Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 20.


__ADS_3

"Kau yang cari masalah dengan ku!" tatap Keyko alias Riyu dengan dingin dan tajam ke arah Sano


Keyko yang sebenarnya adalah Riyu menghajar semua anak buahnya Sano. Semua anak buahnya Sano ketakutan mendapatkan amukan buas dari seorang gadis yang mereka pikir gadis lemah. Bahkan anak buah Rihito dan Riyu sendiri heran dengan cara bertarung Keyko yang mirip bos mereka.


"Cari mati kalian semua hah! Rasakan!!" di sela perkelahiannya Keyko berujar ke musuh-musuhnya. Semua dihajarnya sampai babak belur.


Semua anak buah Sano akhirnya kalah di tangan Keyko dan babak belur. Sano sendiri ketakutan dan akhirnya kabur.


"Dia ... gadis itu sudah gila. Aku sebaiknya pergi." Sano pun akhirnya kabur bersama sisa-sisa anak buahnya yang masih bisa kabur. Sano sendiri sempat terkena tonjokan di wajahnya. Kini dia merasakan rasa perih di wajahnya serta lebam. Sano pun kabur dengan anak buahnya.


Keyko alias Riyu menatap kepergian Sano beserta anak buahnya. Sisa satu anak buah Sano yang ada di tangannya segera dihajarnya habis-habisan hingga dia puas. Dan semuanya telah kalah di tangan Riyu.


"Ayo kita pergi dari sini." ucapnya berkata kepada semua anak buah dari naga terbang.


"Baik." mereka semua spontan langsung mengiyakan. Bagi mereka pacar bos berarti adalah bos mereka juga.


Riyu asli segera pergi diikuti anak buahnya. Dia segera menyusul ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, Riyu asli melihat Keyko asli terbaring di ranjang pasien. Rihito berkata kalau Riyu berhasil di selamat kan.


"Dia sudah tak apa-apa. Syukurlah dokter berhasil menyelamatkannya." Rihito berujar kepada Keyko.


"Baguslah. Terima kasih kau sudah membawanya ke rumah sakit." Keyko alias Riyu duduk di samping ranjang pasien.


"Terima kasih juga karena sudah perhatian kepada bos kami." Rihito juga berkata terima kasih kepada Keyko.


"Aku adalah Riyu, Rihito." Keyko pun berkata ke Rihito kalau dia sebenarnya adalah Riyu.


"Hah? Apa? Kau Riyu ... jangan bercanda!" tentu saja Rihito kaget dan tak percaya. Tapi Riyu tak peduli. Dia tetap duduk di samping ranjang Keyko dan menunggunya sadar.


"Terserah kau percaya atau tidak. Jiwa ku dan gadis ini tertukar. Kami berada di tubuh yang salah saat terbangun dari rumah sakit beberapa waktu yang lalu." Riyu kembali berkata di dekat Rihito yang berdiri di sampingnya. Mata Riyu sendiri menatap Keyko yang masih terbaring.


"Aku ... aku masih bingung dan sulit mencernanya." tutur kata Rihito.


"Pergilah. Biar aku yang menjaganya hingga dia sadar nanti."


Rihito pun keluar dan membiarkan Riyu bersama Keyko di dalam ruangan kamar pasien tersebut.


Lima hari berlalu, selama lima hari itu Riyu selalu menemui Keyko yang terbaring di rumah sakit. Menemani sekaligus menjaganya sambil menunggu dia sadar. Sedangkan Kakek Keyko sudah baikan setelah melihat Keyko pulang ke rumah dalam keadaan baik-baik saja. Walaupun sebenarnya itu adalah Riyu yang menjadi Keyko.


Kakek Yamada sempat di rawat di rumah sakit sebelumnya tapi sudah membaik setelah tahu cucunya baik-baik saja. Sehingga dia bisa pulang ke rumah.


Riyu bukan hanya menemui dan menemani tapi juga merawat Keyko yang masih terbaring. Setelah lima hari berlalu baru lah Keyko sadar. Riyu begitu senang. Beberapa hari ini dia terus menemani Keyko asli di rumah sakit sehingga tidak masuk ke sekolah.


