
Semenjak perintah yang diberikan oleh Sano, para anak buah Sano mulai mengintai Keyko di sekolah. Beberapa hari ini mereka sudah mengawasi Keyko dan tidak terlihat kalau Keyko ditemui oleh Riyu. Begitulah hasil laporan pengawasan anak buah Sano. Sehingga Sano menjadi ragu, untuk menculik Keyko atau tidak.
"Bagaimana?" tanya Sano kepada para anak buahnya melalui ponselnya.
"Berhari-hari kami mengintai tapi sampai sekarang gadis itu tidak ada menemui Riyu dan mereka tidak saling bertemu, Bos." jawab salah satu anak buahnya yang selalu mengawasi Keyko.
"Apa bukan pacarnya ya? Nanti mereka tak ada hubungannya? aku jadi ragu." Sano berujar.
"Gak mungkin Bos, kami sudah mastikan itu benar infonya."
Namun anak buahnya berkata kalau informasi tidak salah.
"Baiklah. Kalau gitu segera tangkap saja dan bawa gadis itu segera. Sekarang juga! sudah cukup kalian mengintainya." perintah Sano.
"Baik Bos."
Akhirnya di suatu siang, saat jam pulang sekolah setelah beberapa hari sudah diikuti, Keyko dikepung dan dilumpuhkan oleh anak buah Sano. Mereka mendatangi Keyko tiba-tiba dan membiusnya, akhirnya dia pingsan dan di bawa kabur anak buah Sano.
"Serasa ada yang mengikuti." gumam Keyko alias Riyu. Saat dia berbalik malah di kepung serta mulut dan hidungnya dibekap. Sebuah saputangan yang diberi obat ditutup ke mulut dan hidungnya. Dia pun pingsan karena dibius. Serangan tiba-tiba membuatnya kurang waspada. Dia lengah Sehingga musuh mudah menculiknya.
"Bawa dia cepat pergi! sebelum datang orang-orang." perintah salah satu di antara mereka.
"Baik." mereka pun cepat-cepat membawa tubuh Keyko dan memasukkan ke dalam mobil. Kemudian segera melajukan mobilnya.
Tepat saat Keyko dibawa masuk ke dalam mobil dan dibawa orang-orang asing yang tak dikenal, Hana yang sempat melihat segera berteriak minta tolong tapi sayang mereka sudah jauh membawa kabur Keyko.
"Keyko ...." gumam Hana.
"Tidak ... itu Keyko. Bahaya." ucap Hana kemudian.
"Tolong ... tolong ... tolong ...." teriak Hana meminta pertolongan.
"Ada apa Hana?" Seto muncul mendengar Hana minta tolong. Beberapa orang pun datang menghampiri.
Hana terlihat panik.
"Itu ... itu tadi. Keyko ...."
"Keyko kenapa?"
"Keyko diculik!" seru kata Hana.
"Apa? Diculik? Kita harus segera cari bantuan." ujar Seto kemudian, wajahnya terlihat pucat sama pucatnya seperti wajah Hana saat ini.
Seto yang telah mendengar teriakannya Hana dan mendengar kalau Keyko diculik, sekarang dia pun cemas pada Keyko. Seto segera melaporkan ke pihak polisi. Hana segera memberitahukan ke Kakeknya Keyko.
"Halo ... dengan pak polisi ... saya mau melaporkan kejadian penculikan ...." bla bla bla bla Seto sedang menelepon polisi dan melaporkannya.
"Halo Kakek Yamada ... ada berita penting yang mau Hana katakan. Tapi Hana bingung." ucap Hana penuh ketakutan dan panik.
__ADS_1
"Katakan saja." suara Yamada masih tenang. Dia belum tahu apa yang terjadi.
"Keyko diculik, Kek!"
"Apa! Keyko diculik!!! oh ... tidak!" Kakek Yamada nampak terkejut sekali. Dia pun terhuyung.
Telepon terputus, Hana nampak panik dan bingung sekali. Seto yang disebelahnya mencoba menenangkan Hana.
"Tenang Hana. Kita berdoa semoga Keyko tak apa-apa dan selamat."
"Iya." Hana menganggukkan kepalanya.
"Ayo ... temani aku ke kantor polisi. Tadi aku hanya menelepon dan pasti memerlukan kesaksian lengkap dari mu." ajak Seto.
"Baik." Hana dan Seto pun pergi bersama.
Sedangkan ditempat lain, hape yang dipegang oleh Yamada terlepas dan sang Kakek terduduk dengan lemas.
"Ada apa Kek?" ucap Riyu alias Keyko. Saat ini dia bersama kakek Keyko.
"Keyko ... Keyko diculik." Yamada merasa pusing.
"Hah? Benarkah Kek?"
Yamada pun tumbang.
"Eh ...Kakek!" Riyu alias Keyko segera menangkap kakeknya yang telah tumbang. Dia mencemaskan kakeknya.
