
Keduanya lama terdiam dengan posisi yang saling mengecup. Keyko sendiri menutup matanya. Saat membuka matanya, dia melihat mata Riyu yang yang menatapnya. Keyko melepaskan kecupannya.
"Maafkan aku." Keyko salah tingkah dan merasa malu. Dalam hatinya dia memaki diri sendiri mengatakan diri bodoh.
Riyu malah menarik Keyko kembali ke pelukannya dan mengecup bibir manis milik Keyko. Terjadilah adegan sama seperti tadi, tetapi kali ini malah Keyko yang terkejut. Riyu mendominasi Keyko.
Setelah cukup lama, Riyu melepaskan Keyko. Keyko tidak berani menatap Riyu. Dia lalu pergi berlalu begitu saja meninggalkan Riyu. Riyan hanya tersenyum kecil melihat tingkah Keyko yang dianggapnya sangat lucu dan menggemaskan.
***
Hana menarik tangannya Rihito, dia mengajak Rihito ke saja kemari. Rihito terlihat lelah sekali, tetapi Hana begitu bersemangat.
"Ayolah Kak, kita mengambil foto di sana, ya! di saja lebih indah, Kak." Hana memohon, Rihito pun tak tega akhirnya mengiyakan saja walaupun dia sudah lelah.
Puas berjalan-jalan, akhirnya Rihito dan Hana kembali ke villa. Sampai di Villa, Mereka melihat Riyu sedang nonton televisi sedangkan Keyko tidak tahu entah kemana. Hana pun berpisah dengan Rihito dan mencari Keyko.
Rihito sendiri duduk di sebelah Riyu.
"Bos, kenapa gak bilang kalau Hana ikut serta. Aku pikir Bos mau refreshing saja. Eh ... malah ada cewek."
"Oh. Hem." Riyu hanya bersikap cool dan menganggukkan kepalanya. Rihito nampak kesal dengan sikap Bosnya yang terlalu cool tersebut.
"Bos, kau dan Keyko ada apa? bukannya kalian hanya pura-pura kok masih lanjut saja. Dan ngapain sekarang kita di sini bersama dua cewek tersebut? Jangan bilang sekarang kau ada hati ya Bos dengan Keyko?" Rihito sebenarnya asal menebak.
"Kita kan sudah gak ada urusan lagi dengan Keyko, jadi buat apa Bos?" tanya Rihito kembali.
Riyu diam. Benar sekali mereka sekarang tidak ada urusan dan ikatan lagi, tetapi Riyu masih ingin terus bersama Keyko. Beberapa hari dia tidak ketemu membuat dirinya sadar akan sesuatu.
Riyu akhirnya memutuskan bertemu kembali dengan Keyko, walaupun dia tidak tahu apa yang dirasakan Keyko terhadap dirinya. Namun, kiss yang tadi membuat dirinya sadar akan sesuatu. Keyko pasti mempunyai perasaan untuknya. Riyu bisa merasakan hal tersebut.
Di sisi lain. Di dalam kamar, Keyko duduk termenung dan keheranan. Apa yang terjadi tadi ya? kok malah terjadi seperti hal tersebut? kepala Keyko pusing dan dia merasa malu juga. Hana masuk dan mendekati Keyko.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Hana.
"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja."
Hana masih curiga, tetapi Keyko tidak mau mengatakan apapun. Akhirnya, Hana diam saja dan kembali ke kamarnya sendiri.
***
Esoknya setelah sarapan bersama, mereka berempat pergi jalan-jalan ke kota Miami. Mereka bermaksud pergi ke pasar untuk melihat-lihat dan membeli beberapa barang jika ada yang disukai.
Hana menggandeng tangan Rihito. Rihito sebenarnya malas, tetapi dia tidak mau menyakiti hati Hana. Sedangkan Keyko dan Riyu tidak berani saling menatap. Sebenarnya Riyu memperhatikan Keyko dari samping karena mereka berjalan bersisian. Mobil mereka di letakkan di dekat parkiran.
Mereka sedang berkeliling di sekitar pasar. Begitu banyak yang menjual pernak pernik dan macam-macam yang diperjualbelikan. Hana yang antusias segera menyeret Rihito untuk melihat banyak barang tersebut. Keyko dan Riyu masih diam dan tidak banyak bicara. Keyko sendiri tidak berani menatap Riyu. Dia masih teringat kejadian semalam dan merasa malu.
