
Di ruangan VVIP di sebuah rumah sakit ternama. Minami menatap sedih ke arah Mamanya. Saat ini Kazumi sedang di rawat di rumah sakit. Kazumi koma. Saat ditemukan, dia luka parah dan segera di bawa ke rumah sakit.
Kini Minami setiap hari selalu ke rumah sakit menemui Mamanya. Urusan rumah dipercayakan kepada asisten rumah tangga dan urusan perusahaan Mamanya di percayakan ke sekretaris Mamanya.
Sudah beberapa hari ini tidak ada perubahan kepada Mamanya. Minami menatap cemas. Minami anak tunggal, dia hanya punya Mama karena Papa Minami sudah lama meninggal. Sehingga perusahaan di kelola dan di teruskan oleh Kazumi Mamanya Minami.
Tapi kini Kazumi terbaring dalam keadaan koma. Walaupun Minami tidak tahu apa yang terjadi, tapi dari yang dia tahu melalui sekretaris pribadi Mamanya kalau Kazumi sedang berurusan dengan Keyko.
Jadi bisa dipastikan ini ada hubungannya dengan Keyko. Hati Minami seakan menaruh dendam untuk Keyko. Pandangan mata Minami menggelap dan hatinya sangat panas. Tangannya terkepal.
"Keyko ... awas kau." gumam Minami sendirian.
***
Sejak dari tadi pagi hingga sampai jam istirahat, Hana terus gelisah tidak menentu. Dia seakan berpikir tapi tak tahu hendak bagaimana.
Sebenarnya Keyko alias Riyu tahu kegelisahan Hana, tapi dia memilih diam saja dan bersikap tenang.
"Key ...." tatap Hana penuh tanda tanya dah kecemasan.
"Hem " sangat respon yang singkat.
"Kau tidak cemas dengan kemunculan Minami? Sekarang malah Kak Seto juga sudah kembali bersekolah. Aku lihat tadi pagi dia muncul di sekolah. Mereka berdua pasti akan menuntut balas Key!" Hana sangat bersikukuh. Dia yakin kalau Seto dan Minami tidak akan tinggal diam.
"Sudah Hana. Tak perlu cemas." Riyu berlalu pergi dan melangkah ke arah lain. Dia hendak ke taman sekolah. Rasanya memerlukan udara yang segar.
Hana sedikit menatap kesal ke Keyko.
Dari kejauhan, Minami melihat ke arah Keyko. Dia bahkan mengikuti Keyko dari belakang. Tidak ada yang menyadari kalau Minami sedang mengikuti Keyko. Hanya sepasang mata yang melihat gelagat Minami.
Seto yang hari ini baru kembali masuk sekolah, karena bagaimanapun dia sudah tingkat akhir jadinya dia harus lebih mementingkan sekolah. Jadi Seto kembali bersekolah.
Seto sebisa mungkin tidak mau bertemu dengan Keyko lagi. Dia terlanjur sakit hati ke Keyko bahkan dipermalukan di pestanya waktu itu. Jadi Seto memilih untuk tidak berhubungan dengan Keyko lagi.
Namun Seto malah melihat Minami mengikuti Keyko. Dia akhirnya mengikuti Minami dan kemudian menarik tangannya Minami.
Minami terkejut, kenapa Seto tiba-tiba muncul di hadapannya dan malah menarik tangannya. Tapi Minami ikuti langkah kaki Seto. Kini keduanya saling bertatapan dan sedang berada di atas atap gedung.
"Kenapa?" Minami mulai bertanya.
"Buat apa lagi kau mendekati Keyko? Sudah lupakan saja. Aku juga sudah terkena batunya. Dia hanya ingin membalaskan dendamnya kepada kita berdua." Seto menjelaskan.
"Aku sudah tahu. Lalu kenapa? Apa Kak Seto mau balikan lagi dengan ku begitu?" sebelah alis mata Minami naik sebelah. Bahkan dia melihat ke arah Seto dengan sinis sekali.
"Bukan. Aku juga tahu kalau aku menyakitimu Minami. Aku menyakiti Keyko dan juga dirimu. Oleh sebab itulah mana mungkin kau dan aku akan kembali lagi." Seto kini menyadari kesalahannya. Walaupun dia tidak terima dipermalukan. Tapi dia juga sadar kini kalau dia sudah menyakiti maka itu dia pun pantas menerimanya.
__ADS_1
"Bagus kalau kau berpikir seperti itu Kak. Aku tidak akan sudi lagi bersama mu lagi. Aku tidak akan terpedaya lagi."
"Maafkan aku." Seto menatap Minami. Minami sepintas melirik ke Seto.
"Lupakan. Kita berdua juga terkena pembalasan dari Keyko. Jadi maukah kak Seto ikut berkerjasama dengan ku membalas Keyko juga. Aku sudah dengar apa yang dia buat kepadamu kak. Menolak cinta mu, mempermainkanmu, bahkan membuat onar di pesta mu. Kau dipermalukan di depan semua orang kan?"
