
Sano dan para anak buahnya segera melakukan pertemuan dengan Keluarga Nakamura. Awalnya wakil kelompok Burung Phoenix datang menemui Sekretarisnya Kazumi, tapi sekretarisnya berkata kalau dia bukan penanggung jawab. Dia juga hanya seorang bawahan.
Akhirnya mereka melakukan pertemuan dengan Minami anaknya Kazumi.
Di sebuah cafe, saat ini Sano dan anak buahnya datang ke tempat tersebut agar menemui pihak keluarga Nakamura. Terlihat Minami dan sekretaris Mamanya datang menemui pihak Sano. Kini keduanya sedang saling berhadapan.
"Langsung saja, katakan apa mau mu Tuan?" Minami langsung ke intinya.
Sano tersenyum.
"Oh ternyata Nona sungguh mengerti. Baik, aku langsung saja. Ku dengar kalau kalian berselisih dengan Keyko dan Riyu ya kan?" Sano juga langsung ke niat utamanya.
"Maksudnya? kalau Riyu, aku tidak mengenali dia. Aku hanya punya dendam dengan Keyko. Jadi apa yang kau mau Tuan?"
"Panggil saja aku Kakak, oke?"
"Tidak. Aku panggil Tuan saja." Minami tetap bersikeras.
Sano menghela napas panjang.
"Baiklah. Aku hanya menawarkan kerjasama untuk melawan Riyu dan kekasihnya. Bukan kah kekasihnya Riyu adalah Keyko? Jadi kita sejalan. Bagaimana menurut mu Nona?"
Minami melirik sekretarisnya, kemudian dia kembali melihat ke arah Sano.
"Oh iya. Sampai lupa. Namaku Sano Tanaka. Kerjasama dengan ku bagaimana? Deal?" Sano mengulurkan tangannya.
"Aku Minami Nakamura. Baiklah. Deal." Minami pun menyambut uluran tangan Sano.
Mereka sepakat hendak melawan Riyu dan Keyko.
****
Saat ini sudah pulang sekolah. Riyu yang sebagai Keyko baru saja sampai rumah. Dia melihat Kakek Yamada dan Keyko asli sedang berduaan di rumah. Mereka berdua sedang sibuk di dapur. Entah apa yang dibuat, tapi keduanya terlihat asyik.
Riyu sebagai Keyko datang mendekat.
"Apa yang kalian lakukan?"
Keyko asli dan Yamada melihat ke arah Riyu yang menjadi Keyko.
"Kau sudah pulang Key, baguslah. Mari sini. Kami baru saja membuat sushi bersama-sama. Ternyata Riyu bisa juga melakukan pekerjaan dapur. Hehehe." Yamada terkekeh gembira.
Keyko asli kemudian menyusun semua sushi di atas piring bulat. Kemudian meminta Riyu asli mencobanya.
"Cobain."
Riyu awalnya tidak mau tapi melihat mata Keyko dan pandangan Yamada, akhirnya dia memakan juga makanan tersebut.
Riyu tertegun. Dia tercengang. Rasa sushi tersebut sangat enak. Perpaduan rasa yang pas. Yamada dan Keyko asli saling memandang. Keyko kemudian bertanya ke Riyu.
__ADS_1
"Riy .. eh Key ... bagaimana?" hampir saja Keyko keceplosan menyebutkan nama Riyu di hadapan sang kakek.
Mata Riyu sepintas menajam.
"Enak."
"Benar kah? serius kan? Kali ini rasanya pas dan tidak hambar?" Keyko menunggu perkataan Riyu dengan harap-harap cemas.
"Iya. Benaran enak." Riyu asli menganggukkan kepalanya.
"Yes. Berhasil Kek. Hehehe." Keyko asli bersorak gembira. Dia berpelukan dengan Yamada. Keduanya terlihat bahagia.
"Riyu, kau ini anak laki-laki kenapa harus belajar memasak dan membuat makanan? biar Keyko saja yang belajar." nasehat Yamada.
Keyko yang sebagai Riyu menjadi kikuk. Dia hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Riyu yang menjadi Keyko segera mengambil alih perhatian kakek Yamada.
"Kakek tidak ke toko?"
"Oh iya. Karena asyik dengan Riyu jadi lupa ke toko. Hehehe. Pacarmu sungguh baik Key. Pertahankan." Yamada mengedipkan matanya sebelah. Riyu hanya bisa menghela napas.
Yamada pun pamitan pergi. Tinggallah hanya Keyko dan Riyu berduaan saja di rumah. Riyu bergerak masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Keyko asli.
Sampai di dalam kamar, Riyu mengerutkan keningnya.
"Kau mau apa?"
