
Hana dan Rihito yang selamat segera mencari keberadaan Keyko dan Gitu, setelah Sano dan Minami pergi bersama para anak buah mereka semua.
Beberapa anak buah naga terbang yang masih selamat bersama Hana dan Rihito mencari Keyko dan Riyu. Namun, mereka sudah berkeliling pulau tetap saja tidak menemukan tubuh Keyko dan Riyu.
"Bos? kau di mana?" keluh Rihito.
Hana juga menatap sedih. Mereka terus mencari keberadaan Keyko dan Riyu. Rihito bersumpah untuk menuntut balas kepada Sano dan Minami atas kejadian yang menimpa mereka semua.
Beberapa hari kemudian, sekitar tiga hari kemudian akhirnya Keyko ditemukan. Tubuhnya tidak sadarkan diri. Rihito dan Hana segera membawanya ke rumah sakit. Mereka meninggalkan pulau tersebut. Sedangkan Riyu sampai saat ini tidak ditemukan.
Tiga minggu kemudian. Kondisi Keyko sudah lebih baik. Dia akhirnya siuman dan pulih. Keyko bertanya kepada Hana dan Rihito bagaimana keadaan Riyu, tetapi tidak ada yang tahu. Keyko merasa sedih dan prustasi. Selama Keyko di rumah sakit, Hana dan Riyu yang menjaga Keyko dan juga menjaga kakek Yamada.
Kini kondisi Keyko telah pulih. Dia bermaksud untuk mencari keberadaan Riyu atau pun membalaskan dendamnya. Dia tidak terima dengan perlakuan Sano dan Minami.
"Aku harus mencari Riyu! aku juga harus menuntut balas kepada Sano dan Minami!" seru Keyko.
Hana dan Rihito saling pandang.
"Key, sudah lah. Jangan seperti ini. Kita kembali ke sekolah saja, ya. Sebentar lagi tahun ajaran baru akan mulai. Kita harus segera kembali ke sekolah," ujar Hana.
"Tidak, Hana. Mereka harus menerima pembalasan ku!" tatap Keyko penuh amarah.
"Aku sudah mencari keberadaan Bos, tapi sampai sekarang tidak ditemukan tubuhnya. Aku tidak tahu, apa dia selamat atau tidak." Rihito menundukkan kepalanya.
"Aku yang akan mengurusi Minami dan Sano, kau cari Riyu sampai dapat, Rihito!"
"Key, ingat kakek mu. Serahkan saja semua nya kepada Kak Rihito." Bujuk Hana.
Namun, Keyko menggeleng. Dia tetap ingin balas dendam. Dia bertanya kepada Rihito dimana Sano dan Minami saat ini. Rihito berkata kalau mereka berdua saat ini sedang di tempat lain. Mereka sedang di Yokohama saat ini. Hana juga menambahkan kalau Minami sudah pindah sekolah. Jadi sudah di pastikan kalau Sano dan Minami bersama di Yokohama.
Keyko segera keluar dari rumah sakit. Semenjak keluar dari rumah sakit Keyko terus berlatih. Dia hanya meminta Hana menjadi kakeknya. Sedangkan Rihito masih fokus mencari Riyu. Rihito juga mengurusi anggota naga terbang yang masih ada serta mengurusi kasino.
Setiap hari Keyko berlatih bela diri. Dia ingin mempersiapkan diri demi menghadapi Sano dan Minami. Keyko berlatih pedang samurai juga. Lari, push up, latihan tinju, pukul dan tendangan juga dilakukan Keyko. Bersamaan dengan latihan pedang samurai juga.
Di saat yang sudah siap, barulah Keyko bersiap mencari Sano dan Minami. Rihito melarang, tetapi Keyko tetap ingin melakukan hal tersebut. Dia hanya berharap agar Rihito tetap terus mencari Riyu baik hidup atau mati sekali pun sekalian berpesan kepada Hana jaga kakek Yamada.
Hari yang ditunggu pun tiba. Pertama-tama Keyko mencari keberadaan Sano dan Minami di Yokohama.
Sano diketahui dia telah mendirikan sebuah bar di Yokohama. Sedangkan Minami bersekolah di Yokohama. Keyko mencari dan menyelidiki keseharian dari Sano dan Minami.
__ADS_1
Dia mau menyerang mereka berdua di saat yang tepat. Pedang samurai dibawa Keyko kemana-mana dia pergi. Dia ingin menebas mereka berdua dengan pedang tersebut. Nyawa dibayar dengan nyawa.
Usai memantau Sano dan Minami selama beberapa hari, akhirnya Keyko mengetahui kalau Sano dan Minami sering bertemu di sebuah ruangan hotel yang ada di pusat kota. Dia mencatat waktu yang sering mereka pakai untuk ketemuan.
Keyko menyelinap ke hotel tersebut. Dia bersiap dan menunggu Sano dan Minami. Keyko menyamar menjadi petugas bersih-bersih. Dia masuk ke ruangan yang sering menjadi tempat mereka bertemu. Jam yang biasa menjadi tempat pertemuan bagi Sano dan Minami, Keyko segera bersembunyi di dalam.
