Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 64.


__ADS_3

Hana menatap Rihito. Rihito masih diam mematung. Dalam pikiran Rihito, dia sebenarnya takut dengan kata pernikahan, karena selama ini dia hidup sebatang kara dan sendirian di dunia ini. Rasa keluarga dia tidak pernah tahu. Dari kecil hidup di jalanan. Sebelumnya dia di panti asuhan dan kabur, gak punya sanak saudara, keluarga, ataupun orang tua.


Rihito terdiam. Dia tidak berani menjawab Hana.


"Kak!"


"I-iya." Rihito tersadar dari lamunannya yang kemana-mana.


"Ada ada Hana?" tanya Rihito.


"Kakak apa yang dipikirkan?"


"Tidak ada. Bisa kita teruskan perjalanan melihat pemandangan ini. Lihat bunga sakura yang indah ini!" Rihito mengalihkan pembicaraan.


"Kakak tidak ada niat untuk menikah, ya?"


Hana memandang dengan serius.


Rihito melihat ke arah Hana.


"Apa kau hamil, Hana?"


"Eh?"


"Apa kau hamil?" tanya kembali Rihito. Hana segera menggeleng.


"Apa kakak pikir aku hamil begitu? jadi meminta pernikahan, begitu kah yang kak Rihito pikirkan?"


"Aku hanya berpikir. Aku belum siap untuk hal seperti itu. Aku memang berkata mau bertanggung jawab untuk mu, tetapi aku soal menikah ... tidak pernah memikirkannya sampai ke sana. Maafkan aku!"


Rihito tertunduk kepalanya. Hana menatap sedih. Kekasihnya malah tidak mau menikah atau tidak pernah memikirkan sampai ke hal seperti itu. Seketika Hana menjadi sedih. Dia pikir Rihito dan dirinya sudah sangat mendalam perasaan mereka, tetapi nyatanya Rihito masih banyak keraguan.


Hana menjadi berpikir, apa dia sebaiknya mengejar mimpinya. Sekolah dan kuliah di luar negeri lalu mencari pekerjaan tetap. Dulu Hana sempat berpikir seperti itu sebelum mengenal Rihito. Namun setelah kenal dan berhubungan dengan Rihito membuat Hana melupakan mimpinya tersebut.


"Ayo kita kembali ke tempat di mana Keyko dan Kak Riyu berada!" ajak Hana. Dia meraih tangan Rihito dan menggandengnya. Mereka berdua pun mulai berjalan ke arah Keyko yang bersama Riyu.


Usai Hana dan Rihito kembali, tidak lama kemudian acara piknik bersama tersebut pun berakhir. Mereka pulang bersama.


***


Hana merasa sedih. Selama liburan, Hana menghabiskan waktu di toko orang tuanya. Dia membantu di toko tersebut. Kedua orang tuanya agak heran melihat Hana yang beberapa hari di rumah dan di toko terus.


Sedangkan Riyu dan Keyko tentu saja sedang manis-manisnya. Riyu kadang mengajak Keyko makan bersama di luar, kadang nonton bioskop berdua, kadang ke wahana permainan berdua. Mereka berdua asyik pacaran.


Rihito sendiri sibuk mengurusi kasino saja karena Riyu sibuk pacaran dengan kekasihnya.

__ADS_1


Waktu terus berlalu, Keyko lama kelamaan sadar ada yang terjadi di antara Hana dan Rihito. Saat Keyko dan Riyu berjalan di sekitar pantai, saat itulah Keyko mulai membahasnya dengan Riyu.


"Kak Riyu tidak merasa aneh dengan Rihito dan Hana? mereka sepertinya sudah tidak saling bertemu belakangan ini." Keyko menatap Riyu kekasihnya.


Keduanya saat ini sedang duduk di dekat pasir putih sambil menikmati pemandangan pantai.


"Hem, mungkin karena keduanya sibuk. Rihito sibuk ngurusin kasino dan beberapa cabang kasino kami. Hana sibuk membantu di toko orang tuanya."


"Tapi masak sekali pun tidak sempat saling bertemu, aneh kan. Lagian setiap di ajak jalan bersama lagi tidak pernah bisa lagi. Aneh rasanya."


"Sayang, kita sebaiknya mengurusi urusan kita saja. Tidak perlu mengurusi hubungan orang lain." Nasihat Riyu kepada Keyko.


"Aku tahu, tetapi ini Hana, teman baikku. Aku merasa ada yang terjadi di antara mereka berdua. Tidak bisakah kau mencari tahunya , Kak?" Keyko menatap Riyu dengan wajah memohon.


"Kenapa tidak tanya ke Hana langsung saja?"