"Kek ... bangun Kek! tolong jangan terjadi apapun padamu Kek!" Riyu alias Keyko menepuk pelan wajah kakeknya dan menggoyangkan badannya tapi tak ada reaksi. Dia segera memanggil anak buahnya.
"Ke rumah sakit sekarang juga!" perintahnya kepada anak buahnya Riyu.
"Baik Bos."
Dalam perjalanan menuju rumah sakit. Riyu alias Keyko terus memegang tubuh Kakeknya. Dia sangat cemas pada kakeknya. Sampai di rumah sakit dengan segera kakek Yamada ditangani oleh dokter. Dia berpesan kepada dokter agar Kakeknya diselamatkan. Dokter pun menganggukkan kepalanya.
"Selamatkan Kakek, dok! Jangan sampai terjadi apapun padanya."
"Baik. Kami akan berusaha." Dokter pun masuk ruang UGD bersama pasiennya yaitu kakeknya Keyko.
Riyu alias Keyko yang sudah merasa agak lebih tenang, segera menatap layar ponselnya. Dia segera teringat kepada Riyu asli yang diculik. Dia pun segera menelepon Rihito.
"Rihito ... cepat kemari!!! segera ke rumah sakit sekarang juga!" teriak Riyu alias Keyko dengan suara panik yang sangat besar.
"Baik Bos."
Rihito yang berada di kasino pun segera datang dan mendengarkan perintah bosnya. Dia pergi menuju rumah sakit yang telah diberitahu sebelumnya melalui hape tadi.
Tak berapa lama kemudian datanglah Rihito. Rihito menatap wajah panik Bosnya. Seumur hidup dia tak pernah melihat bosnya sepanik sekarang ini.
__ADS_1
"Bos ...."
"Rihito ... Kakek Yamada sedang di tangani dokter. Dan Ri ... eh maksudnya Keyko saat ini diculik."
"Hah? Keyko si pacarnya Bos ya?"
"Iya. Jangan banyak tanya. Kerahkan semua anggota cepat untuk mencari keberadaan Keyko!!"
"Baik Bos." Rihito segera menelepon semua anak buah mereka.
Setelah Keyko asli menelepon Rihito. Mereka menyusun rencana karena mereka harus menyelamatkan Keyko alias Riyu yang asli.
"Kita harus selamatkan Keyko sekarang juga!" perintah Riyu alias Keyko.
"Baik Bos. Tapi siapa yang menculiknya?"
"Entahlah ... apa kau mencurigai seseorang?" tatap mata tajam Riyu (Keyko).
"Aku punya firasat kalau mungkin saja dia pelakunya. Bagaimana pun dia adalah musuh kita. Kita harus atur strategi Bos." Rihito memberikan masukan.
"Dia?"
"Iya Bos. Anda pasti paham siapa yang aku maksud."
"Hem ... oh iya bawa beberapa anak buah juga untuk berjaga-jaga di sekitar rumah sakit ini untuk menjaga kakek Keyko." ucapnya kembali membuat Rihito terperangah saking tak percaya kalau inikah Bosnya yang dikenal selama ini.
Selama Rihito mengenal Bosnya tak pernah Bos mereka peduli dengan orang lain. Tapi kali ini demi seorang gadis SMA dan Kakek gadis tersebut, Riyu terlihat panik dan wajahnya benar-benar sangat prustasi.
Rihito sekarang percaya kalau gadis tersebut begitu berarti bagi bosnya. Berarti Riyu dan gadis itu memang pacaran dan hubungan mereka serius. Itulah yang ada dalam pikiran Rihito. Padahal Rihito tak pernah tahu kalau jiwa bosnya dengan gadis tersebut tertukar karena itulah mereka terhubung dan saling terikat.
Rihito malah berpikir kalau Riyu punya hubungan khusus dengan gadis tersebut. Benar-benar cinta bosnya kepada gadis tersebut.
"Manisnya ...." Rihito malah berkhayal. Dia membayangkan cinta sejati bosnya dengan gadis tersebut.
"Apa yang kau pikirkan Rihito? jangan berkhayal disaat begini ... kita harus fokus dengan Kakek Yamada dan menolong Keyko. Paham!!!"
Suara Riyu (Keyko) membuyarkan lamunannya. Rihito pun tersadar.
"Ba-baik Bos."
Iya. Benar. Fokus mereka saat ini adalah menyelamatkan Keyko yang sebenarnya Riyu. Semua anak buah dari kelompok naga terbang pun segera dikerahkan.
Bersambung....
Yuk dukung karya ini ya, dengan cara Klik Like, Vote, Favorit, kasih hadiah dan bintang rate 5 serta kasih komentar yang positif ya 🤗
No plagiat ya!
Makasih yang selalu setia dikarya ini dari awal hingga akhir nanti ya. Thanks. Love you all.
__ADS_1
By : Author Libra