"Kau sudah sadar Key. Syukurlah." Riyu tersenyum.


"Aku dimana?"


"Rumah sakit."


"Kakek ku?" Keyko asli melihat ke Riyu.


"Dia baik-baik saja. Sekarang dia di rumah saja."


"Syukurlah. Dan kau sendiri?" tatap Keyko asli melihat Riyu. Dia mencemaskan Riyu.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja. Kau itu yang tidak sadar selama lima hari."


"Hah? lima hari sudah berlalu?"


"Hem."


" Aduh. Maafkan aku jadi membuat mu repot."


" Sudahlah. Yang penting kau baik-baik saja sekarang Key."


Riyu dan Keyko saling bertatapan dalam keheningan. Kedua mata saling beradu pandang. Wajah Keyko asli serasa memanas. Dia melihat ke arah lain. Riyu menghela napas panjang. Riyu bangkit dan mengambil minuman untuk Keyko.


Keyko menerima dan meminumnya.


"Terima kasih."


"Hem. Jika sudah lebih baik maka kau bisa pulang Key. Tapi sebelumnya biar dokter memeriksa sekali lagi untuk memastikan kau baik-baik saja." Riyu asli mengelus rambut Keyko yang sebenarnya adalah rambut Riyu sendiri.


"Hem. Baiklah." Keyko asli menganggukkan kepalanya.


"Nanti saat mau pulang Rihito akan menjemput mu dan menjagamu."


"Baik." keduanya kemudian saling tersenyum.


***


Selama lima hari itu Riyu yang sebagai Keyko tak masuk sekolah karena demi menjaga Keyko asli di rumah sakit. Setelah Keyko asli sudah baikan dan kembali pulang bersama Rihito, barulah Riyu kembali ke sekolah untuk bersekolah.


Saat sudah masuk ke sekolah. Seto kembali menemuinya dan berkata bagaimana sekarang hubungan mereka. Riyu yang menjadi Keyko berkata akan memberikan kejelasan setelah Seto mencampakkan Minami. Seto pun melakukannya dan menuruti semuanya.


"Hem." hanya menjawab singkat.


"Hana bercerita kau sudah selamat. Tapi kenapa tidak langsung masuk sekolah dan melarang kami menjenguk mu?"


"Aku hanya butuh istirahat saja."


"Oh ... Key, sekarang bagaimana hubungan kita? kau pasti paham maksud ku kan. Apa kau sudah mau menerima cinta ku?"


Keyko alias Riyu menatap Seto dengan tajam. Dia kemudian tersenyum. "Jadi?"


"Jadi apa kita sudah bisa pacaran? Kau menerima cinta ku kan? Aku sudah pacaran dengan Minami kembali, aku sudah sering menyuruh-nyuruh dia melakukan banyak hal. Suka mengabaikan dan membatalkan janji kencan kami. Dia sudah sering ku buat kecewa dan kesal pastinya. Tapi dengan bodohnya dia selalu percaya perkataan ku, dengan dalih belajar karena sekarang aku berada di tingkat akhir. Semua perintah mu sudah ku lakukan." Seto berbicara panjang lebar.


"Dan kau pun bodoh, karena percaya ucapan ku. Minami dan Seto sama bodohnya." keluh Riyu dalam hatinya.


"Baiklah. Aku akan memberikan jawaban pasti setelah kau putuskan Minami."


"Baik. Akan ku lakukan." Seto tersenyum puas. Dia berpikir setelah berpisah dengan Minami maka akan bersama dengan Keyko.


Setelah jam istirahat, Minami hendak mengajak Seto makan bersama di kantin. Dia mengajaknya. Saat di kantin makan bersama, Seto mengatakan kalau dia ingin hubungan mereka berakhir.


"Kak, ayo kita ke kantin bersama?" Minami menarik tangannya Seto. Dan Seto mengiyakan saja.


