Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 30.


__ADS_3

Hana menyerat Rihito ikut bersamanya. Dia mengajak Rihito bermain rollercoaster. Rihito sebenarnya tidak ingin menaikinya tapi apa boleh buat, karena Hana akhirnya dia ikut serta bermain.


Sedangkan Keyko dan Riyu, keduanya malah naik bianglala. Dari atas begitu banyak pemandangan yang bisa di lihat. Keyko merasa agak takut dengan ketinggian tersebut. Akhirnya Riyu menggenggam tangan Keyko agar dia bisa tenang.


Keduanya akhirnya menikmati suasana bersama.


Selesai bermain rollercoaster, Hana ingin mengajak Rihito bermain yang lainnya tapi Rihito malah muntah-muntah. Rasanya dia agak trauma sekarang naik rollercoaster tersebut. Bahkan Rihito hendak pingsan saja.


"Kak, gak apa-apa kan? yuk kita kesana lagi ... main permainan lainnya." ajak Hana. Dia menarik tangannya Rihito tapi Rihito segera menepisnya.


"Hei, kau apa tidak lelah. Kita sudah banyak main berbagai permainan dan tadi naik rollercoaster yang membuat ku hendak pingsan saja rasanya." keluh Rihito kepada Hana.


Hana menampilkan wajah sendu yang sangat terlihat sedih. Rihito jadi tidak enak hati. Mata Hana terlihat seperti puppy eyes, membuat Rihito akhirnya luluh.


"Kak ...." ujar Hana dengan masih bersedih.


Rihito jadi tak tega.


"Baiklah. Baiklah. Ayo." Rihito akhirnya mengalah dan pasrah saja.


"Hore!!! Kak Rihito memang baik deh." Hana kegirangan dan tersenyum manis. Seketika Rihito merasa adem melihat senyuman bahagia dari Hana.


Keduanya kembali bermain.


Keyko dan Riyu juga setelah puas bermain bianglala, kemudian turun. Kaki Keyko hampir saja tersandung, tapi syukurlah ada Riyu maka dia tak jadi terjatuh. Keduanya saling menatap.


"Kau tak apa-apa, Key?" Riyu asli menatap Keyko asli.


"Ehem ... iya. Aku baik-baik saja. Terima kasih."


Keyko kembali berdiri tegak dan mulai berjalan. Hatinya terasa berdebar-debar.


Keyko dan Riyu melanjutkan bermain yang lainnya. Bombom car, Kicir-Kicir, komedi putar hehehe dan lain-lain.


Setelah kelelahan, Riyu mengajak Keyko duduk bersama sambil mereka memakan es krim. Tak berapa lama kemudian Hana dan Rihito muncul. Ternyata Hana benar-benar bermain sepuasnya. Rihito Sampai kelelahan hingga seperti kehilangan jiwanya.


"Hahaha." Riyu asli terkekeh melihat kondisi Rihito.


"Bos ...." Rihito memelas kepada Riyu asli.


"Bukankah menyenangkan ya?" Riyu tersenyum dan Keyko pun tersenyum.


"Iya. Menyenangkan sekali. Terima kasih Kak Riyu dan Kak Rihito." Hana begitu bersemangat dan kedua bola matanya berbinar-binar saking senangnya.


"Eh Hana ... kenapa kau tiba-tiba ada muncul di dekat kami tadi?" Keyko yang sebagai Riyu bertanya.


"Oh itu. Hehehe ... tadi aku hendak main ke tempat Keyko eh malah melihat kalian pergi bersama jadi ku ikuti sampai disini. Jadi sekarang kita bisa bersenang-senang bersama ya kan." bisik Hana ke Keyko yang sebenarnya adalah Riyu.


Hana terlihat senang dan akhirnya Riyu menyadari alasan kenapa Hana tiba-tiba muncul.


"Tapi Hana ... kita bukan double date ya. Kau harus paham itu." ucap Keyko asli yang terlihat sebagai Riyu di mata Hana.


"Kenapa? oh ... aku paham. Karena yang pacaran adalah kalian berdua ya kan hehehe. Iya deh iya deh." Hana tersenyum menahan tawa.


