Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 55.


__ADS_3

Sano bergerak perlahan. Dia bermaksud menyerang Keyko tiba-tiba. Namun, Keyko segera menyadari, dengan gesit dia mengelak dan kembali terjadi baku hantam dengan Sano.


Minami segera menghindar, dia bermaksud mau kabur. Akan tetapi, Keyko yang menyadari segera melemparkan samurai di tangannya dan menancap di paha sebelah kanan Minami. Minami menjerit kesakitan. Dia terjatuh di lantai.


Sano melihat situasi Minami yang parah. Keyko kembali menghajar Sano, Sano mengarahkan pistol miliknya. Keyko mengelak dengan gesit. Dengan secepat kilat dia menendang dan membuat Sano jatuh tersungkur. Senjatanya jatuh terlempar jauh.


Kini Sano dan Keyko bertarung dengan tangan kosong. Pukulan, tendangan dan tinju pun saling beradu. Sano tak pernah menyangka kalau Keyko begitu hebat dalam pertarungan. Dia juga gesit gerakannya.


Sano semakin kewalahan, tetapi dia tidak mau menyerah juga. Hingga akhirnya Keyko menendang ke arah perut Sano sampai dia jatuh tersungkur di lantai. Sano pun muntah darah.


Keyko begitu dingin. Tatapan Keyko tajam dan menusuk. Keyko bergerak dan mengambil pistol milik Sano yang terlempar tadi. Kini mengarah ke kepala Sano.


Sano membeku, dia akan segera menemui ajalnya.


"Pergilah kau ke neraka!" seru Keyko sambil menarik pelatuk, tetapi dihentikan oleh Minami.


"Riyu masih hidup!" teriak Minami dalam kesakitan di pahanya.


Keyko terdiam dan tidak jadi menembak.


"Aku serius! Riyu masih hidup. Aku mengurungnya." Kembali Minami bersuara.


Keyko menoleh ke arah Minami. "Kau jangan coba-coba menipuku!" tatap Keyko dingin.


"Aku serius. Saat itu Riyu terluka parah, kami membawa tubuhnya. Kemudian aku obati, tetapi aku mengurungnya selama ini."


Keyko tidak tahu, itu benar atau hanya jebakan. Dia meragu.


"Buktikan kepadaku sekarang juga!"


"Baik. Tapi berikan aku sebuah ponsel. Aku mau melakukan video call."


Keyko segera mengambil ponsel yang ada di sakunya. Dia berikan kepada Minami. Minami segera melakukan panggilan secara video call. Sekretaris Mamanya yang menerima.


"Kau, bawa ponsel ini dan arahkan kepada tahanan yang kita sekap. Sekarang!" perintah Minami.

__ADS_1


Sekretaris itu akhirnya segera menuruti perintah Minami. Dia saat ini berada di rumah besar Minami. Dia turun ke lantai bawah tanah. Dan terlihat seseorang yang sedang di rantai.


Keyko melihat dengan matanya yang membulat sempurna. Itu Riyu!!!!


Keyko melihat ke arah Minami kembali.


"Bagaimana? kau percaya sekarang, kan? jika kau masih mau melihat kekasihmu itu, maka biarkan kami pergi dahulu." Minami menampilkan sebuah senyuman licik.


"Kau gila! aku tidak mau kalian tipu. Jika mau maka bawa aku ke tempat itu sekarang juga!" ucap Keyko pula.


Minami terdiam. Dia harus berpikir cepat agar bisa menghadapi Keyko juga. Sano di sana terlihat tidak terlalu parah. Dia datang mendekati Minami dan membantu memapah Minami. Keyko menarik pedang samurai miliknya. Minami merasakan sakit yang teramat sangat. Darah bercucuran. Sano segera mengoyak kain dan mengikat kencang pada luka Minami agar pendarahan berhenti.


Kini Keyko memiliki pistol dan pedang yang diarahkan kepada Sano dan Minami. Dia menyuruh keduanya jalan di depan. Setelah jalan keluar pabrik di tepi jalan, Keyko menghentikan sebuah taksi dan mengancam supir taksi. Supir taksi pun pergi meninggalkan mobil taksinya.


Sano dan Minami duduk di depan, Sano yang menyetir. Keyko duduk di belakang sambil mengawasi mereka berdua.


