
Rihito begitu kaget mendengar pernyataan dari Hana. Hana pun akhirnya mengatakan kejujuran dan perasaannya. Rihito kembali duduk dihadapan Hana. Hana juga menegaskan kalau dia tidak main-main. Dia serius menyukai Rihito.
Rihito terdiam. Sesungguhnya dia bingung harus bagaimana. Dia tidak pernah berpikir akan menyukai seorang gadis. Dalam angan-angan Rihito, kalau dia akan menemukan seorang wanita dewasa yang matang serta seksi. Bukan gadis yang masih SMA, dimana gadis tersebut masih dalam masa pertumbuhannya.
Hana menatap Rihito. Hatinya berdebar tidak karuan. Sebenarnya dia malu mengatakannya, tapi ini adalah kesempatannya, jadi Hana harus pergunakan dengan baik.
"Hana, apa kau tahu siapa aku ini?" Rihito menatap lurus ke arah Hana.
"Tahu."
"Serius Kau tahu."
"Iya. Kak Rihito, kan?"
"Bukan itu maksudku. Maksudnya siapa aku sesungguhnya dan apa pekerjaanku itu semua Kau sudah tahu tidak."
"Tidak. Yang ku tahu, Aku menyukai Kak Rihito." Hana begitu polos.
"Aku ini gangster, Hana. Aku mengelola sebuah kasino dibawah perintah bosku yaitu Riyu."
Hana terdiam. Sesungguhnya dia sulit mencerna dan kebingungan.
"Gangster?" ucap Hana mengulangi perkataan Rihito.
"Iya. Gangster betulan dari kelompok naga terbang. Musuh bebuyutan dari kelompok Burung Phoenix."
Mulut Hana malah terbuka lebar membentuk seperti huruf O bulat.
"Jadi Aku tidak cocok dengan mu, Hana. Mengertilah."
"Keren ...."
Hana menatap Rihito dengan berbinar-binar. Dia malah kagum dan menganggap Rihito keren.
"Loh ... Kau tidak takut, Hana?" Keningnya Rihito berkerut menatap ke arah Hana.
"Keren kok. Aku suka. Malah makin suka Kakak." Hana tersenyum lebar dengan sangat manis.
Rihito malah menepuk keningnya. Dia tidak habis pikir dengan Hana.
Hujan telah reda, Keyko dan Riyu merasa canggung. Keduanya masih diam dengan saling berpegangan tangan. Keyko melirik sepintas ke Riyu, kebetulan Riyu pun menatap ke arah Keyko. Kedua pasang mata saling memandang.
__ADS_1
Namun suasana tersebut dibuyarkan oleh dering ponsel Riyu. Riyu melihat nama Rihito dilayar ponsel. Riyu pun mengangkat dan suara keluhan dari Rihito pun terdengar.
"Bos, tega sekali. Kenapa malah meninggalkan aku dengan gadis bocah ini. Bos menjebak ku ya agar bisa berdua saja dengan Hana." Rihito kesal dan mengeluh. Dia sengaja menelepon agak menjauh dari Hana. Agar Hana tidak mendengar perkataannya.
"Hem." Riyu tidak ada reaksi apapun.
"Bos ... kalian berdua dimana? kita harus bertemu."
Finally, Rihito dan Hana kembali bersama dengan Riyu dan Keyko. Rihito terlihat gusar sedangkan Hana terlihat happy saja. Keyko malah nampak kebingungan dan Riyu tanpa ekspresi serta tanpa merasa bersalah kepada Rihito.
"Key, terima kasih ya. Aku senang sekali."
"Baguslah," jawab Riyu yang sebagai Keyko.
Rihito malah menatap kesal ke bosnya. Keyko malah bingung harus bagaimana.
"Kalau begitu kita pulang saja ya," ucap Keyko tiba-tiba yang sebagai Riyu.
"Yah, jangan dulu kak. Kita jalan-jalan ke kebun binatang yuk."
Semua saling pandang, tapi akhirnya malah mengikuti keinginan Hana. Mereka semua akhirnya di kebun binatang sekarang. Hana berjalan di sisi Rihito. Keyko dan Riyu berjalan bersisian juga.
"Hey ... kalian pacaran, kan? Kok gak gandengan tangan sih. Ayo gandengan tangan!" Hana mengaitkan kedua tangan Riyu dan Keyko. Agar kedua orang tersebut saling bergandengan tangan.
Karena bagi Hana, Riyu dan Keyko itu resmi pacaran. Dia tidak tahu kalau Riyu dan Keyko bohongan pacarannya.