"Dia pasti tidak akan mau memberitahu. Jika Kak Riyu bertanya kepada Rihito, mungkin saja Rihito akan lebih terbuka. Bukankah sesama pria itu saling terbuka."


"Dan bukannya sesama wanita itu yang saling terbuka?"


"Hehehehe, ayolah ya sayang." Keyko terus membujuk Riyu.


"Baiklah. Tapi berikan kecupan untuk ku!" pinta Riyu.


Keyko langsung membulat sempurna kedua bola matanya. Bahkan Keyko menepuk bahu Riyu. Riyu terkekeh. Namun, sedetik kemudian Keyko di kecup bibirnya oleh Riyu. Keduanya saling mengecup.


***


Rihito dan Riyu saling duduk bersebelahan dan minum anggur.


"Rihito, hubungan mu dengan Hana baik-baik saja kan?"


"Baik, Bos."


"Hem, baguslah. Aku cuma merasa ada yang lain saja diantara kalian berdua. Kalian tidak putus kan?"


"Tentu tidak Bos, kami tidak putus dan baik saja."


"Ada masalah gak belakangan ini?"


Rihito terdiam. Riyu menatap Rihito dengan serius.


"Jika ada masalah katakan saja."


Rihito menatap Bosnya dengan ragu-ragu. Namun, akhirnya dia menceritakan semuanya. Riyu mendengarkan dengan seksama. Kini Riyu paham apa yang terjadi. Dia harap maklum, karena Rihito tidak punya keluarga sebelumnya jadi dia tidak mengerti arti keluarga tersebut.

__ADS_1


"Kalau kau mencintai Hana maka pikir kan masa depan kalian berdua. Jika tidak maka lepaskanlah dia. Biarkan dia memilih hidup dan jalannya sendiri," ucap Riyu kepada Rihito. Rihito diam tertunduk.


"Baik, Bos." Rihito mengangguk.


Mereka kembali minum-minum. Malam semakin larut dan keduanya minum terus hingga lelah dan akhirnya tidur di kamar masing-masing.


Esoknya Riyu bertemu dengan Keyko dan menceritakan semuanya. Keyko diam mendengarkan.


"Jadi karena menikah?"


"Iya. Menikah adalah hal serius, sayang! mungkin karena itu Rihito menjadi ragu. Jika hanya pacaran saja itu berbeda dengan pernikahan."


Keyko mengangguk. Di waktu seperti ini, Hana sudah memikirkan pernikahan. Namun, Rihito belum siap. Sedangkan Keyko sendiri belum berani mengatakan iya kepada Riyu jika seandainya Riyu kembali menanyakan hal tersebut.


Dia dan Riyu memang saling mencintai, tetapi Keyko mau mengejar mimpinya dahulu. Sebelumnya Riyu juga pernah membahas hal tersebut dan Keyko menghindar.


Riyu memandang kekasihnya.


"Jangan memberatkan pikiran mu ya, sayang. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Aku sudah memberikan nasihat untuk Rihito. Jika mereka saling mencintai dan cinta mereka kuat maka mereka pasti akan bertahan dan sampai ke titik tersebut. Biarkan waktu yang menjawab."


Keyko dan Riyu tersenyum bersama.


Riyu memeluk Keyko. Keyko merasakan kehangatan dari pelukan Riyu. Keyko mendongakkan kepalanya melihat ke arah Riyu. Riyu memang tinggi sekali.


"Jika kita bagaimana nantinya, ya?" tanya Keyko.


"Aku akan selalu bersamamu dan menunggu serta mencintaimu, sayang!" bisik Riyu di telinga Keyko.


Keyko tersenyum hangat dan Riyu pun tersenyum. keduanya berpelukan dengan hangat. Ini yang di sukai oleh Keyko, Riyu yang pengertian kepada dirinya.


Keduanya kembali berjalan bersama dan menikmati es krim yang telah dibeli.


***


Liburan telah berakhir, Keyko dan Hana kembali ke sekolah.


Di sekolah mereka belajar seperti biasanya. Namun, kali ini mereka harus sampai ada kelas tambahan karena mereka sudah kelas tingkat akhir, harus lebih serius belajar untuk menghadapi ujian akhir sekolah nantinya.


Kelas tingkat akhir harus banyak belajar saat ini.


Pulang sekolah, Hana dan Keyko pulang bersama. Tidak sengaja mereka berpapasan dengan anak-anak dari sekolah lain.


Dan bruk!!! suara tabrakan bahu yang membuat salah satu diantara anak-anak sekolah lain tersebut menatap tajam ke arah Keyko dan Hana.


"Hey!"

__ADS_1


Bersambung....


Like dan komentar ya kak. Thanks.


__ADS_2