Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 46.


__ADS_3

Hana dan Rihito terdiam. Keduanya kaget dan bingung mau berkata apa? apa Keyko tahu yang terjadi ya. Begitulah pikir Hana dan Rihito.


Namun, kenyataannya Keyko hanya bertanya karena suasana yang nampak canggung. Baik Hana dan Rihito hanya menggeleng. Mereka berdua tidak mau membahasnya. Jadi gelengan tersebut berarti tidak ada. Kira-kira seperti itulah.


Usai sarapan, mereka bingung mau ngapain? Keyko mengajak Hana berjalan di sekitar pantai lagi. Namun, kali ini Hana menolak. Dia seakan tidak bersemangat. Hana memilih ingin tidur saja di kamar. Rihito pun sama. Kini hanya tersisa Keyko dan Riyu.


"Mau berjalan-jalan berdua?" ajak Riyu.


Keyko pun menganggukkan kepalanya.


Mereka berjalan di sisi pinggir pantai. Di kesempatan tersebut Keyko teringat dengan kalung Riyu.


"Riyu, kalung mu sangat bagus, ya."


Riyu melihat ke arah kalungnya dan mengeluarkan kalung tersebut yang dipakai tertutup oleh bajunya.


"Ini?"


"Iya."


"Kau suka? mau kalung ini?"


"Ah, tidak. Bukan begitu. Aku hanya merasa pernah melihat kalung itu."


"Di mana?"


"Lupa. Hehehe."


"Key, tadi malam? aku bersungguh-sungguh."


Keyko tertegun. Dia menatap Riyu.


"Aku tahu aku mabuk, tetapi aku ingat semuanya."


Keyko tersipu malu. Wajahnya kembali memerah.

__ADS_1


"Kau suka kepadaku, gak?"


Keyko bingung menjawab apa. Riyu tersenyum hangat.


"Mau jadi wanitaku, Key? jadilah milikku?"


Ucapan Riyu tersebut malah membuat Keyko makin tertegun, dia diam mematung dengan jantung terus berdebar kencang.


Di saat seperti itu, ada yang mengawasi gerak gerik Riyu dan Keyko dari kejauhan. Riyu merasakan hal tersebut. Namun, dia tidak bisa memastikan apa. Keyko melihat ekspresi aneh dari Riyu.


"Ada apa?"


"Tidak apa-apa, hanya merasakan ada yang aneh." Riyu mengerutkan keningnya.


"Aneh?"


Tiba-tiba suara tembakan terdengar. Riyu refleks segera melindungi Keyko. Mereka kemudian berlari dan bersembunyi di dekat pohon.


"Siapa! siapa yang menembak?" gerutu Riyu. Keyko ketakutan disisi Riyu. Keyko bersembunyi di samping Riyu.


Sampailah Riyu didekat lokasi penembak. Riyu melihat si pria tubuh besar dan si pirang. Bahkan ada beberapa kelompoknya. Riyu mengeluarkan senjatanya. Dia juga memiliki sebuah pistol yang sering disimpan di dekat tubuhnya.


Riyu lepaskan beberapa tembakan. Dia melesat ke arah para musuh. Kelompok penembak beberapa terluka akibat tembakan dari Riyu. Selebihnya masih selamat kemudian baku hantam dengannya.


Terjadilah perkelahian antara Riyu dengan pria tubuh besar tersebut. Bahkan kawanan si pria tubuh besar tersebut juga ikut menyerang Riyu.


Riyu pun melawan mereka semua. si pirang juga mau menyerang, tetapi Keyko kemudian datang. Dia tidak mau bersembunyi ketakutan. Dia harus membantu Riyu juga. Karena itu Keyko juga maju. Kini Keyko dan si pirang pun adu kekuatan. Pukul, tendang dan tinju pun dilayangkan.


Mereka semua berkelahi. Berkat kelihaian dan kegesitan Riyu dalam bertarung, akhirnya semua lawan dikalahkan. Semua babak belur, bahkan ada yang mati ditembak Riyu. Tinggal si pria tubuh besar yang tersisa.


"Kau cari mati, ya?"


"Lepaskan aku. Kali ini aku tidak akan menggangu kalian lagi." pria tubuh besar memelas.


"Tidak ada lagi lain kali!"

__ADS_1


Riyu menembak tepat mengenal otak si pria tubuh besar dan dia tewas seketika. Riyu hanya menyunggingkan senyuman. Semua sudah dikalahkan. Riyu menatap ke arah Keyko yang masih bertarung dengan si pirang. Dia hanya melihat saja. Sekalian Riyu mau tahu ketahanan dan kekuatan bertarung dari Keyko.


Dan syukur saja Keyko sekarang lebih baik. Dia akhirnya menang melawan si pirang. Si pirang pun babak belur. Si pirang meminta ampun.


"Tolong ampuni aku. Lepaskan aku. Ku mohon!"


"Kenapa kau terus mengganggu kami. Pergi dan jangan cari masalah lagi!"


Usai mendengar hal tersebut, si pirang segera berlari. Namun, Riyu segera mengarahkan pistol miliknya dan menembak si pirang sampai mati di tempat.


Keyko terkejut. Dia melihat ke arah Riyu. Terlihat wajah sadis milik Riyu. Keyko tertegun melihat Riyu. Inikah wajah Riyu sesungguhnya dan dirinya sesungguhnya? begitu mengerikan, begitulah pikir Keyko.


"Kau tidak apa-apa?"


"Ah, iya. Aku baik." Keyko tersadar dan segera menjawab.


"Kita kembali ke Vila saja."


Riyu menarik tangan Keyko. Mereka pun kembali ke Vila. Sebelumnya Riyu menelepon seseorang seakan memberikan perintah agar membersihkan tempat kejadian tersebut.


Dia ingin menghilangkan jejak dan menghapusnya, sehingga memerintah orang membersihkan.


Di Vila, Aku dan Riyu duduk di ruang tamu. Suasana liburan kami sudah tidak happy lagi. Riyu memberikan minuman dingin untuk Keyko dan Keyko meminumnya. Keduanya duduk bersebelahan.


"Key, maaf ya liburan mu malah tidak menyenangkan. Kau malah melihat hal yang tidak baik." Riyu tertunduk.


"Lupakan saja. Aku tidak apa-apa." Keyko tersenyum. Riyu menatap ke arah Keyko. Dia menyadarkan kepalanya di bahu Keyko. Keyko hanya diam dan membiarkannya.


Suasana saat ini sangat tenang. Keduanya diam dan menikmati ketenangan tersebut.


***


Bersambung...


Yuk like dan komentar nya ya kak 🤗

__ADS_1


__ADS_2