Kini keduanya saling bergandengan tangan. Riyu dan Keyko sama-sama merasa malu. Apalagi dilihat oleh Hana dan Rihito. Akan tetapi, Riyu bersikap tenang dan santai. Hanya Keyko saja yang terlihat memerah wajahnya.
Mereka melanjutkan kembali jalan-jalan tersebut dan menikmatinya.
Waktu terus berjalan dan kini mereka pun akhirnya pulang. Kali ini Hana diminta diantar belakangan, jadi mereka mengantar Riyu yang sebagai Keyko pulang duluan.
Setelah sampai di rumah, Riyu turun di ikuti oleh semua orang yang ada dalam satu mobil tersebut. Hana mengusulkan bagaimana kalau nanti ada waktu mereka pergi ke pantai bersama. Rihito menatap lesu ke arah Hana. Gadis ini banyak sekali idenya agar bisa bertemu terus dengan dirinya.
Hana tersenyum manis dan Rihito akhirnya pasrah. Sedangkan Keyko dan Riyu hanya menurut saja. Saat Keyko mengantar Riyu sampai di depan pintu rumah, Hana kembali berujar, "Kak Riyu, kiss Keyko dong." Hana menatap ke arah Keyko dan Riyu.
Riyu dan Keyko seketika itu terdiam mematung. Keduanya tidak dapat bergerak ataupun berucap apapun.
"Hana ... itu ...." Keyko sebagai Riyu kebingungan. Karena mereka bukan pacaran sesungguhnya.
Rihito melihat ini pun akhirnya mempunyai ide iseng dikepalanya. Kapan lagi bisa mengerjain bos sendiri. Tadi dia yang tertipu sehingga ikut acara mereka. Jadi kali ini Rihito hanya membalas sedikit.
__ADS_1
Rihito sudah tahu, kalau bos Riyu dan Keyko hanya pura-pura pacaran. Karena semua cerita bosnya dan Keyko sudah dia ketahui semuanya.
"Bos ... kiss saja. Kan Keyko pacar mu atau malu kalau dilihat kami ya." Rihito puas mengerjai bos sendiri.
"Iya. Lakukan saja. Kami tidak apa-apa. Anggap saja Aku belajar dari kalian." Hana begitu antusias.
Kini malah Rihito yang terbatuk-batuk mendengar perkataan Hana.
Keyko asli makin bingung. "Bagaimana bisa Aku mencium Riyu. Kami bukan pacaran sesungguhnya. Aku juga belum pernah ciuman." gumam Keyko sendirian.
Riyu asli menatap ke arah Rihito. Dia tahu Rihito sengaja berkata begitu, Riyu asli kemudian melihat ke arah Keyko. Dia tersenyum, kemudian berbisik di telinga Keyko.
"Key, ayo kita kiss!"
Tubuh Keyko menegang seketika. Dia menatap tajam ke arah Riyu. "Kau serius? jangan bercanda?" Keyko sama juga berbisik ke Riyu.
"Tidak apa-apa. Aku akan mengajarimu." Riyu menyunggingkan sebuah senyuman.
Hana dan Rihito menatap ke arah Keyko dan Riyu. Mereka masih menunggu. Sedangkan Keyko serasa susah untuk bernapas saja.
Riyu yang sebagai Keyko menarik pinggang Keyko asli. Kedua tangannya tubuh melekat. Wajah Riyu didekatkan ke Keyko. Akan tetapi, karena Keyko berada di tubuh Riyu sehingga membuat Riyu kesusahan. Dia akhirnya berjinjit agar bisa sampai mendekat.
Cup ... satu kecupan mendarat di bibir Keyko dan Riyu. Hana tersenyum malu-malu sedangkan Rihito membelalakkan kedua matanya. Tidak menyangka kalau bosnya benar-benar mencium Keyko. Rihito menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Riyu dan Keyko lama terdiam. Bahkan Riyu malah seakan terhipnotis dengan bibir Keyko yang masih ada dihadapannya. Dia kembali mengecup bibir manis milik Keyko. Bahkan memainkan lidahnya.
Keyko tertegun tapi lama kelamaan mata Keyko pun terpejam menikmati dan mengikuti permainan Riyu. Keduanya saling mengecup dengan mesra. Bahkan lupa kalau ada Hana dan Rihito yang melihat mereka berdua.
"Manis," ucap Riyu setelah melepas kecupannya dari Keyko. Wajah Keyko memerah.
Bersambung....
Dapat feel uwu uwu nya gak kak 🤣🤣🤣
Jangan traveling yak. Atau baca pas malam saja 🤣
Di like dan kasih komentarnya ya kakak pembaca semua.
Thanks.
By Author Libra
__ADS_1