"Bukan begitu tapi ... ya sudahlah. Tak akan paham juga." Keyko asli menghela napas panjang.


Riyu hanya tersenyum. Rihito telah kembali membaik setelah selesai beristirahat. Hana , Keyko, Riyu dan Rihito makan dan minum bersama. Kemudian Hana melihat tempat bermain menembak. Jika menang akan mendapatkan hadiah sebuah boneka.


Ke sanalah Hana membawa yang lainnya.

__ADS_1


"Ayo, kita kesana." Hana menarik tangannya yang di anggap sebagai Keyko.


Akhirnya semua mengikuti langkah Hana. Mereka pun bermain tembakan. Riyu dan Rihito sama hebatnya dalam membidik. Keduanya malah akhirnya menang dan dua boneka besar Teddy bear akhirnya diberikan satu untuk Hana dan satunya untuk Keyko.


"Key ... hebat juga kau bermain ini. Aku baru tahu. Tapi kenapa boneka itu kau berikan ke Riyu?" Hana agak heran.


Ya jelas saja seh, kan Hana gak tahu jiwa Riyu dan Keyko tertukar.


"Tidak apa-apa. Biar dia yang bawakan. Untuk dia saja." dengan wajah cool Riyu sebagai Keyko menjawab. Keyko asli menerimanya dengan senyum yang hangat.


Hana malah terbengong melihat senyuman yang dianggapnya sebagai Riyu.


"Tampannya ...."


"Ehem ... ehem." Keyko yang sebenarnya adalah Riyu berdehem.


Hana pun tersadar. Waktu terus berlalu dan akhirnya sudah hendak matahari tenggelam. Mereka pun pulang bersama-sama.


Awalnya mereka mengantarkan Hana pulang, setelah itu barulah ke rumah kakek Yamada.


Di dalam mobilnya, Riyu dan Keyko duduk di kursi belakang dan bersebelahan. Rihito di depan menyetir mobil.


"Terima kasih untuk hari ini ya. Aku senang." ucap Keyko asli.


"Sama-sama. Jika ke wahana bermain tadi, aku jadi teringat gadis kecil itu lagi." Riyu tersenyum.


Flashback.


Beberapa tahun lalu. Di rumah sakit. Kitaro telah meninggal dunia, saat ini Riyu sedang menunggu pihak rumah sakit mengurus jenazah Kitaro yang akan segera Riyu bawa ke rumah duka dan selanjutnya akan di makamkan segera.


Riyu menatap tubuh kaku Kitaro yang sudah kaku dan dingin. Riyu bersedih hati. Kini dia benar-benar sendirian dan tak punya keluarga lagi. Ayah dan ibunya meninggal dibunuh, Riyu pun tak tahu siapa pelakunya. Sekarang yang dianggapnya sebagai keluarga, kakeknya, seperti kakeknya sendiri malah juga sudah tiada.


Riyu benar-benar sendirian. Dia pun harus menerima pesan terakhir sang kakek untuk menjadi pewarisnya dan menjadi bos dari kelompok naga terbang. Riyu harus menjalankan pesan terakhir kakeknya itu.


Seorang gadis kecil telah menangis. Gadis tersebut sudah SMP nampaknya. Dia sedang menangis tersedu-sedu. Kedua orangtuanya telah meninggal dunia.


"Papa ... Mama ... hiks." Keyko menangis.


Sang kakek di sampingnya berusaha menghibur tapi gadis tersebut masih saja menangis. Dia sangat kehilangan kedua orang tuanya.


Dua orang suster melintas dan berkata di dekat Riyu.


"Kasian sekali gadis itu, kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan. Dia terus menangis sejak semalam." suster pertama berkata.


"Wah kasian sekali. Sekarang sebatang kara. Cuma ada kakeknya seorang ya kini." suster kedua berkata sambil mereka berdua berlalu pergi makin menjauh.


Riyu yang sempat mendengar makin terus memperhatikan gadis tersebut. Sang kakek mengatakan agar Keyko tetap di tempat, kakeknya hendak keluar sebentar mengurus administrasi jenazah kedua orang tuanya agar secepatnya bisa di makamkan.


Di saat Keyko sendiri sambil terus menangis, Riyu datang mendekat.


