Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 53.


__ADS_3

Esoknya.


Riyu dan Rihito sedang melakukan balapan sepeda motor. Mereka balapan berdua. Keyko dan Hana hanya sebagai pemandu sorak saja.


"Ayo Riyu!! eh, kak Riyu!!" teriak Keyko menyemangati.


"Go kak Rihito ... Go sayang!!!" Hana tidak mau kalah menyemangati.


Sudah dua putaran mereka mengelilingi rute di pulau tersebut, tinggal satu putaran lagi maka akan selesai balapan tersebut. Riyu dan Rihito saling berlomba.


Keyko melirik ke arah Hana.


"Ehem, sayang, ya. Sudah jadian resmi nampaknya ya. Waktu itu juga main peluk. Lalu kemudian tadi malam nampaknya kalian makin dekat saja." Keyko bermain mata dengan Hana. Hana terlihat malu-malu.


"Hehehe. Iya. Kami sudah resmi jadian." Mata Hana bersinar saat membicarakan Rihito.


"Baguslah." Keyko ikut senang.


"Kami kan gak mau kalah dari kalian berdua hehehe."


"Oh itu, awalnya aku dan Riyu hanya pura pura tapi sekarang malah pacaran beneran." 😅


"Hah? Serius?"


Hana menatap kaget ke arah Keyko. Keyko menganggukkan kepalanya.


"Kau harus cerita semua nya kepada ku, Key! janji, ya!" tatap Hana dengan melotot.


"Ba-baiklah. Nanti ku cerita kan secara detail."


Kini kedua gadis SMA tersebut melanjutkan menyaksikan pertandingan pujaan hati mereka. Putaran terakhir di pimpin oleh Rihito, Hana semakin bersemangat menyoraki nama Rihito. Riyu tertinggal di belakang.


Namun, setelah mencapai garis finish Riyu melaju dengan cepat sehingga akhirnya dia memenangkan pertandingan tersebut. Kini Keyko tersenyum bahagia dan memeluk Riyu. Riyu pun mengecup puncak keningnya Keyko.


Mereka tertawa bersama. Riyu berujar agar Rihito tidak berkecil hati karena kalah, tetapi dia tidak. Karena Hana datang memeluk Rihito dengan menyemangati dirinya tetap walaupun dia tidak menang. Namun, akan menang selalu di hati Hana.


Mereka semua kembali ke rumah besar. Usai membersihkan diri, mereka semua makan siang bersama.


Malam harinya mereka membuat acara api unggun. Semua anak buah Riyu dikerahkan di pulau tersebut agar ikut bergabung ke acara api unggun tersebut. Karena hal tersebut maka Keyko baru menyadari begitu banyak anak buah Riyu yang tersembunyi di pulau tersebut rupanya.


Mereka membuat api unggun dan sebagian membuat makanan serta dihidangkan minuman juga. Mereka bersenang-senang bersama.


Hana duduk di sebelah Rihito. Rihito memeluk dengan hangat. Keyko pun sama. Dia duduk di depan Riyu dengan Riyu memeluk dirinya dari belakang. Mereka tertawa bersama.


Tanpa mereka sadari bahwa bahaya mendekat. Sekelompok orang-orang Sano dan Minami datang ke pulau tersebut. Mereka menyelinap masuk ke sana. Bersembunyi di balik gelapnya malam. Mencari kesempatan yang ada.


Di tengah malam semua sudah kelelahan. Rihito dan Hana kembali ke kamarnya. Sedangkan Riyu dan Keyko masih di depan api unggun.


"Begitu menyenangkan suasana saat ini." Keyko tersenyum dalam pelukan Riyu.


"Kau suka sayang? Syukurlah. Aku selalu ingin memberikan yang terbaik untukmu." Riyu begitu menyayangi Keyko. Dia mengecup mesra bibir milik Keyko dan Keyko meresponnya.


Beberapa anak buah Riyu dilumpuhkan. Riyu mendengar gerakan yang aneh. Dia melepaskan pelukan dan kecupannya dari Keyko.


