Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 50.


__ADS_3

Plak!!! kepala Riyu digetok oleh Keyko. Riyu tersentak kaget dan menginjak rem mendadak.


Mobil mereka pun berhenti. Syukur saja mobilnya ada di dekat pinggir jalan berhentinya, jika tidak mungkin akan menggangu kendaraan lain.


Riyu melihat ke arah Keyko dengan kening berkerut, dia seorang bos gangster malah dipukul kepalanya. Syukur saja tidak ada bawahannya. Jika ada maka Riyu akan malu besar.


"Kau sudah berani, ya. Apa menjadi kekasih ku membuat mu menjadi lebih berani?" tatap Riyu mendekati Keyko. Jarak wajah keduanya sangatlah dekat.


Keyko terkejut. Dia berusaha mendorong tubuh Riyu, tetapi tidak bisa.


"Bukan begitu, kau tadi bicara sembarangan main bunuh orang saja begitu?"


"Aku hanya bercanda sayang." Cup. Riyu mengecup bibir Keyko sekilas. Riyu tersenyum menang. Keyko malah merasa malu. Dia menutup wajahnya.


Riyu kembali ke posisi duduknya. Dia tersenyum melihat sikap malu-malu Keyko.


"Hey, kita sudah berkali-kali melakukannya, tetapi kenapa kau masih saja malu."


"Tetap saja itu kan ...."


"Kalau kita lanjut ke tahap selanjutnya bagaimana?"


"Hah? Apa?"


"Kita cari hotel saja bagaimana?" Riyu hanya menggoda sebenarnya.


"Ingat perkataan Kakek. Jangan kebablasan." Keyko meletakkan tanda silang x dengan kedua jarinya.


Riyu terkekeh. "Kakek saat ini tidak ada dan tidak lihat. Jadi ...."


Plak.


Kepala Riyu kembali digetok Keyko. Riyu melotot dan akhirnya melepas sabuk pengaman dan menarik tubuh Keyko untuk duduk di atasnya. Posisinya sangat intens sekali.


"Hey, apa yang kau lakukan?"


"Menurutmu?" Riyu menunjukkan senyuman aneh. Keyko bergidik ngeri.


"Lepaskan aku."


Namun, Riyu tidak mau. Dia malah mendekatkan wajah mereka berdua dan cup. Kiss yang lembut dan mesra pun terjadi. Keyko malah terhanyut juga.


Dia yang awalnya protes, tetapi kini malah menikmati juga. Riyu tersenyum puas. Kedua saling mengecup.


***


Saat ini Keyko sedang berada di rumah besar milik Riyu. Keyko tidak pulang ke rumahnya dan tidak diajak ke kasino oleh Riyu. Mereka berdua kini ada di rumah besar milik Riyu. Dahulu Riyu tinggal bersama Kakek Kitaro di rumah tersebut. Kini rumah tersebut nampak sunyi sekali.


Padahal di setiap dan sekeliling rumah ada penjagaan yang ketat.


Keyko duduk di ruang tamu yang besar dan megah. Riyu juga duduk di sebelah Keyko setelah dia menghidangkan minuman es jeruk untuk mereka berdua.


"Minum lah."

__ADS_1


"Terima kasih."


Keyko pun minum. Terasa air seger masuk ke tenggorokan dan membuat puas meminumnya. Riyu menatap kekasihnya tersebut.


"Kau mau menikah denganku, Key?" Riyu begitu tiba-tiba mengatakan.


Keyko tersedak karena kaget, "Uhuk ... uhuk. Apa kau bilang? Menikah?"


"Iya." Riyu berkata sungguh-sungguh.


"Hey, kita baru pacaran dan aku masih sekolah. Aku belum siap menikah." Keyko menundukkan kepalanya.


Riyu tersenyum.


"Bukan sekarang, tapi nanti saat kau sudah lebih dewasa."


Keyko melihat ke arah Riyu. "Akankah kita sampai ke tahap itu?"


"Bisa saja kan. Jika kau percaya kepada ku, pasti bisa."


Keyko dan Riyu saling tersenyum.


"Bagaimana kalau aku tidak mau?"


Riyu mengerutkan keningnya.


"Kenapa tidak? aku tampan, kaya dan banyak uang."


"Haiissh. Narsis sekali ya. Sangat percaya diri."


"Anu. Itu. Jangan terlalu dekat."


"Kenapa? kau takut aku memakanmu, ya."


Jantung Keyko tidak karuan rasanya. Riyu malah memeluk dengan erat. Riyu sudah menganggap Keyko orang yang paling berarti maka dia akan selalu menjaga Keyko disisinya selamanya. Selama yang Riyu bisa. Karena Keyko begitu berarti dan penting bagi Riyu.


