Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 62.


__ADS_3

Riyu segera memerintahkan Rihito untuk bergerak. Dia mencemaskan Keyko. Riyu menelepon Keyko beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban. Riyu semakin cemas.


Riyu dan Rihito segera menaiki mobilnya.


Mereka berdua menuju sekolah Hana dan Keyko. Namun sudah tidak ada siswa lagi di sekitar sekolah. Kemudian Riyu dan Rihito mencari Keyko di rumah, tetapi di rumahnya tidak ada siapa pun.


Akhirnya Riyu meminta Rihito menelepon Hana dan menanyakan Keyko. Rihito segera melakukan, tetapi saat ditanyakan ternyata Hana tidak bersama Keyko dan Hana tidak tahu di mana Keyko.


Riyu semakin cemas. Ponsel Keyko juga gak aktif terus. Akhirnya dia meminta semua anak buahnya bergerak mencari Keyko.


Tepat setelah Riyu menyuruh para anak buahnya, sebuah panggilan berdering dari ponsel Riyu. Riyu segera mengangkatnya. Dari nomor yang tidak dia kenal.


"Halo siapa ini?"


"Aku Ken, sibuk mencari kekasihmu, kah?


"Keyko? Keyko bersama mu kah?"


"Iya, tadi kami makan es krim bersama. Namun, sekarang dia tertidur." Ken melihat ke arah Keyko yang terbaring di atas ranjang.


Ternyata saat mereka makan es krim bersama, yang punya Keyko telah diberi obat bius. Keyko pun tidak sadarkan diri. Ken dan Jason segera mengangkat Keyko dan membawanya ke tempat Ken.


Riyu yang mendengar mencengkram ponselnya hingga ponsel tersebut hampir retak dan buku-buku jari tangannya memutih.


"Jangan lukai Keyko!" mata Riyu menggelap.


"Tergantung ... jika kau segera kemari maka dia akan baik-baik saja. Kemarilah cepat!"


Telepon terputus. Riyu menatap ponselnya. Sebuah pesan masuk dan terlihat foto Keyko yang terbaring dan sebuah alamat yang diberikan. Riyu menatap Rihito.


"Keyko dalam bahaya. Aku akan menolongnya."


"Bos, aku akan temani!"


'Tidak, Rihito. Biarkan aku sendiri saja!"


Riyu melajukan mobilnya dan meninggalkan Rihito. Dia bahkan berpesan jika ada apa-apa maka Rihito yang akan pegang kendali semua dan Riyu menyerahkan semua kepada Rihito. Rihito tertegun. Tapi dia gak bisa tinggal diam saja. Rihito segera menyusul dengan memanggil beberapa anak buahnya.


Riyu segera pergi ke tempat yang dituju. Sebuah wisma yang tidak begitu banyak penjaganya. Riyu turun dari mobil dan masuk ke dalam wisma tersebut. Jason menyambut Riyu. Mereka masuk ke dalam ruangan. Ken duduk di sebuah sofa menantikan kedatangan Riyu. Dia bahkan meminum wine.


Melihat Riyu datang, Ken tersenyum.

__ADS_1


"Di mana Keyko?" tatap Riyu dengan tajam.


"Dia ada dan sedang tidur dengan pulas."


"Lepaskan Keyko! Yang kau cari adalah aku kan?" Riyu sekarang sudah tahu siapa Ken dan Jason sesungguhnya.


"Hem. Sepertinya kau sudah tahu siapa kami, ya. Bagus." Ken tersenyum. Dia meneguk habis wine di tangannya.


"Lepaskan Keyko sekarang juga!"


"Tidak akan menarik jika melepaskan begitu saja."


"Jadi kau mau apa? Apa tidak puas kalian merebut perusahaan keluarga Himura dan membunuh kedua orang tuaku!!" Riyu terlihat marah. Tato ular di tangan Ken adalah bukti dari seorang yang telah membunuh orang tuanya. Di tambah semua informasi yang dia ketahui dari Rihito memperjelas semuanya kini. Sekarang Riyu tahu lawannya siapa saat ini.


Ken tersenyum sinis. "Mungkin kematian mu maka kami baru akan puas. Ku dengar sekarang kau penguasa dari gangster kelompok naga terbang. Jika kau dikalahkan dan mati maka kelompok naga terbang akan menjadi milik kami."


"Jangan harap! jika aku tiada maka Rihito yang akan meneruskan semuanya."