Riyu meraih tangannya Keyko dengan tiba-tiba. Keyko kaget dan debaran jantung Keyko kembali berdetak kencang. Riyu menariknya melihat ke seorang penjual. Riyu tertarik melihat barang yang dijual tersebut. Sedangkan Keyko melihat Riyu dan genggamannya tangan mereka.
"Ini bagus, Key. Kau mau? suka tidak?" Riyu memiliki beberapa kalung dan gelang tangan.
Keyko masih terdiam, karena Keyko diam saja Riyu melihat ke arah Keyko.
"Ah iya. Semuanya bagus." Keyko tersadar. Namun, Riyu masih saja menggenggam tangannya.
Riyu tersenyum. "Pilihlah yang mana kau suka. Aku ingin membelinya untukmu." Riyan meminta Keyko memilih. Namun, Keyko masih tidak fokus akibat genggam dan debaran jantungnya.
Perhatian mereka teralihkan karena suara keributan yang terjadi. Hana dan Rihito sedang ribut dengan beberapa orang yang ada di dekat mereka. Keyko dan Riyu pun segera bergegas menuju ke arah Rihito dan Hana.
Mereka melihat kalau Riyu sedang ribut dengan pria bertubuh besar dan banyak tatonya. Di sebelah mereka ada cewek seksi berambut pirang yang cantik. Entah apa yang mereka ributkan, Riyu dan Keyko pun tidak tahu.
"Ada apa Rihito?" ucap Riyu yang baru saja muncul didekat Rihito dan Hana.
"Bos, mereka yang menabrak kami tapi mereka yang marah. Seharusnya mereka minta maaf. Lihat Hana sampai terluka dibagian lututnya. Terlihat Hana yang memakai rok dan lututnya terluka lecet. Keyko segera melihat dan menanyakan Hana.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa, Hana?" tanya Keyko.
"Sedikit sakit di lutut. Pria itu juga sempat memegang bokongku."Hana mulai hendak menangis. Keyko memeluknya.
Riyu mengerutkan keningnya dan Rihito terlihat marah mendengarkan.
"Hey, kau kenapa malah sempat-sempatnya menyentuh orang hah? dasar brengsek kau!" umpat Rihito dengan marah.
Pria bertubuh besar dan tato tersebut hanya cuek. Si wanita malah mencibir.
"Kalian yang tidak lihat-lihat jalan dan menabrak malah menyalahkan kami. Cewekmu jatuh dan ditolong pacarku malah kau salahkan menyentuhnya. Hey, jangan asal bicara ya!" wanita pirang terlihat kesal.
Rihito sudah tidak bisa sabar, dari perang mulut menjadi perkelahian akhirnya. Rihito melayangkan tinjunya dan si pria tubuh besar tersebut menangkis. Keduanya saling bertatapan dengan tajam sambil saling menyerang.
Riyu menarik tangan Keyko agar menjauh. Hana ikut serta menjauh. Dilihatnya situasi tidak memungkinkan. Si wanita pirang pun mulai menyerang Hana, tetapi dengan segera ditangkis oleh Keyko.
Ternyata si pirang jago berkelahi dan tentu saja Keyko bisa menandingi si pirang. Bagaimanapun Keyko sudah diajarkan bela diri oleh Riyu. Jadi dia tidak perlu cemas akan serangan si pirang.
Hana terlihat ketakutan. Dia melihat Rihito berkelahi dengan si pria tubuh besar dan Keyko berkelahi dengan si pirang. Riyu pun segera melerai mereka.
Riyu menghadang serangan Rihito dan si pria tubuh besar tersebut, tidak lupa dia menendang si pria tersebut dengan kuat hingga ia terdorong jauh. Riyu menarik tangan Rihito dan kemudian dia menarik Keyko serta sempat mendorong si pirang.
Setelah semua sudah dilerai, dia menengahi mereka semua.
"Hentikan!! ini di tengah keramaian. Kalian hanya akan menjadi pusat perhatian."Riyu menjelaskan.
"Dan Anda Tuan dan Nona, jika bersalah sebaiknya minta maaf sekarang sebelum masalahnya makin melebar!" tatap Riyu dengan tajam ke arah si pria dan si pirang. Si pria tidak terima, ia hendak melayangkan tinju ke arah Riyu, tetapi segera ditangkis Riyu dengan tangannya.
Keduanya saling menatap tajam dan si pria tubuh besar malah semakin marah, dia terlihat mau mengamuk, "Jangan banyak bacot kau, hah!"
Bersambung....
__ADS_1
Yuk dukung karya ini dengan cara Klik Like dan kasih komentar ya.
Thanks by Author Libra.