Keyko tidak berani menatap Riyu. Dia hanya diam. Riyu pun melepaskan pelukannya. Sebagai gantinya, Riyu tidur di pangkuan paha Keyko. Riyu menutup matanya.


Keyko tertegun.


"Kau tidur?"


"Biarkan aku sejenak begini. Rasanya tenang dan damai. Tetaplah bersamaku, Keyko."


Keyko diam dan melihat wajah damai milik Riyu. Keyko pun tersenyum. Mereka berdua merasakan kedamaian dan ketenangan saat ini.


Keyko pun tertidur lama-kelamaan.


Dalam mimpinya, Keyko melihat kedua orang tuanya. Kemudian kakeknya. Dia sangat bahagia bisa berkumpul dengan kedua orang tua dan kakeknya. Kemudian orang tuanya pergi menjauh karena sudah meninggal. Lalu seorang anak laki-laki yang pernah ditemui Keyko sewaktu dia masih kecil.


Anak laki-laki itu mirip Riyu dan dia mengenakan sebuah kalung yang mirip seperti Riyu. Kejadian di rumah sakit pun kembali teringat oleh Keyko bahkan di mimpi tersebut, seakan Keyko kembali mengalaminya.


Namun, kemudian mereka terpisah. Keyko bangun dari mimpinya. Begitu Keyko bangun dia berada di sebuah kamar. Sepertinya kamar milik Riyu. Ranjang yang empuk dengan selimut yang lembut pula.

__ADS_1


Keyko melihat sekeliling. Bagaimana bisa dia ada di kamar tersebut bahkan tidur di ranjang. Apa Riyu yang memindahkannya. Karena Keyko ingat betul tadi mereka ada di sofa di ruangan tamu.


"Kok di sini?"


Keyko turun dari ranjang. Dia berjalan keluar kamar. Namun, sebelum dia melangkah keluar langkah kaki Keyko terhenti. Ada sebuah foto. Keyko melirik ke foto tersebut. Foto Riyu di waktu masih muda bersama Kitaro. Mereka tersenyum bersama. Satunya lagi foto Riyu yang sekarang yang sudah lebih dewasa.


Keyko melihat foto tersebut. Sama dengan yang di mimpinya. Keyko pun berpikir jangan-jangan anak laki-laki itu adalah Riyu yang sekarang.


Saat Keyko masih melihat foto, Riyu masuk ke dalam melihat Keyko yang ternyata sudah bangun.


"Sudah bangun, Key?"


"Eh, iya. Sudah bangun. Tapi bagaimana aku bisa di ranjang?"


"Aku yang menggendong mu dan membaringkan mu di ranjang. Kau tertidur tadinya."


"Oh. Seharusnya kau bangun kan saja."


"Aku tidak mau mengganggu tidur mu yang nyenyak." Riyu mengedipkan sebelah matanya ke arah Keyko.


Keyko malah melihat ke arah kalung Riyu.


"Itu ...."


Riyu melihat arah yang di tunjuk Keyko.


"Kalung ku?"


"Iya. Sama dengan anak di foto ini."


"Oh. Tentu saja. Itu aku waktu masih muda bersama kakek Kitaro. Sekarang beliau sudah meninggal."


"Jadi, ini kau?"


Keyko melihat Riyu dan foto tersebut bergantian. Riyu hanya mengangguk.


"Ah, sekarang aku ingat. Kita sebelumnya pernah bertemu." Keyko tersenyum.


Riyu mengerutkan keningnya.


"Iya kah?"


"Iya." Keyko mengangguk pasti.


Melihat Keyko begitu yakin dan serius, akhirnya dia percaya. Riyu meminta Keyko menceritakan. Keyko pun mulai bercerita tentang orang tuanya yang meninggal dan kejadian di rumah sakit serta perkenalan mereka sewaktu Riyu masih muda. Saat itu Keyko tidak seperti sekarang ini.


Riyu mendengarkan penuh perhatian. Sekarang dia baru tahu dan baru sadar. Gadis yang selalu dia cari itu adalah Keyko rupanya. Riyu dan Keyko sama-sama tersenyum. Keduanya tidak menyangka kalau bakal bertemu lagi dan malah berjodoh.


"Jadi kau gadis kecil itu? Yang menangis?"


"Iya.Kau ternyata kakak yang menghibur ku waktu itu ya. Maaf aku melupakan mu. Ternyata kau selalu mengingat ku dan mengingat janji kita." Keyko tersenyum lembut. Riyu pun ikut tersenyum.


Dengan gerakan refleks Keyko malah memeluk Riyu duluan. Keyko seakan bertemu orang lama yang dirindukannya. Riyu pun tersenyum hangat.

__ADS_1


Bersambung...


Yuk di like dan kasih komentar nya ya kak. 🙏🙏🙏


__ADS_2