"Hiks hiks." Keyko masih menangis.


"Sudah. Jangan menangis lagi adik kecil." ujar kata Riyu.


"Siapa kau?" Keyko berhenti menangis dan melihat ke arah pemuda yang masih muda dan terlihat tampan.


"Yang seharusnya meninggal pasti akan meninggal dan tak akan kembali. Ikhlaskan saja."


"Aku sangat sedih tahu."

__ADS_1


"Aku juga paham. Aku juga sedih."


"Kau sedih apanya? Kan kedua orang tuaku yang meninggal." Keyko mengerutkan keningnya.


"Kedua orang tua ku juga sudah meninggal. Dan sekarang Kakek ku meninggal di rumah sakit ini. Dia sudah lama sakit dan sekarang akhirnya meninggal." Riyu menunjukkan wajah yang amat sedih. Keyko bisa melihatnya.


"Kasian. Aku masih ada kakek."


"Kalau begitu kau lebih beruntung jadi semangat lah."


Riyu tersenyum, Keyko akhirnya menghapus air matanya dan ikut tersenyum.


"Nah ... senyum begitu kan lebih manis. Tapi kau sangat gendut ya."


"Enak saja. Aku itu cuma cubby. imut dan agak gendut eh cubby pokoknya. Imut." Keyko sedikit cemberut.


"Iya iya. Manis kok."


Keduanya tersenyum.


"Kak, terima kasih. Kakak juga harus kuat dan semangat ya." Keyko mencoba menghibur Riyu juga.


"Hem." Riyu menganggukkan kepalanya.


Keduanya mengaitkannya jari kelingkingnya. Keduanya pun tersenyum.


Riyu berjanji membawanya membelikan es krim serta main ke tempat wahana bermain. Keyko pun lalu bersorak gembira. Kesedihan mereka berdua pun hilang.


Riyu berkata kalau dia yang akan menjaga Keyko juga sekarang. Keyko kecil melihat sebuah kalung di leher Riyu. Riyu berkata kalau itu adalah pemberian dari kakek Kitaro. Kakeknya bilang kebahagiaan akan mendatangi dirinya suatu hari nanti.


Riyu sudah menganggap kalung tersebut sebagai kenang-kenangan dari kakeknya.


Tapi sayang, keesokan harinya saat Riyu kembali mendatangi kamar pasien tersebut yang dimana ada gadis tersebut tapi malah tidak menemukannya. Ternyata mereka sudah keluar, karena mereka hendak memakamkan segera jenazah kedua orang tuanya si gadis tersebut.


Riyu kembali bersedih, dia belum sempat bertanya alamat serta nama gadis tersebut. Riyu yang awalnya kembali gembira berkat gadis tersebut sekarang malah kembali bersedih.


Mungkin karena nasib mereka sama, jadi Riyu begitu perhatian ke gadis tersebut.


Riyu hanya bisa pasrah dan menghela napas panjang.


"Tuan muda, kita harus segera kembali. Kita harus memakamkan Tuan besar dan acara penunjukan Anda sebagai pengganti Tuan besar." ucap salah satu anak buahnya Kitaro yang setia.


"Baiklah." Riyu pun pergi. Dan semenjak itu Riyu tidak pernah bertemu gadis itu lagi.


Flashback off.


Keyko menatap Riyu yang kembali termenung. Sepertinya dia mengingat seseorang tersebut.


"Gadis kecil itu siapa?" Keyko pun bertanya.


"Hem. Aku juga tidak tahu namanya. Aku hanya menyebutnya gadis kecil. Padahal dia tidak suka di panggil seperti itu." Riyu tersenyum lembut.


Keyko melihat senyuman lembut tersebut. Sejujurnya gadis yang dimaksud adalah Keyko yang sekarang ada di dekat Riyu. Tapi baik Riyu dan Keyko belum mengetahuinya. Riyu tidak mengenali Keyko dan Keyko malah melupakan Riyu.


Bersambung....


Yuk dukung selalu ya kak. Klik like, vote, favorit, komentar, kasih gift dan star 5 nya ya.


Jangan jadi silent reader ya kak. Mana nih komentarnya kak 😂

__ADS_1


Thanks.


By Author Libra.


__ADS_2