Pergilah mereka menuju tempat dimana Riyu di sekap.


***


Kali ini laporannya begitu mencengangkan, tentang keberadaan Riyu. Maka segeralah Rihito dan anak buahnya menyusul Keyko. Bahkan menggunakan kendaraan tercepat sekali pun seperti jet.


Keyko telah sampai di tempat yang dituju. Minami yang terluka dipapah Sano masuk ke dalam. Di dalam sudah ada sekretaris Mamanya yang kaget melihat keadaan Minami. Minami memberikan kode. Dia langsung mengangguk.


Keyko segera menyuruh Minami membawanya ke tempat Riyu. Mereka pun turun ke lantai ruang bawah tanah. Sampai di sana terlihat seorang pria terikat dengan rantai dengan kondisi lemah.


Minami dan Sano sudah mengantarkan Keyko. Mereka berdiri di sudut ruangan. Keyko berjalan ke arah Riyu. Air matanya menetes membasahi wajahnya.


"Riyu! Riyu! benarkah ini kau?!"


Keyko berlari dan menghambur diri ke arah Riyu. Riyu yang lemah segera menoleh mendengar suara Keyko.


"Keyko! kau kah itu?"


Riyu dan Keyko berpelukan. Keyko yang memeluknya. Dia menangis di dekat dada bidang Riyu. Terlihat kalau Riyu disiksa dengan perlahan di tempat tersebut.

__ADS_1


Keyko menjadi marah. Ingin dia hancurkan saja Minami dan Sano saat ini juga. Matanya Keyko nyalang menatap tajam ke arah Sano dan Minami.


"Lepaskan Gitu sekarang juga!" perintah Keyko.


"Kuncinya ada pada sekretarisku. Tunggulah dia kemari," ucap Minami mengulur waktu.


Keyko tidak sabar, dia mengambil samurainya dan mulai mengayunkan pedang tersebut. Dengan sekali tebas, Keyko berhasil melepaskan rantai ikatan Riyu. Riyu terlepas dan hampir terjatuh ke lantai. Keyko segera menangkapnya.


"Kau tidak apa-apa, kan?" tatap Keyko ke arah Riyu.


"Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit lemas." Riyu berusaha tersenyum.


Sano dan Minami mengambil kesempatan untuk kabur. Namun, dengan segera disadari oleh Keyko. Keyko mengarahkan pistol ditangan ke arah Minami dan Sano. Sebuah tembakan pun terlepas dan mengenai pundak Sano. Sano jatuh serta Minami yang di papahnya pun jatuh.


Riyu berusaha berdiri sendiri. Keyko melepaskan pegangannya kepada Riyu. Selanjutnya Keyko berjalan ke arah Sano dan Minami.


"Kalian pikir bisa kabur begitu saja, kah? jangan harap! rasakan pembalasan dari ku dahulu!"


Sano dan Minami menatap ke arah Keyko, Keyko pun mengarahkan pistol ke depan wajahnya Minami dan Sano. Namun sayang, segerombolan orang datang. Sekretaris Minami membawa para pengawalnya.


Mereka datang dan segera menembak ke arah Keyko. Keyko dengan gesit menghindari. Riyu bersembunyi di tempat yang dirasanya aman. Keyko pun mencari perlindungan.


Sano dan Minami ditolong oleh para anak buahnya. Mereka pun segera kabur. Usai kabur, mereka meninggalkan Keyko dan Riyu di lantai ruang bawah tanah tersebut.


Keyko segera menghampiri Riyu. Mereka pun segera keluar.


Sampai di luar, Keyko melihat mereka semua naik mobil dan kabur. Keyko merasa geram. Dia mau mengejar, tetapi harus menolong Riyu dahulu. Keyko segera memapah Riyu keluar dari tempat tersebut.


Dan tak lama kemudian segerombolan orang-orang pada datang juga. Ternyata itu adalah Rihito dan para anak buahnya. Rihito melihat Riyu segera berlari memeluknya. Dia senang Riyu ternyata masih hidup.


"Bos! Syukurlah!" Rihito memeluk erat Riyu.


Mereka segera membawa Riyu ke rumah sakit terdekat.


Bersambung..

__ADS_1


Like dan komentar ya Kak. Thanks.


__ADS_2