"Iya. Itu benar. Rasanya aku tidak terima. Malu, kesal dan bahkan sakit hati. Tapi memang kita yang salah dari awal Minami. Kau pasti ingat kejadian dahulu bagaimana kita mempermainkan dan mempermalukan Keyko kan. Bahkan kau dulu sering menindasnya." Seto mencoba mengingat kan Minami.
"Iya kau benar kak. Tapi aku membencinya. Sekarang malah aku semakin membencinya. Aku ingin menuntut balas."
"Lupakan saja. Keyko yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Kau pasti sudah paham kan Minami. Sebaiknya menjauh darinya."
"Aku tidak mau. Kalau kak Seto tidak mau ikut bersama ku membalasnya maka biarkan aku saja yang membalasnya." Minami tetap bersikeras.
Minami pun pergi meninggalkan Seto sendirian. Seto hanya bisa pasrah dan berharap kalau Minami baik-baik saja.
Minami kembali mencari Keyko. Dia harus memikirkan sebuah cara agar bisa membalas Keyko. Tapi bagaimana caranya? Minami bingung dan tidak bisa berbuat sembarang saja.
Ayumi sibuk mencari Minami kesana kemari tapi tidak menemukannya. Malah Ayumi bertemu dengan Seto. Seto pun menyapa Ayumi.
"Ayumi ...."
"Eh ... Kak Seto. Sudah kembali bersekolah ya?"
"Oh iya. Semoga berhasil ya kak. Lulus dengan nilai baik."
"Terima kasih Ayumi."
"Kabar kakak baik kan?" Ayumi agak kaku rasanya karena agak lama juga tidak melihat dan bertemu Seto.
"Baik. Kau sendiri Ayumi."
"Aku baik juga kak."
"Kau mencari Minami ya?"
"Iya kak."
"Dia sepertinya ke taman dekat belakang sekolah. Oh iya Ayumi, kau teman baik Minami kan? cobalah katakan kepada Minami untuk menjauhi Keyko dan jangan berurusan dengan Keyko."
Ayumi menatap bingung dengan kedua alis tertaut, keningnya berkerut.
"Ya sudah. Aku mau kembali ke kelas. Sampai nanti ya Ayumi." Setelah berucap begitu Seto pun pergi. Ayumi hanya menganggukkan kepalanya.
Ayumi menatap Seto sampai dia hilang menjauh. Ayumi berpikir apa Seto masih perhatian ya ke Minami. Tapi entahlah. Dia menggeleng.
__ADS_1
Ayumi kembali fokus mencari Minami.
***
Di tempat daerah kekuasaan kelompok Burung Phoenix, Sano masih kesal dengan kekalahannya yang terakhir kali.
Kali ini dia ingin mencari sebuah cara lain. Walaupun dia belum bisa menemukan kelemahan Riyu.
Awalnya dia berpikir kalau kekasih Riyu kelemahannya. Tapi setelah tahu gadis SMA itu ternyata luar binasa gilanya eh luar biasa mengerikan, sehingga membuat Sano harus berpikir ulang untuk menggunakan cara itu lagi.
Yang ada malah nanti dia yang akan bonyok dibuat gadis tersebut.
Salah seorang anak buah Sano mendekat.
"Bos lagi mikirin apa?"
"Lagi mikirin cara terbaik untuk membinasakan mu." Sano terlihat kesal. Pasalnya karena anak buahnya itu hampir saja dia mati konyol di tangan gadis SMA itu.
"Jangan gitu dong Bos." anak buah nampak takut.
"Kan gara-gara mu mengatakan untuk menculik kekasih Riyu baru kita bisa mengalahkan dia. Tapi yang ada kita hampir mati di hajar ganas oleh gadis itu kan?" Sano melotot ke arah anak buahnya.
"Maafkan aku Bos." ia menundukkan kepalanya.
Sano kembali diam dan berpikir. Kemudian si anak buahnya kembali berucap.
"Bos, bagaimana kalau kita mencari sekutu saja? jika ada musuh Riyu maka kita bisa berkerjasama dengan kita, Bos."
"Maksudnya?" Sano melirik anak buahnya.
"Bos, belakangan ini aku mendengar kalau Riyu sedang berselisih dengan keluarga Nakamura. Jadi bagaimana kalau kita ajak keluarga Nakamura untuk kerjasama? Musuhnya dari musuh adalah teman, Bos." sang anak buah memberikan usulan.
Sano nampak sedang berpikir.
"Ide bagus. Ayo kita buat pertemuan dengan Keluarga Nakamura itu."
Bersambung....
Dukung selalu ya kak.
Klik like dan komentar dong kak 🤣
Thanks ya.
By Author Libra.
__ADS_1