Sano dan Minami baru saja sampai.
"Akhirnya kita bertemu lagi sayang," ucap Sano memeluk Minami.
"Iya." Minami tersenyum.
Ternyata kini Minami dan Sano telah menjalin asmara. Keduanya bahkan lebih intim. Sano mengecup bibir Minami dan akhirnya mereka berdua bergelut di ranjang. Suara kenikmatan pun terdengar.
Keyko bisa mendengar dan mengetahui hubungan para dua orang brengsek tersebut. Dia merasa jijik dan ingin segera keluar mengarahkan pedang samurai miliknya ke arah Sano dan Minami.
Usai keduanya bercinta, Minami membersihkan dirinya. Sano sendiri pergi ke dapur mengambil minuman. Ruangan tersebut begitu lengkap desain interior nya sehingga ada dapur sendiri juga.
Keyko keluar dan berjalan ke arah Sano. Pantas saja jika mereka di tempat ini tidak banyak penjaga karena melakukan hubungan tersebut rupanya.
Sano minum air dingin dari kulkas. Begitu dia berbalik ternyata ada Keyko yang sedang mengarahkan pedang samurai ke arahnya. Seketika gelas yang dia pegang jatuh ke langit. Prang, suara pecahan gelas terdengar.
Sano masih menatap ke arah Keyko yang mengarah pedang kepada dirinya.
"Kau? bagaimana bisa?"
"Apa kabar kalian berdua? nampaknya kalian berdua sudah sering bersenang-senang, ya." Keyko mencemooh Sano.
Sano diam membatu. Dia tidak bisa asal bergerak bisa-bisa nyawanya taruhannya.
Minami keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian.
Diluar masih begitu tegang, Keyko segera mengayunkan pedang samurai nya, Sano segera mengelak. Terjadilah baku hantam antara Keyko dan Sano. Di saat itu, Minami keluar dan melihat Keyko sedang bertarung dengan Sano.
Banyak barang yang hancur serta pecah. Minami. menatap kaget ke arah Keyko. Dia kira Keyko sudah mati, tetapi kini malah ada dihadapannya.
"Keyko!? bagaimana bisa? dia masih hidup?"
Keyko masih saja bertarung dengan Sano. Pedang menebas semua barang yang terkena. Sano berusaha agar tidak terkena tebasan pedang Keyko.
__ADS_1
"Jangan kabur kau, Sano!" teriak Keyko.
Sano melihat Minami mematung karena kaget, dia segera berlari ke arah Minami dan menarik tangannya. Mereka berusaha kabur berdua. Mereka keluar ruangan dan gedung.
Keyko mengejar kedua orang tersebut.
Sano mengendarai mobilnya, kemudian melajukan mobilnya. Di dalam mobil Minami masih syok.
"Itu Keyko! kok dia bisa di sini? bukannya dia mati!?"
"Dia masih hidup ternyata, sekarang kita sasaran nya. Cepat panggil bantuan anak buah ku atau anak buahmu!" perintah Sano kepada Minami.
Minami lupa membawa ponsel. Sano juga tertinggal ponselnya di hotel tadi, sekarang Minami memeriksa sekitar mobil dan laci-laci berharap menemukan sesuatu.
Di belakang ternyata Keyko mengejar dengan mengendarai sepeda motor. Dia melaju dengan cepat. Sano yang melihat panik. Dia mengambil pistol yang dia sembunyikan di mobil. Sano mengarahkan sesekali ke arah Keyko. Keyko dengan gesit mengelak.
Kejar mengejar masih terjadi. Di sepanjang jalan tembakan masih terdengar, tetapi Keyko bisa menghindari.
Dan Keyko segera menghadang jalan Sano. Dia muncul tiba-tiba setelah menyalip beberapa belokan. Sano yang kaget melihat Keyko muncul segera membanting setir ke arah lain dan bruk. Dia menabrak sebuah tiang.
Minami dan Sano luka-luka. Sano segera menarik Minami agar segera keluar mobil. Mereka keluar dan segera berlari.
Keyko mulai mengejar kembali kedua orang tersebut.
Sano dan Minami berjalan ke daerah sunyi berharap Keyko tidak menemukan mereka. Suara sepeda motor nya berhenti. Keyko turun dan melihat sekitar.
Sano dan Minami terlihat spot jantung. Mereka bersembunyi. Keyko kembali mengeluarkan pedang yang dia pegang. Suara pedang di goreskan di dinding terdengar menggema. Bahkan diturunkan ke lantai hingga mengeluarkan suaranya.
Sano dan Minami bersembunyi di sebuah pabrik.
"Minami, jika ada kesempatan lari dan cari bala bantuan secepatnya. Kau paham kan!" ujar Sano.
"Baiklah." Minami berdebar tidak karuan.
Sano bergerak perlahan. Dia bermaksud menyerang Keyko tiba-tiba.
Bersambung...
Yuk dukung karya ini ya kak, dengan cara like dan komentar ya. Makasih semuanya.
__ADS_1