"Hem." Keduanya pergi ke kantin dan pesan makanan bersama. Saat keduanya duduk bersama sambil makan, Seto berujar ke Minami.

__ADS_1


"Minami, kita putus saja." Seto langsung mengatakannya.


Minami yang hendak menyuap makanannya tak jadi dan malah melihat ke arah Seto. Kedua bola matanya membulat.


Tentu saja Minami heran dan kaget. Apa maksudnya? Bukankah hubungan kami sudah baikan tapi kenapa? keluh Minami dalam hatinya.


"Tapi kenapa Kak? Kok tiba-tiba ...." Minami hendak berucap tapi terhenti karena dia melihat Keyko datang mendekat.


Di saat itulah Keyko muncul dihadapan Seto dan Minami. Seto segera bangkit dan berdiri di samping Keyko. Kini Minami paham.


"Keyko." Seto berdiri dan berjalan kemudian berdiri di samping Keyko.


"Oh ... jadi begitu rupanya." Minami akhirnya mengerti kenapa Seto minta putus. Keyko hanya tersenyum melihat ke arah Minami.


Keyko mendekati Minami dan mengambil mangkok makanan Minami dan dia tumpahkan ke atas kepala Minami, sontak saja semua siswa yang melihat kaget bukan main.


"Kau suka?" tanya Keyko sambil tersenyum dan menaikkan alis matanya sebelah.


"..." Minami tak dapat berkata apa-apa. Bahkan Minami sendiri tertegun dan terdiam kaget. Dia tidak terima. Minami berteriak dan marah.


"Kau!!! Keyko!!!" teriak amarah Minami menatap tajam ke arah Keyko.


Keyko berkata, "Apa kau serasa Dejavu dengan kejadian seperti ini?"


Minami terdiam seketika. Dia ingat kalau dulu Keyko juga dipermainkan dan diperlakukan dengan tidak baik. Ternyata Keyko hanya ingin membalas dendam kepadanya. Kini Minami menyadarinya.


Minami hendak menghajar Keyko tapi dengan gesit Keyko mengelak dan membuat Minami jatuh sendiri tersungkur di lantai. Semua menertawakan Minami. Minami merasakan malu sekali. Dia segera berlari dan pergi menjauh.


Sedangkan Seto tersenyum manis dihadapan Keyko. Dia berkata kalau, "Semua sudah ku lakukan, jadi kita sekarang pacaran, kan?"


"Akan ku pikirkan." Keyko bilang dia akan memikirkannya.


Seto tidak menerima jawaban Keyko yang seperti ini. Dia pun mendesak dan berkata kalau esok malam ulang tahunnya maka datang lah menjadi kekasihnya.


"Key ...kau sudah berjanji kan. Esok adalah ulang tahun ku. Aku mengadakan pesta di rumah. Datang lah sebagai kekasih ku. Oke." Seto tersenyum lembut.


Keyko kemudian berkata kalau dia akan datang dan memberikan kejutan kepada Seto. Senyum licik terlukis di wajah cantik Keyko yang sebenarnya adalah Riyu.


"Baik. Esok aku akan datang dan membawa hadiah kejutan untuk mu Kak Seto." Senyuman penuh arti terlukis di wajah cantiknya. Seto tidak curiga apapun bahkan dia ikut tersenyum di samping Keyko (Riyu).


***


Malam harinya Riyu asli sedang menelepon Keyko asli di kamar sambil duduk di atas ranjangnya.


"Keyko ... esok luangkan waktu pergi bersamaku ya ke sebuah acara pesta ulang tahun." Riyu yang berwujud Keyko tersenyum manis penuh arti. Dia tak sabar rasanya menunggu hari esok.


Bersambung....


Yuk selalu setia di karya ini dari awal hingga akhir nanti ya kak baca terus 😂


Mari dukung karya lomba ini ya kak. Kasih Like dan komentar ya kak 😂 biar gak jadi silent reader.


Thanks for all of you gaes.

__ADS_1


By : Author Libra 🤗


__ADS_2