"Aku? tentu saja mau ke kamar ku. Aku kangen dengan kamarku. Kapan ya jiwa kita kembali ke tubuh kita masing-masing? Bagaimana cara membalikkan jiwa kita ke tubuh masing-masing ya." Keyko mengeluh dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang kamarnya.
"Buat apa takut. Kan itu tubuh ku juga." Keyko mengerutkan keningnya.
"Ah benar juga ya. Kalau begitu kau buka baju juga Key, kan itu tubuh ku juga yang kau pakai." alis matanya naik sebelah.
Keyko mencibir. Tentu saja dia tidak mau. Walaupun begitu dia tetap akan malu.
"Dasar mesum. Tidak mau. Aku keluar saja." wajahnya cemberut.
Tapi baru beberapa langkah, Riyu menahan tangannya Keyko.
"Gawat ...." Riyu sebagai Keyko menampilkan wajah yang menggelap.
Keyko asli menoleh ke Riyu.
"Maksud mu?"
"Aku berdarah!"
Riyu melihat rok sekolahnya, terlihat noda darah yang sangat ketara. Keyko tertegun.
"Rasanya juga tidak enak. Serasa ada yang mengalir deras dibawah seperti air terjun saja. Perut ku juga rasanya tidak nyaman." wajahnya makin menggelap dan keningnya berkerut.
__ADS_1
Keyko serasa lucu. Dia pun tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha. Kau lucu sekali." air matanya sampai keluar di sudut ujung mata saling tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Riyu dan situasi yang di lihat sekarang.
"Kau ini. Dasar. Menyebalkan. Jangan tertawa, aku serius? apa aku sakit atau kehabisan darah? atau kau sebenarnya punya penyakit?"
"Hahaha. Itu hanya datang bulan. Apa bulan-bulan sebelumnya tidak ada keluar? bukankah setiap sebulan dalam seminggu selalu ada siklusnya. Lalu sebelum nya bagaimana?"
"Tidak ada. Jadi ini apa?"
Keyko sambil tertawa akhirnya menjelaskan ke Riyu. Keyko tak sangka kalau Riyu tak tahu hal beginian. Tapi wajar saja seh. Secara Mamanya sudah lama meninggal, dia tidak punya sodara, semua anak buah dan pergaulannya hanya lelaki jadi bisa saja dia tidak pernah tahu akan hal tersebut.
Tapi melihat umurnya seharusnya sudah mengerti tapi bisa saja tidak tahu, karena dia belum pernah bergaul dengan namanya kaum wanita. Baru kali ini dia kenal wanita dan dekat dengan namanya wanita.
Ah entahlah, yang jelas setelah Keyko menjelaskan wajah Riyu merah padam. Dia kelihatan malu. Dan Keyko sendiri masih saja terkekeh.
"Sudah. Hentikan." pinta Riyu.
"Tapi ini lucu sekali. Hahaha."
Riyu merasa sudah tidak tahan. Dia lalu menarik tangannya Keyko dan akhirnya keduanya terjatuh ke atas ranjang. Keyko tertegun dan diam melihat ke arah Riyu. Saat ini Riyu di atas Keyko.
Wajahnya makin mendekat, membuat jantung Keyko berdebar tidak karuan. Tapi nyatanya Riyu hanya berbisik ke telinga Keyko.
"Sudah hentikan. Oke." hembusan napasnya terasa hangat dan membuat wajah Keyko bersemu merah. Dia belum pernah seintens ini dengan siapapun.
Kedua pasang bola mata saling menatap lama. Keyko asli lalu menganggukkan kepalanya. Dia segera mendorong Riyu dan jatuh di sebelah dirinya juga berbaring.
Keyko kemudian berlari keluar kamar. Dia berusaha mengatur debaran aneh di dadanya. Serasa mau meloncat saja keluar.
"Tenang Key ... tenang." gumam dirinya sendirian.
Pintu kamar kembali terbuka. Keyko melihat Riyu di pintu kamar berdiri dengan ekspresi wajah malu-malu.
"Aduh ... imutnya." gumam Keyko.
"Bisa bantu aku."
"Bantu apa?" Keyko nampak tertegun bingung.
"Darahnya masih deras keluar, aku harus bagaimana?" 😑😔
"Ckck ...." Keyko segera menutup mulutnya agar tidak tertawa terbahak-bahak lagi. Akhirnya dia membantu menjelaskan kepada Riyu caranya memakai pembalut dan cara membersihkannya.
Bersambung....
Ada-ada saja yak 🤣
Terus dukung ya kak karya lomba ini. Klik like dan kasih komentarnya ya kak.
__ADS_1
Thanks.
By : Author Libra