Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 47.


__ADS_3

Hari terakhir liburan mereka habiskan bermain banana boat dan bermain di sekitar pantai. Selanjutnya makan-makan di Villa. Kemudian barulah mereka pulang semua kembali ke Tokyo.


Keyko dan Hana kembali ke rumah. Riyu dan Rihito kembali ke Kasino. Keyko ingat sewaktu dalam perjalanan pulang wajah Hana lebih banyak termenung. Dia bahkan tidak banyak bicara. Lebih terlihat murung.


Sedangkan Rihito cuma diam saja. Entah apa yang terjadi dengan keduanya, Keyko pun tidak tahu. Riyu sendiri tidak terlalu fokus ke Rihito. Dia hanya berpikir apa sekarang Keyko akan menjauhi dirinya, karena melihat dirinya yang begitu kejam. Riyu tahu Keyko melihat dirinya membunuh orang, pasti kini Keyko tahu sisi gelap dari Riyu.


Riyu menghela napas panjang. Saat ini dia berada di kasinonya. Riyu terus kepikiran dengan Keyko. Riyu diam dalam pikiran sendiri.


Beda lagi dengan Rihito. Sampai sekarang dia tidak tahu harus bagaimana berhadapan dengan Hana. Walaupun Hana bilang sudah tidak apa-apa dan lupakan saja, tetapi hati Rihito tidak tenang jadinya.


Kedua pria tampan tersebut nampak termenung. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Beberapa anak buah mereka sampai memperhatikan Riyu dan Rihito bergantian. Riyu dan Rihito memang lebih sering menghabiskan waktu di kasino. Bahkan sampai tidur di ruangan kamar kasino. Di kasino mereka juga menyediakan beberapa kamar dan fasilitas lainnya.


"Lihat Bos kita dan kak Rihito." Salah satu anak buah pun berkata kepada anggota lainnya.


"Mereka kenapa? semenjak pulang liburan nampak aneh."


"Itulah sindrom dari warna merah jambu. Pinky gitu."


"Apa maksudnya tu?"


"Jatuh cinta. Kalian kan sudah tahu kalau Bos kita dan kak Rihito bergaul dengan gadis-gadis SMA."


"Oh, gadis SMA itu."


"Hem. Ini virus dari cinta! mereka yang biasanya galak, kejam dan sadis bisa menjadi seperti sekarang."


"Oh ...." ucap yang lainnya bersamaan.


"Tapi kan enak, dapat gadis muda dan SMA lagi hehehe." Yang lain malah tertawa.


"Sudah. Biarkan saja. Kita tidak perlu ikut campur," ucap yang lainnya lagi.


***


Beberapa hari berlalu. Hana di sekolah begitu banyak diam. Keyko merasakan perbedaan ini. Keyko awalnya mau diam saja. Akan tetapi, dia sudah tidak tahan. Keyko akhirnya bertanya.


"Hana, kau kenapa? pulang liburan aneh sekali?"


"Tidak ada apa-apa." Hana menggeleng.


"Bener? atau ada hubungannya dengan Kak Rihito, ya?"


Wajah Hana menegang. Hana kembali teringat kepada Rihito. Keyko melihat Hana terdiam.


"Jadi bener, ya!"


Hana tidak menjawab sebagai gantinya dia memandang ke arah Keyko dengan pandangan sendu.


"Tolong, lupakan saja!" Hana bangkit dan berjalan pergi. Keyko menatap kepergian Hana.

__ADS_1


Pulang sekolah, Keyko memutuskan pergi ke kasino. Namun, kali ini bukan karena antara dia dan Riyu. Akan tetapi, karena Keyko mau bertemu Rihito demi mengembalikan kebahagiaan Hana.


Keyko sampai di kasino. Dia masuk begitu saja. Semua yang melihat membiarkan saja Keyko masuk. Karena mereka sudah paham kalau Keyko itu dianggap pacar Bos mereka.


Keyko masuk dan bertemu Riyu. Riyu kaget melihat Keyko datang tiba-tiba. Riyu mendekati Keyko.


"Ada apa? kau mencari ku?"


"Bukan. Aku mau bertemu Rihito. Di mana dia?"


Riyu mengerutkan keningnya. Namun akhirnya Rihito pun muncul. Keyko yang melihat Rihito segera mendatangi Rihito. Rihito kaget melihat Keyko. Keyko malah menyeret Rihito. Hal tersebut membuat semua orang kaget melihatnya. Bahkan Riyu sendiri pun kaget.


"Ada apa ini?" Rihito terlihat kesal.


Keyko melepaskan tangannya karena tadi main tarik kerah Rihito saja. Setelah itu Keyko melihat Rihito dengan tajam. Rihito melihat dengan tatapan aneh.


"Apa yang terjadi antara kau dan Hana? belakangan ini Hana nampak aneh terus!"