"Key, kembalilah ke kamar dan kunci pintu. Bangun kan Rihito juga."


"Ada apa?"


"Aku merasa ada sesuatu. Cepatlah!" bisik Riyu kepada Keyko. Keyko pun segera paham dan menurut. Dia bergegas.

__ADS_1


Riyu melihat sekitarnya. Beberapa anak buahnya menghilang, bisa jadi telah dilumpuhkan.


"Siapa kalian? keluar ... jangan jadi pengecut!" seru Riyu dan membuat para anak buah Riyu yang masih ada bersiaga. Mereka pun mulai waspada.


Sekelompok orang yang begitu banyak datang mengepung Riyu dan para anak buahnya.


"Serang!" teriak Sano.


Riyu akhirnya melihat Sano diantara kerumunan tersebut. Namun, mereka kalah jumlah karena banyak anak buah Riyu yang telah di serang dan dilumpuhkan diam-diam.


"Kau masih hidup?" tatap Riyu.


Baku hantam pun terjadi di antara dua kelompok tersebut.


Sano pun berhadapan dengan Riyu. Mereka saling melayangkan tinju miliknya.


Di sisi lain.


Keyko baru saja sampai di depan rumah besar, dia mau masuk tetapi dihalangi oleh Minami dan para pengawalnya. Keyko kaget dan Minami tersenyum jahat.


"Apa kabar, Key?"


"Minami!"


"Kau kaget aku ada di sini! Kau tidak sangka kan kalau aku selamat. Sialan kau dan kekasihmu itu, kali ini kalian akan mati!"


"Kau selamat? maksudnya?"


"Jangan pura-pura bego. Kau dan kekasihmu mencoba membunuh kami berdua dengan meledakkan bom. Syukur saja Sano berhasil membawaku dan menyelamatkan diri. Tapi Sano terluka, karena itu baru sekarang kami muncul setelah Sano membaik."


"Hah?" Keyko nampak syok sekali.


Keyko pun menghajar para abak buahnya Minami. Mereka baku hantam. Saling beradu tinju, tendangan dan pukul. Saling adu jotos, beraduw kekuatan.


Syukur saja keyko sudah dibekali ilmu bela diri, maka dengan gesit dia bisa melawan. Minami terlihat tidak suka.


Dari dalam Hana dan Rihito seakan mendengar keributan. Hana dan Rihito pun melihat Keyko dikepung. Rihito kaget. Kenapa Minami masih hidup?


"Kak Rihito, lihat Keyko! cepat kita tolong!" ujar Hana kepada Rihito.


Rihito melihat, "Hah? Minami?! bagaimana bisa?"


"Sudah, kak. Cepat tolong Keyko."


Rihito segera bergegas menolong Keyko. Hana melihat dari dalam. Dia mau ikutan membantu tapi dia tidak bisa bela diri.


Rihito datang membantu Keyko. Keyko melihat ke arah Rihito dan berteriak kalau dia harus segera menolong Riyu. Riyu mungkin dalam bahaya. Rihito jadi bimbang siapa yang harus dia tolong.


"Cepat ke Riyu, tolong dia!"


"Lalu kau?"


"Aku tidak akan apa-apa. Pergilah!"


Rihito pun segera pergi menyusul ke arah tempat Riyu. Minami menyunggingkan senyuman. Keyko masih baku hantam dengan para anak buah Minami.


"Sial! aku dikepung oleh orang segini banyak!" keluh Keyko dalam hatinya.


Minami mengarahkan pistol dan Doooorrr. Suara tembakan terdengar. Hana menjerit melihat ke arah Keyko. Dia segera berlari.

__ADS_1


Dari kejauhan, Riyu seakan mendengar suara tembakan. Perhatian Riyu teralihkan, membuat Sano memiliki kesempatan menikam perut Riyu. Sano tersenyum puas.


"Rasakan, Riyu!"


Riyu ambruk. Darah segar merembes dari perutnya. Rihito datang dan segera menerjang Sano. Sano mengelak.


