinya sendiri.
"Kau!!" Kazumi sudah terlihat tak bisa menahan amarahnya.
"Sabar Nyonya. Saya akan menyelesaikan ini semua." Pak Charlie menengahi.
__ADS_1
"Keyko ... jangan mengada-ada. Apa kau tak mau menuruti perintah Bapak?" Pak Charlie mulai terlihat garang. Tapi Keyko tentu saja tak gentar sedikitpun.
Keyko kembali hanya diam.
Tentunya pihak sekolah tak mau percaya apalagi ada Kazumi di dekat kepala sekolah, tentunya kepala sekolah berpihak ke Kazumi. Keyko lalu di ancam, jika tak mau meminta maaf maka akan di keluarkan dari sekolah.
"Jika kau tidak mau mengakui dan tidak meminta maaf maka sebagai ganti hukuman mu, kau akan di keluarkan dari sekolah ini! Sekarang kau paham Keyko." Pak Charlie menatap ke arah Keyko.
Mata Keyko menjadi tajam setajam pisau belati yang siap membunuh. Dia menatap kepala sekolah dan Kazumi bergantian dengan tatapan membunuhnya. Kepala sekolah agak menciut melihatnya. Sedangkan Kazumi melihat ke arah Keyko yang terlihat tidak gentar sedikitpun bahkan tidak takut, malahan tatapan yang mengerikan yang terlihat dari Keyko.
Keyko diam dan berpikir. Jika begini maka kasian Keyko yang asli. Walaupun dia saat ini memakai tubuh Keyko tapi dia adalah Riyu. Bos gangster dari kelompok naga terbang. Dia tak mungkin tunduk kepada siapapun dan tak mungkin mengalah begitu saja menurut keinginan mereka.
Riyu harus melawan mereka.
Riyu bangkit dari tempat duduknya. Dia berdiri di hadapan kepala sekolah dan Kazumi. Dengan tenang dan santai serta penuh aura yang kuat, Keyko alias Riyu menatap kedua orang yang ada di depannya tersebut.
"Aku tidak akan menuruti keinginan kalian. Silahkan saja coba mengeluarkan aku, maka bersiaplah menerima akibatnya. Camkan itu!!!" Mata tajam Keyko menatap kedua orang yang ada dihadapannya. Dia pun berbalik dan keluar dari ruangan tersebut.
Kepala sekolah dan Kazumi tertegun mendengarnya. Bahkan kepala sekolah nampak syok sekali melihat Keyko yang berani. Dia dapat melihat sorot mata Keyko yang nampak lain.
Sedangkan Kazumi hanya terdiam, tangannya dikepalnya. Dia terlihat sangat marah. Berani sekali gadis kecil dan bukan siapa-siapa malah berani melawannya. Akan dibuatnya menyesal karena telah berurusan dengan putrinya dan berani melawan dirinya. Begitulah pikir Kazumi.
Bersambung....
Terima kasih kak yang sudah mampir. Ikuti terus ceritanya dari awal hingga akhir tamat ya kak. 🤗
Yuk dukung karya ini dengan cara Klik Like, Vote, Favorit , kasi gift dan kasi rate star 5 ya plus komentar yang positif ya kak 😂 No plagiat ya.
Makasih semuanya. Love you all 🤗
__ADS_1