Rihito tertegun. Ini semua karena dirinya. Rihito merasa bersalah.


"Aku yang salah. Maafkan aku." Rihito sudah pasrah.


"Apa yang terjadi sebenarnya sih? kau salah apa?"


"Apa Hana tidak cerita apa pun?" wajahnya Rihito semakin tegang.


Rihito terdiam. "Aku akan menyelesaikan semuanya dengan Hana."


"Apa kau menolak cinta Hana? tidak bisakah kau terima saja. Coba menjalani dulu." pinta Keyko.


"Ini berbeda dari pikiran mu." Rihito berlalu pergi. Keyko masih bingung. Dia tidak mengerti apa maksud Rihito.


Riyu melihat dari kejauhan. Dia kemudian mendekati Keyko.


"Biarkan mereka mengurus urusannya. Kita sudah mencoba membantu. Selanjutnya terserah mereka." Riyu memberikan nasihat.


Keyko terdiam.


Bener juga, Keyko tidak bisa ikut campur terlalu dalam. Kemudian Keyko teringat sesuatu.


"Oh iya, sebentar lagi ujian. Aduh, bagaimana ini?"


Keyko meletakkan tangannya didahulukan seakan sedang berpikir. Riyu datang mendekat ke telinga Keyko.


"Mau ku ajari. Walaupun begini, aku pandai juga loh."


Keyko melirik Riyu, "Serius? kalau begitu datang ke rumah ya. Ajarin aku."


"Baiklah."

__ADS_1


Riyu senang karena rupanya dia dan Keyko masih bisa dekat. Syukurlah. Keyko pun pulang di antar oleh Riyu.


Sampai di rumah, Keyko dan Riyu mulai belajar bersama. Ternyata Keyko agak sulit menangkap pelajaran. Riyu dengan sabar mengajarinya.


Yamada melihat cucunya dan Riyu sedang belajar bersama. Dia tersenyum melihat Keyko yang belajar dengan serius. Biasanya anak itu akan kesulitan belajar. Namun, kali ini Riyu membantu Keyko. Yamada merasa lebih tenang. Dia pun membiarkan keduanya berdua. Dia pun pergi.


"Ini seperti ini, bukan begitu. Kau buat begini maka akan jadi lebih baik. Bla bla bla." Riyu mencoba menjelaskan. Keyko mendengarkan.


"Rumus yang ini ....?" tambah Riyu lagi menjelaskan.


Mereka belajar tanpa mengingat waktu, ternyata sudah malam. Keyko mengajak Riyu makan malam bersama. Sepertinya kakek Yamada tidak pulang cepat. Riyu dan Keyko memasak di dapur bersama.


Keyko kagum, ternyata selain jago berkelahi dan tampan, Riyu juga pandai memasak. Wow, Keyko terpesona. Awalnya Keyko yang mau masak, tetapi akhirnya Riyu yang masak. Keyko hanya membantu seadanya.


Kini keduanya makan bersama.


"Wah, enak sekali. Kau pintar memasak, ya." Keyko mengacungkan jempolnya di hadapan Riyu. Riyu hanya tersenyum dan dia pun ikut makan.


"Panggil aku dengan sebutan Kak. Aku kan lebih tua empat tahun dari mu, Key." Riyu makan dengan tenang sambil berkata kepada Keyko.


"Eh?"


"Aku serius. Dan rajin belajar agar nilai ujian mu bagus. Kemudian belajar memasak lagi agar lebih baik daripada aku. Mengerti!" tatap Riyu dengan serius.


Keyko tertegun dan hanya mengangguk. Dia melanjutkan makan.


Makan malam selesai, Keyko bermaksud mencuci piring kotor. Sebagian makanan sudah disimpan untuk kakek. Keyko mulai mencuci piring, Riyu pun ikut membantu.


Keyko tentu senang dibantu. Mereka mencuci piring bersama.


"Tidak disangka Bos besar malah ikutan mencuci piring. Biasanya dilayani orang, kan?" Keyko tersenyum. Riyu menatap ke arah Keyko.


Riyu membersihkan tangannya. Kemudian bergerak kebelakang Keyko. Dia memeluk Keyko dari belakang. Keyko tertegun.


"Eh, Riyu!"


"Fokus mencuci saja. Dan panggil aku, Kak"


Keyko sebenarnya nampak malu. Wajahnya saja sudah memerah menahan malu. Riyu terlalu dekat dan memeluk erat dari belakang. Jantung Keyko berdebar tidak karuan.


"Kak ...."


Keyko akhirnya mengucapkan kata Kak terhadap Riyu. Riyu tersenyum dan membenamkan kepalanya di dekat pundak Keyko. Keyko menjadi tidak fokus mencuci piring.


"Dia mau apa sih?" keluh Keyko dalam hatinya.


Bersambung...


Yuk like dan komentar juga ya kak. Thanks.

__ADS_1


__ADS_2