Ken melirik ke arah Jason. Jason mengerti. Jason segera bergerak ke arah Riyu. Dan melayangkan sebuah tinju. Riyu menghindar dengan gesit. Mereka saling bertarung dengan tangan kosong. Saling pukul, tendang dan tinju.


Di sisi lain, Rihito masih dalam perjalanan menuju tempat dimana Riyu dan Keyko berada. Dia mau ikut membantu dan menolong.


"Riyu!" Keyko melihat Riyu yang sedang bertarung dengan Jason.


Riyu dan Jason masih baku hantam. Keyko pun segera mendekati pertarungan Riyu. Namun, dia segera mengambil tindakan. Keyko melihat Ken. Dia mengeluarkan pisau kecil seperti belati di balik pakaiannya. Keyko kini suka menyimpan senjata mengingat kejadian dahulu yang hampir membunuhnya. Jadi dia selalu waspada semenjak itu.


Namun , dia hampir lengah karena Ken. Karena itu sekarang dia masuk jebakan Ken dan dibawa Ken ke tempat tersebut. Keyko mendekati Ken. Keyko mengarahkan belatinya ke leher Ken.


Ken tertegun melihat sebuah belati ada di lehernya. Ken tersenyum.


"Kau sudah sadar nampaknya, Key?"


"Kau menjebakku, ya? untuk menjadi umpan agar Riyu kemari?"


"Iya, kau pintar sekali."


"Apa urusannya mu dengan Riyu? kenapa mengusik Riyu?"


"Hanya urusan masa lalu yang belum selesai, kali ini mau diselesaikan dengan tuntas. Kau kebetulan saja menjadi kekasihnya karena itu menjadi terikut."


"Suruh Jason hentikan serangan kepada Riyu, sekarang!"

__ADS_1


"Kenapa? bukankah menyenangkan!"


Keyko mau melukai Ken, tetapi dengan sigap Ken meraih belati tersebut dan membalikkan keadaan. Dia akhirnya malah berbalik ke arah belakang Keyko. Keyko yang kaget dan tidak menyadari gerakan kilat yang sangat cepat tersebut.


"Dia? dia sekarang berada di belakang ku!" kening Keyko berkerut.


Ken tersenyum kecil. "Bagaimana? keadaan terbalik sekarang kan?" ucap Ken yang berada dibalik belakang Keyko dan mengarahkan belatinya di leher Keyko. Keyko pun terdiam.


Dari pertarungan Riyu dan Jason, Riyu melihat Keyko yang ada di tangan Ken. Riyu segera berlari ke arah Keyko. Ken yang melihat segera mengelak, tetapi Riyu segera bergerak cepat. Dia menarik tangannya Keyko hingga terjadi tarik menarik antara Riyu dan Ken, dimana Keyko di tengahnya.


"Lepaskan dia!"


"Tidak!"


Jason melihat dari samping. Dia kini diam.


Terjadi perkelahian antara Riyu dan Ken yang dimana ada Keyko di antara keduanya. Ken mengarahkan belatinya ke arah Riyu. Keyko yang melihat segera melindungi Riyu, tetapi segera ditarik Riyu dan belati pun menancap di bahu kiri Riyu.


"Tidak!" teriak Keyko melihat darah mengucur dari bahu Riyu.


Keyko yang melihat langsung melakukan tendangan ke arah Ken. Ken pun mundur beberapa langkah karena terkena tendangan Keyko. Namun masih dapat di tahan oleh dirinya.


Keyko segera memapah Riyu.


"Kak Riyu!" Keyko nampak cemas.


"Aku tidak apa-apa, kau bagaimana, Key?"


"Jangan pikirkan aku, pikirkan keadaan mu." Keyko melihat darah Riyu terus mengucur. Keyko merobek pakaian bawahnya dan segera membalut luka Riyu, agar pendarahannya di hentikan atau berkurang.


"Istirahat lah di sini, aku yang akan menghadapi dia!" ucap Keyko penuh berapi-api.


"Gadis bodoh, kau ini masih terlalu muda. Dia sudah sangat ahli. Apa kau bisa menandingi dia?"


"Setidaknya aku akan tetap melawannya. Tunggu di sini saja." Keyko meminta Riyu diam saja dan dia mau melawan Ken.


Ken tersenyum melihat gadis tersebut. Keyko menatap tajam ke arah Ken.


Bersambung....


Yuk klik like dan kasih komentar nya ya. Thanks.

__ADS_1


__ADS_2