Rihito memeluk tubuh Riyu.


"Bos! sadar Bos! kau tidak boleh kenapa-napa!" panggil Rihito.


"Keyko! Selamat kan Keyko!" saat ini yang ada di pikiran Riyu hanyalah Keyko.


"Bos, tenang lah! kau harus diselamatkan dahulu!"


Tepat setelah Rihito berucap hal tersebut, sekelompok orang berdatangan. Di antara mereka ada Hana dan Keyko. Bahkan Keyko juga berlumuran darah. Bahu Keyko terkena tembakan. Keyko dan Hana diseret oleh anak buah Minami.


"Keyko!" tatap Riyu menatap Keyko yang terluka.


Rihito sendiri juga melihat Hana yang sedang menangis dan ketakutan.


"Lepaskan dia!" ucap Riyu meminta kepada Sano dan Minami.


Sano dan Minami hanya tertawa jahat. Mereka menikmati hari dimana Keyko dan Riyu sengsara.


Riyu berusaha bangkit berdiri, Rihito pun membantunya.


"Tukar nyawaku dengan nyawa kedua gadis itu," ucap Riyu memberikan penawaran. Dia menahan rasa sakit di perutnya akibat tusukan dari Sano tadi.


"Bagaimana jika kami menginginkan nyawa kalian berdua?" tatap Minami penuh kebencian.


Semua tertegun mendengar ucapan Minami. Hanya Sano yang tersenyum mendengar ucapan Minami. Dia semakin menyukai Minami.


Keyko berusaha bangkit juga, "Lepaskan Hana dan Rihito, maka aku dan Riyu akan mengikuti permintaan kalian." Keyko tidak punya pilihan lain lagi. Yang penting Hana selamat dan Rihito menjaganya. Sedangkan Riyu dan dirinya akan menghadapi semua secara berdua. Riyu memahami ucapan Keyko.


Keyko dan Riyu saling pandang seakan saling berbicara dalam tatapan mata mereka. Sano dan Minami akhirnya setuju. Minami melepaskan Hana. Hana segera berlari ke arah Rihito sambil melirik Keyko.


Keyko malah mengisyaratkan, "Titip kakekku, ya." Begitulah. Hana mengalir deras air matanya. Rihito memeluk Hana.


Sano menyeret Riyu dan Minami menyeret Keyko. Rihito mau membantu mereka, tetapi Hana memeluk dirinya sangat erat. Dia sadar kalau Hana ketakutan.


Sano dan Minami berjalan menuju arah ke tebing yang di bawahnya begitu dalamnya air lautan. Di sanalah kini mereka berada. Riyu dan Keyko dibuat berlutut. Riyu dan Keyko saling berpegangan tangan. Jika ini akhir hidup mereka, maka setidaknya mereka berdua bisa saling berpegangan.


"Riyu, tidak di sangka inilah akhir hidup mu. Setidaknya aku membiarkan kau mati bersama kekasih mu. Bukan kah aku baik?" tatap Sano meremehkan.


Riyu hanya diam.


"Keyko, aku senang akhirnya bisa menghancurkan mu dan balas dendam kepada mu! pergilah kau ke neraka!" Minami bersiap mengarahkan pistolnya.


Keyko berpaling ke Riyu dan begitu Riyu sebaliknya.


"Aku mencintaimu, Riyu!" ucap Keyko.


"Aku juga mencintai mu Keyko sayang, jadi bertahan lah!" bisik Riyu yang membuat Keyko tertegun.


Sano dan Minami mengarahkan pistol mereka berdua kepada Riyu dan Keyko, tetapi Riyu menahan dengan tubuhnya demi menolong Keyko. Tertembak lah Riyu berkali-kali. Dan Keyko terdorong ke tepi jurang sambil di lindungi Riyu


Riyu tertembak dan ambruk, sedangkan Keyko tercebur jatuh ke jurang yang di bawahnya air lautan yang berombak.


Bersambung...

__ADS_1


Yuk like dan kasih komentar nya kak. Thanks.


__ADS_2