
Keyko dan Riyu saat ini sedang ada di rumah sakit. Mereka berdua sedang di tangani oleh dokter. Rihito berpesan agar menyelamatkan mereka berdua. Jika tidak maka Rihito akan meledakkan rumah sakit tersebut.
Dokter pun segera menyelamatkan Keyko dan Riyu.
Esoknya, Keyko dan Riyu sudah di tempatkan di ruangan kamar pasien VVIP. Rihito sengaja menyiapkan satu ruangan bersama untuk Keyko dan Riyu karena Rihito mau memantau kedua orang tersebut.
Riyu dan Keyko terbaring bersebelahan dengan ranjang yang terpisah oleh meja kecil di tengahnya. Keduanya belum bangun juga. Dokter berkata kalau kedua pasien akhirnya dengan susah payah sudah berhasil diselamatkan. Mereka sudah melewati masa kritis.
Namun hingga kini keduanya belum sadarkan diri juga. Hal tersebut membuat Rihito sangat cemas. Semalaman dengan setia Rihito berjaga di dekat Riyu dan Keyko. Dia tidak mau pergi dari tempat duduknya.
Salah satu anak buahnya datang mendekat.
"Kak, kami sudah mencari Sano dan gadis tersebut, tetapi belum menemukan mereka. Mereka telah kabur," ujar salah satu anak buahnya melapor.
"Sial. Kemana mereka berdua. Aku tidak mau tahu, kalian semua harus mencari mereka. Kerahkan semua anggota. Mereka harus menerima balasan karena berani mencelakakan Bos kita. Sekarang juga!" Rihito menatap anak buahnya dengan tatapan dingin yang menakutkan.
Anak buahnya undur diri pamit dan segera melaksanakan perintah. Rihito sudah dari awal memberikan perintah kalau semua anggota naga terbang harus mencari Sano dan Minami. Dia mau menuntut balas.
Namun, keberadaan kedua orang tersebut belum juga ditemukan. Oleh karena itu, Rihito nampak kesal. Dia segera menyuruh anak buahnya agar mencari kembali dan gunakan semua anggota dan kekuatan.
Rihito juga terluka karena akibat tembakan, tetapi dia sudah diobati oleh dokter. Rasa sakit yang dia alami tidak sebanding dengan Riyu yang sekarang terbaring di ranjang pasien. Rihito merasa dia jadi tidak berguna karena tidak berhasil menolong bosnya.
__ADS_1
Suara gerakan dari Keyko dan Riyu terdengar. Rihito segera melihat ke arah kedua orang tersebut. Apakah mereka sudah sadar?
"Bos ...." Rihito memanggil Riyu.
"Rihito ...." suara Riyu memanggil Rihito tapi Rihito kaget malah suara tersebut berasal dari tadi tubuh asli bosnya.
Keyko pun sadar. "Aku dimana ini?"
"Kalian di rumah sakit saat ini. Kalian baik-baik saja sekarang, tapi ....." Rihito nampak kebingungan.
"Kau kenapa, Rihito?" tatap tajam Riyu yang sekarang berada di tubuh aslinya.
"Riyu?" Keyko melihat ke arah Riyu. Riyu pun sama.
Keduanya kini paham, kalau mereka telah kembali ke tubuhnya masing-masing, sekarang jiwa mereka tidak tertukar lagi.
Rihito kebingungan dan menatap Keyko dan Riyu bergantian.
"Kalian?" Rihito mengerutkan keningnya.
"Sepertinya sudah kembali ke tubuh masing-masing." Keyko kini juga sudah menyadari hal tersebut.
__ADS_1
"Jiwa kita sudah kembali ke tubuh masing-masing dan tidak tertukar lagi," ujar Riyu pula menambahkan perkataan Keyko yang barusan menyadarinya juga.
Rihito sampai membulatkan kedua bola matanya.
"Bagaimana bisa?"
Mereka bertiga mengingat kejadian dimana Riyu dan Keyko ditabrak dengan saling berpelukan. Saat kejadian tersebut kalung Riyu kembali bersinar. Kalung yang biasa dia pakai peninggalan dari kakek Kitaro.
Sewaktu mereka kecelakaan dan tertukar jiwanya, kalung tersebut di simpang oleh Rihito. Saat Rihito tahu kalau jiwa mereka tertukar, maka Rihito memberikan kalung tersebut ke Riyu yang menjadi Keyko.
Kejadian mereka yang kecelakaan bersama kembali membuat kejadian Dejavu. Kalung kembali bersinar dan jiwa mereka kembali ke tubuh masing-masing. Saat itulah mereka tertabrak dan dibawa ke rumah sakit. Kini saat sadar, mereka sudah berada di tubuh masing-masing. Jiwanya tidak tertukar lagi.
Baik Riyu dan Keyko, keduanya tersenyum bahagia.
Kini Riyu hanya berpikir bagaimana caranya membalas para musuhnya? itu saja saat ini yang dia pikirkan.
Bersambung....
Yuk di like dan komentar ya kak 😂
Thanks by Author Libra
__ADS_1