
"Tidak. Lupakan saja, ya." Riyu berusaha tetap tersenyum.
Suasana menjadi canggung. Karena sudah larut malam, Riyu pun pamit pulang. Keyko kembali ke rumah dan masuk kamar. Keyko berbaring di kamarnya. Dia menjadi kepikiran akan Riyu.
Malam semakin larut dan Keyko akhirnya tertidur.
Sedangkan Riyu sudah kembali ke Kasino. Rihito melihat wajah Riyu yang nampak diam saja. Bukankah tadi pergi begitu bersemangat, kenapa sekarang malah terlihat tidak begitu semangat.
Rihito mendekati Riyu.
"Kenapa, Bos? tidak ketemu dengan Keyko, ya?"
"Sudah bertemu." Jawab Riyu dengan singkat.
"Lalu?"
"Tidak apa-apa. Rihito, pergilah. Aku mau sendirian."
Rihito pun pergi meninggalkan Bosnya sendiri di kantor. Dia mau pergi pulang saja dan tidur di rumah.
Waktu terus berlalu hari demi hari, minggu demi minggu dan bulan demi bulan. Keyko dan Hana sekolah seperti biasanya. Bahkan Keyko kini merasa kehampaan. Keyko sendiri bingung kenapa dia merasa hampa. Apa karena pertemuan terakhir dengan Riyu itu? atau karena sudah lama dia tidak bertemu dengan Riyu? entah sedang apa Riyu, Keyko juga tidak tahu. Keyko lama tidak komunikasi dengan Riyu.
Ujian tengah semester dimulai. Keyko dan Hana sudah belajar semampunya, awalnya dia mau belajar lagi dengan Riyu, tetapi takut mengganggu Riyu. Jadi Keyko hanya belajar dengan Hana. Mereka pun tengah menjalani ujian tengah semester.
Satu minggu kemudian, ujian berakhir dan mereka menerima hasilnya. Hasil punya Hana begitu memuaskan sedangkan Keyko hanya biasa saja. Keyko hanya bisa tersenyum kecil saja. Ternyata belajar dengan Riyu lebih efisien. Tapi sudahlah.
Di sisi lain, Riyu dan Rihito sibuk mengurusi kasino mereka. Bahkan kini menambah cabang menjadi tiga. Setiap kasino dipantau dan di awasi. Hingga suatu ketika Kasino Riyu di datangi oleh dua orang tamu misterius.
Pria rambut panjang dan pria rambut perak. Keduanya kini menampakkan diri dihadapan Riyu. Mereka bahkan bermain di Kasino Riyu. Putaran pertama mereka bermain sungguh keberuntungan. Selanjutnya mereka bermain terus menang hingga membuat perhatian teralih kepada mereka berdua.
Rihito dan Riyu juga sampai melihat ke arah mereka berdua dan mengawasi. Mereka berpikir mungkin mereka curang, tetapi karena ahli sehingga tidak ketahuan. Riyu akhirnya mendatangi kedua tamu tersebut.
"Itu mereka, Bos. Dari awal permainan hingga sekarang menang terus. Aneh, kan?" ucap Rihito.
"Hem." Riyu tidak banyak komentar mendengar perkataan Rihito.
__ADS_1
Hingga sampai permainan berikutnya mereka berdua masih menang terus. Bahkan membawa kemenangan yang banyak. Pria berambut perak tersenyum puas.
Riyu bertepuk tangan. Kedua tamu melihat ke arah Riyu.
"Selamat, kalian hebat sekali bisa menang banyak di kasino kami ini." Riyu mendekati kedua tamu.
"Oh, Anda pemilik kasino. Terima kasih atas pujiannya. Kami hanya beruntung, iya kan, Jason!" rambut perak menatap pria berambut panjang bernama Jason Santiago. Anak buahnya. Jason hanya tersenyum kepada Bosnya.
"Kalau boleh tahu siapa nama Tuan?" Riyu menatap si rambut perak.
"Namaku Robert Miles tapi aku juga punya nama Jepang, nama Jepang ku adalah Ken Yamamoto." Ken mengulurkan tangan kanannya dan terlihat tato ular di tangannya. Riyu menatap tato tersebut seakan pernah melihatnya.
"Riyu Himura." Riyu menyambut tangan Ken. keduanya berjabat tangan.
Mata keduanya tajam dan saling menatap. Seperti ada aliran listrik saja diantar kedua tangan tersebut.
"Bos, waktunya kita pergi!" ucap Jason.
"Baiklah."
Ken dan Jason pun pamit dan pergi. Riyu menatap ke arah Ken dan Jason dengan tajam. Dia seakan pernah melihat mereka, tetapi dimana Riyu tidak ingat.
"Hem, apa dia akan mengingat kita, Jason!"
"Sepertinya dia lupa akan kita!"
"Hem, mari kita buat dia mengingat kita. Dia sudah cukup hidup tenang sekarang waktunya berhadapan dengan kita." Ken tersenyum.
Jason mengangguk. Mereka lalu melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan kasino.
Usia pertemuan tersebut, Riyu terus kepikiran dengan Ken. Apalagi tato ular di tangannya seakan sangat familiar.
Rihito melihat Bosnya termenung. Dia mendekati.
"Ada apa, Bos?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa, hanya saja kedua orang itu seakan aku pernah bertemu sebelumnya."
"Benarkah? di mana, Bos?"
"Aku tidak ingat, tetapi tato itu pernah aku lihat!"
Rihito bingung dengan yang diucapkan Riyu. Pernah lihat dan bertemu tapi di mana. Rihito sulit mengerti.
***
Hana dan Keyko baru pulang sekolah. Di tengah perjalanan mereka di ganggu sekelompok preman. Keyko tentu akan menghajar mereka semua. Namun , belum sempat dia menghajar, sudah ada orang yang duluan menghajar. Keyko terdiam menonton saja. Hana pun sama.
Orang yang membantu adalah Jason. Jason menghajar mereka semua hingga babak belur dan akhirnya semua kabur. Jason menatap ke arah dua gadis SMA.
"Nona berdua tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa." Hana mengangguk.
"Terima kasih, Tuan." Keyko membungkuk mengucapkan terima kasih. Hana mengikuti Keyko.
"Tidak perlu sungkan. Saya hanya kebetulan lewat." Jason tersenyum.
Ken muncul di dekat mereka.
"Jason, kau lama sekali!"
Mereka semua menoleh ke arah Ken yang terlihat tampan. Jason dan Ken adalah dua pria tampan sesungguhnya.
"Maaf, aku hanya menolong dua gadis ini." Jason menjelaskan.
Ken mendekati kedua gadis. Dia melihat ke arah Keyko.
"Ken Yamamoto. Salam kenal nona-nona manis." Ken meraih tangan Keyko dan mengecup. Keyko kaget tentu saja. Hana sendiri sampai terpelongo.
"Eh ...."
__ADS_1
Bersambung...
Yuk, di klik like dan komentar ya kak. Makasih.